Berita

Polres Loteng Tingkatkan Pengamanan di Bandara Bizam Pasca Event MotoGP 2025 di Mandalika.

×

Polres Loteng Tingkatkan Pengamanan di Bandara Bizam Pasca Event MotoGP 2025 di Mandalika.

Share this article

Lombok Tengah, NTB – Kepolisian Resor Lombok Tengah (Polres Loteng) meningkatkan pengamanan di kawasan Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM) pasca pelaksanaan event MotoGP Mandalika 2025. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kelancaran arus kepulangan para penonton, kru, dan pembalap setelah rangkaian kegiatan internasional tersebut berakhir.

Kapolres Lombok Tengah AKBP Eko Yusmiarto, S.I.K. mengatakan, peningkatan pengamanan di area bandara merupakan bagian dari operasi pasca-event MotoGP yang difokuskan pada pengaturan arus lalu lintas dan pengawasan terhadap potensi gangguan kamtibmas.

“Kami menempatkan personel tambahan di beberapa titik strategis, baik di area terminal keberangkatan maupun di pintu masuk bandara. Tujuannya untuk memberikan rasa aman dan memastikan situasi tetap kondusif,” ujar AKBP Eko, Kamis (9/10/2025).

Selain itu, Polres Lombok Tengah juga berkoordinasi dengan pihak Angkasa Pura I, TNI, serta Otoritas Bandara untuk mengatur pola pengamanan terpadu. Personel dikerahkan untuk mengatur arus kendaraan di jalur menuju bandara guna mengantisipasi kepadatan akibat meningkatnya jumlah penumpang.

AKBP Eko menambahkan, situasi keamanan selama dan setelah event MotoGP Mandalika 2025 berjalan aman dan lancar. Namun demikian, pihaknya tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kerawanan seperti kehilangan barang, calo tiket, serta gangguan lalu lintas.

“Kami berterima kasih kepada seluruh masyarakat dan pihak terkait yang telah mendukung kelancaran event internasional ini. Kami akan terus menjaga keamanan hingga seluruh aktivitas pasca-event selesai,” imbuhnya.

Pengamanan di Bandara BIZAM dijadwalkan berlangsung hingga beberapa hari ke depan, seiring dengan kepulangan para wisatawan dan peserta yang masih berada di Lombok setelah perhelatan MotoGP Mandalika 2025.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…