Berita

Patroli Presisi Strong Point Polres Bima Kota Sasar Jalan Soekarno-Hatta dan Gajah Mada

×

Patroli Presisi Strong Point Polres Bima Kota Sasar Jalan Soekarno-Hatta dan Gajah Mada

Share this article

Kota Bima, NTB – Dalam rangka menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), Patroli Presisi Strong Point Polres Bima Kota melaksanakan patroli dan memberikan imbauan kepada masyarakat di sejumlah titik wilayah Kota Bima, Sabtu (8/8/2026) sekitar pukul 21.00 WITA.

Kegiatan tersebut merupakan langkah preventif Polres Bima Kota dalam mengantisipasi berbagai potensi gangguan kamtibmas, khususnya pada malam hari, sekaligus memastikan aktivitas masyarakat berlangsung dalam situasi aman dan kondusif.

Kapolres Bima Kota AKBP Mubiarto, S.I.K., M.M., melalui Kabag Ops Polres Bima Kota AKP Masdidin menjelaskan, personel Patroli Presisi Strong Point melaksanakan patroli menyusuri sejumlah ruas jalan, di antaranya Jalan Soekarno-Hatta dan Jalan Gajah Mada, Kota Bima.

Dalam kegiatan tersebut, personel juga menyambangi masyarakat yang sedang berkumpul di sekitar Lapangan Pahlawan Kota Bima. Petugas memberikan imbauan kamtibmas agar masyarakat bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban serta menghindari aktivitas yang dapat memicu terjadinya gangguan kamtibmas.

Usai memberikan imbauan di Lapangan Pahlawan, personel melanjutkan patroli menuju Jalan Soekarno-Hatta Kota Bima untuk memantau situasi dan memastikan kondisi wilayah tetap aman dan terkendali.

Kabag Ops AKP Masdidin menegaskan bahwa kegiatan Patroli Presisi Strong Point merupakan bagian dari upaya Polres Bima Kota menghadirkan polisi di tengah masyarakat, terutama pada jam-jam rawan.

“Patroli ini sebagai langkah preventif untuk mencegah terjadinya gangguan kamtibmas serta memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat yang masih beraktivitas pada malam hari,” jelasnya.

Polres Bima Kota mengajak seluruh masyarakat untuk turut berperan aktif menjaga keamanan lingkungan dan segera melaporkan kepada pihak kepolisian apabila menemukan adanya potensi gangguan kamtibmas melalui layanan Kepolisian yang tersedia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…