Berita

Saban Pagi Satlantas Polres Bima Rutin Laksanakan Pengamanan dan Pengaturan Lalulintas

×

Saban Pagi Satlantas Polres Bima Rutin Laksanakan Pengamanan dan Pengaturan Lalulintas

Share this article

 

 

Dalam rangka menjaga situasi kamseltibcar Lantas yang kondusif, Sat Lantas Polres Bima Polda NTB setiap pagi rutin melakukan pengaturan lalu lintas kepada masyarakat pengguna jalan baik roda dua maupun roda empat serta pengaturan lalu lintas di depan Sekolah yang ada di wilayah hukumnya.

Kamis Pukul 06.30 Personel satlantas polres melaksanakan Gatur lalin Jalan lintas salah satunya di depan SDN Kecamatan Palibelo Kabupaten Bima.

Tidak hanya itu, terlihat personel satlantas juga membantu anak sekolah menyebrangi jalan untuk masuk ke sekolah.

Kapolres Bima AKBP Muh. Anton Bhayangkara Gaisar S.I.K.MH. melalui Kasatlantas Iptu Putu Agus Mas Purnomo SH mengatakan bahwa kegiatan tersebut rutin dilaksanakan pada pagi hari, pasalnya pada pagi hari adalah waktu yang paling rawan terjadinya kecelakaan dan kemacetan arus lalulintas, yang disebabkan meningkatnya aktifitas masyarakat.

Kepadatan arus lalu lintas meningkat di beberkan Kasat, karena semua pengguna jalan secara bersamaan memakai jalan untuk beraktifitas. baik itu masyarakat umum maupun pelajar

Pengaturan lalu lintas pagi dilaksanakan secara rutin setiap pagi hari tak lain untuk mengantisipasi kerawanan dan mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas, serta mengatur kelancaran arus lalu lintas Terangnya.

Dengan kehadiran personel Satlantas baik pelajar maupun masyarakat umum dapat merasa lebih aman dan nyaman dalam melaksanakan aktivitasnya .

“Selalu berhati-hati dan mematuhi peraturan lalu lintas dalam berkendara, sehingga tidak terjadi kemacetan maupun kecelakaan lalu lintas, Imbaunya.

Dalam kegiatan tersebut personel satlantas memberikan himbauan dan sosialisasi kamseltipcar lantas bagi masyarakat pengguna jalan baik roda maupun roda empat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…