Berita

Police Go to School, Satlantas Polres Bima Kabupaten Perkenalkan Cara Berlalulintas Yang Aman di SMP Negeri 1 Palibelo.

×

Police Go to School, Satlantas Polres Bima Kabupaten Perkenalkan Cara Berlalulintas Yang Aman di SMP Negeri 1 Palibelo.

Share this article

 

 

Mengantisipasi terjadinya kecelakaan di kalangan pelajar, Satlantas Polres Bima Kabupaten Polda NTB menyambangi SMP Negeri 1 Palibelo dalam Program Police Go to School Senin 13 April 2026. Pagi.

Kegiatan itu bertujuan untuk memberikan pengetahuan tentang tata tertib dan bagaimana berkendara yang baik yang juga bertujuan untuk mengenalkan kepada siswa sejak dini etika berkendara.

Kapolres Bima AKBP Muh. Anton Bhayangkara Gaisar S.I.K., MH, melalui Kasat lantas Iptu Putu Agus Mas Purnomo SH menuturkan pencegahan kecelakaan dikalangan pelajar menjadi dasar utama pihaknya melakukan sosialisasi sejak dini tentang tentang etika dalam berlalulintas.

“Sosialisasi mencakup tentang kewajiban dan etika pengendara di jalan raya, seperti menggunakan helm Standar Nasional Indonesia (SNI),dan mengendarai kendaraan di jalan raya tidak ugal-ugalan,”Ujarnya.

Kasat lantas menambahkan, kegiatan tersebut akan dilakukan secara berkelanjutan kepada setiap siswa. guna mencegah terjadinya kecelakaan dikalangan pelajar.

“Mengenalkan pelajar tentang tata tertib dalam berkendara sejak dini. Sengaja melibatkan pelajar SMP, dengan tujuan para siswa mengetahui bagaimana beretika dalam berlalulintas”. Katanya lagi.

Kehadiran anggota Satlantas Polres Bima Kabupaten itu direspon dan diapresiasi oleh kepala sekolah, dewan guru dan para siswa siswi SMP Negeri 1 Palibelo.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…