Berita

Bhabinkamtibmas dan Babinsa Bersinergi Sambangi Warga Dusun Batu Rangkep, Jaga Kamtibmas Tetap Kondusif

×

Bhabinkamtibmas dan Babinsa Bersinergi Sambangi Warga Dusun Batu Rangkep, Jaga Kamtibmas Tetap Kondusif

Share this article

Lombok Timur — Dalam rangka mempererat silaturahmi sekaligus menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), Bhabinkamtibmas (BKTM) Desa Batu Nampar, Polsek Jerowaru, Bripka Hartoni, bersama Babinsa Serda Suyatna, melaksanakan kegiatan sambang desa dan silaturahmi dengan warga di Dusun Batu Rangkep, Desa Batu Nampar, Kecamatan Jerowaru, Kabupaten Lombok Timur, Selasa (11/8/2026).

Kegiatan tersebut dilaksanakan sekitar pukul 09.30 Wita dengan menyasar warga Desa Batu Nampar, khususnya masyarakat yang berada di wilayah Dusun Batu Rangkep.

Dalam kegiatan sambang tersebut, Bripka Hartoni bersama Serda Suyatna berinteraksi langsung dengan masyarakat melalui kegiatan silaturahmi dan Door to Door System (DDS). Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk upaya untuk mempererat hubungan antara aparat keamanan dengan masyarakat sekaligus menyerap informasi terkait situasi Kamtibmas di lingkungan desa.

Pada kesempatan tersebut, BKTM Desa Batu Nampar mengajak warga untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan masing-masing. Masyarakat juga diimbau agar meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan serta segera menyampaikan kepada pihak berwenang apabila menemukan adanya potensi gangguan Kamtibmas.

Sinergitas antara Bhabinkamtibmas dan Babinsa dalam kegiatan sambang desa diharapkan dapat meningkatkan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat serta memperkuat kerja sama antara aparat keamanan dengan seluruh elemen masyarakat.

Melalui kegiatan tersebut, diharapkan tercipta situasi Kamtibmas yang aman, nyaman, dan kondusif di wilayah Desa Batu Nampar, Kecamatan Jerowaru, Kabupaten Lombok Timur.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…