Berita

Edukasi Tertib Lalu Lintas: Sat Lantas Polres Sumbawa Barat Gelar Police Goes to School dan Sosialisasi ke Komunitas Sopir Truk

×

Edukasi Tertib Lalu Lintas: Sat Lantas Polres Sumbawa Barat Gelar Police Goes to School dan Sosialisasi ke Komunitas Sopir Truk

Share this article

TALIWANG, KSB — Guna mewujudkan Kamseltibcarlantas (Keamanan, Keselamatan, Ketertiban, dan Kelancaran Lalu Lintas) serta menekan angka pelanggaran dan kecelakaan di wilayah hukum Polres Sumbawa Barat, Satuan Lalu Lintas (Sat Lantas) melalui Unit Kamsel kembali menggelar kegiatan rutin sosialisasi dan edukasi keselamatan berlalu lintas, Senin (10/08/2026).
Kapolres Sumbawa Barat melalui Kasi Humas Iptu Anak Agung Made Subrata menyampaikan bahwa kegiatan ini menyasar dua kelompok prioritas, yakni para pelajar di lingkungan sekolah dan komunitas pengemudi kendaraan angkutan barang.
“Hari ini Unit Kamsel Sat Lantas Polres KSB melaksanakan program Police Goes to School di MTsN 1 Sumbawa Barat. Petugas memberikan edukasi serta pemahaman sejak dini kepada para siswa mengenai pentingnya mematuhi aturan lalu lintas demi keselamatan bersama,” ujar Iptu Anak Agung Made Subrata.
Selain edukasi di lingkungan sekolah, personel Unit Kamsel juga menggelar Kampanye Keselamatan dan Safety Riding yang ditujukan kepada para pengemudi yang tergabung dalam Komunitas Sopir Truk di Sumbawa Barat.
Dalam kegiatan tersebut, petugas menyalurkan 20 lembar brosur imbauan keselamatan serta memberikan pembinaan dan penyuluhan (Binluh) secara langsung di lapangan terkait pentingnya kelengkapan berkendara, kelaikan kendaraan, serta kesadaran tidak mengangkut muatan berlebih (Over Dimension Over Load / ODOL).
Guna memperluas jangkauan edukasi ke masyarakat luas, Sat Lantas Polres KSB juga mengoptimalkan publikasi materi imbauan lalu lintas melalui media digital. Sebanyak 16 konten edukasi telah diunggah melalui akun resmi Instagram dan Facebook Polres KSB.
“Melalui rangkaian kegiatan dikmas lantas ini, kami berharap kesadaran hukum dan tertib berlalu lintas di tengah masyarakat Sumbawa Barat semakin meningkat. Keselamatan di jalan raya adalah kebutuhan bersama, mari kita cegah pelanggaran untuk menekan angka kecelakaan,” tutup Kasi Humas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…