Berita

Bhabinkamtibmas Kelurahan Bugis bersama Tiga Pilar bersinergi dengan masyarakat gotong royong buat asri lingkungan

×

Bhabinkamtibmas Kelurahan Bugis bersama Tiga Pilar bersinergi dengan masyarakat gotong royong buat asri lingkungan

Share this article

Sumbawa Barat, 10 Januari 2025 – Pada pukul 07.30 Wita, Bhabinkamtibmas Kelurahan Bugis , Bripka Rendi, bersama Babinsa, Pemerintah Kelurahan Bugis ( tiga pilar) , Agen Gotong Royong Keluragan Bugis dan masyarakat serta hadir Camat Taliwang menggelar kegiatan gotong royong di Lingkungan Kelurahan Bugis Kecamatan Taliwang Sumbawa Barat.

Dalam aksi gotong royong tersebut, petugas dan masyarakat bekerja bersama – sama membersihkan ranting pohon dan merapikan sepanjang jalan lingkungan sehingga membuat lingkungan tetap bersih dan asri di musim hujan ini.

Kapolres Sumbawa Barat, AKBP Yasmara Harahap, S.I.K., melalui Kasi Humas, AKP Zainal Abidin, S.H mengungkapkan kehadiran Bripka Rendi sebagai Bhabinkamtibmas melaksanakan gotong royong bersama masyarakat diharapkan terus dilakukan untuk menggerakkan dan melestarikan gotong royong yang menjadi budaya bangsa Indonesia.

“Kegiatan yang dilakukan Bhabinkamtibmas Kelurahan Bugis ini adalah wujud komitmen kita sebagai anggota Polri melalui Bhabinkamtibmas mampu berkomunikasi, koordinasi dan kolaborasi bersama Tiga Pilar serta hadir ditengah masyarakat sebagai penggerak kegiatan gotong royong yang menjadi budaya bangsa Indonesia, terutama di Kabupaten Sumbawa Barat Gotong royong merupakan program unggulan pemerintah kabupaten sehingga harus tetap ditumbuh kembangkan dalam kehidupan masyarakat” terang AKP Zainal.

Gotong royong selain untuk bekerja bersama – sama juga sebagai ajang silaturahmi antara warga masyarakat, pemerintah Kelurahan dan aparat keamanan membahas jika ada permasalahan di masyarakat.

Masih Kasi Humas, “Komunikasi efektif dengan masyarakat dan pemerintah tidak mesti dilakukan secara formal, di tengah gotong royongpun segala permasalahan terutama dibidang Kamtibmas bisa disampaikan dan dibahas bersama tidak menutup kemungkinan akan dilanjutkan dengan tinjauan lokasi yang menjadi obyek permasalahan, sehingga semua bisa berjalan cepat, tepat efektif dan efisien”

“Dengan aksi ini, diharapkan hubungan antara masyarakat dan aparat keamanan serta pemerintah di tingkat Desa/ Kelurahan semakin erat, serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya gotong royong dalam menghadapi berbagai permasalahan untuk dapat diselesaikan bersama,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…