Berita

‎Jaga Objek Vital Nasional, Unit Pamobvit Polres Bima Kota Patroli di PLTMG Bonto

×

‎Jaga Objek Vital Nasional, Unit Pamobvit Polres Bima Kota Patroli di PLTMG Bonto

Share this article

Kota Bima, NTB – Unit Pengamanan Objek Vital (Pamobvit) Satuan Samapta Polres Bima Kota melaksanakan pengamanan dan patroli di kawasan objek vital nasional PT. PLN (Persero) UPK Tambora PLTMG Bima, Minggu (9/8/2026) sekitar pukul 08.00 WITA.

Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai langkah preventif untuk menjaga keamanan serta mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas di lingkungan objek vital nasional yang memiliki peran penting dalam mendukung kebutuhan kelistrikan masyarakat.

Kapolres Bima Kota AKBP Mubiarto, S.I.K., M.M., melalui Kasat Samapta Iptu Kamaruddin menjelaskan, personel Unit Pamobvit Sat Samapta melaksanakan pengamanan dan patroli secara langsung di sejumlah area strategis di kawasan PLTMG Bonto Bima.

Adapun lokasi yang menjadi sasaran pengamanan meliputi area PLTMG Bonto Bima, kantor BSDG, area mesin filter udara, serta gardu penghantar listrik.

“Pengamanan dan patroli ini bertujuan untuk mengantisipasi adanya gangguan kejahatan maupun hal-hal yang tidak diinginkan di sekitar kawasan objek vital nasional,” jelas Iptu Kamaruddin.

Dalam pelaksanaannya, personel melakukan pemantauan situasi keamanan di sekitar kawasan serta memastikan kondisi lingkungan tetap aman dan kondusif.

Kegiatan pengamanan objek vital tersebut merupakan bagian dari upaya Polres Bima Kota dalam memberikan perlindungan terhadap fasilitas strategis sekaligus memastikan aktivitas operasional objek vital nasional dapat berjalan dengan aman dan lancar.

Melalui kegiatan patroli dan pengamanan secara rutin, diharapkan potensi gangguan keamanan dapat dicegah sejak dini sehingga situasi kamtibmas di kawasan objek vital nasional tetap terjaga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…