Berita

Kapolres Bima Kota Bersama Forkopimda Silaturahmi dengan Kajari Raba Bima yang Baru

×

Kapolres Bima Kota Bersama Forkopimda Silaturahmi dengan Kajari Raba Bima yang Baru

Share this article

Bima Kota, NTB – Kapolres Bima Kota AKBP Mubiarto, S.I.K., M.M., bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Bima melaksanakan silaturahmi dengan Kepala Kejaksaan Negeri Raba Bima yang baru, Andi Rio Rahmat Rahmatu, S.H., M.H.

Kegiatan tersebut berlangsung pada Rabu, 12 Agustus 2026, sekitar pukul 09.40 WITA, bertempat di Kantor Kejaksaan Negeri Raba Bima.

Silaturahmi ini menjadi momentum untuk mempererat hubungan sekaligus membangun komunikasi dan koordinasi antara unsur Forkopimda Kota Bima dengan Kepala Kejaksaan Negeri Raba Bima yang baru.

Dalam pertemuan tersebut, Kapolres Bima Kota bersama unsur Forkopimda membangun komunikasi terkait berbagai dinamika yang berkembang di wilayah Kota Bima, khususnya dalam mendukung pelaksanaan tugas pemerintahan, penegakan hukum serta pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).

Kegiatan ini juga menunjukkan komitmen bersama untuk menjaga hubungan koordinasi yang harmonis antara Polres Bima Kota, Pemerintah Kota Bima, TNI, Kejaksaan, serta unsur Forkopimda lainnya.

Kapolres Bima Kota AKBP Mubiarto menyampaikan bahwa sinergitas dan komunikasi antarlembaga merupakan bagian penting dalam menghadapi berbagai tantangan serta permasalahan yang berkembang di tengah masyarakat.

Melalui silaturahmi tersebut, diharapkan terjalin koordinasi yang semakin baik dan solid antara institusi penegak hukum dan pemerintah daerah, sehingga mampu mendukung terciptanya situasi Kamtibmas yang aman, tertib dan kondusif di wilayah Kota Bima.

Kegiatan silaturahmi berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan kekeluargaan, sekaligus menjadi langkah awal memperkuat sinergitas antarlembaga dalam pelaksanaan tugas ke depan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…