Berita

Cegah Tawuran Antar Pemuda, Polsek Rasanae Barat Gelar Patroli Blue Light dan Amankan Sajam

×

Cegah Tawuran Antar Pemuda, Polsek Rasanae Barat Gelar Patroli Blue Light dan Amankan Sajam

Share this article

Kota Bima, NTB (14 Oktober 2025) – Dalam rangka menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Harkamtibmas), personel gabungan piket fungsi Polsek Rasanae Barat Polres Bima Kota melaksanakan Patroli Blue Light pada Senin malam (13/10/2025) pukul 22.00 WITA.

Kegiatan patroli ini dipimpin oleh Kanit SPKT I Aipda Nanang K., S.H. dan melibatkan sejumlah personel gabungan dari berbagai fungsi di Polsek Rasanae Barat.

Kapolres Bima Kota AKBP Didik Putra Kuncoro, S.I.K., M.Si., melalui Kasi Humas Ipda Baiq Fitria Ningsih, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya kepolisian untuk menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif serta mencegah berbagai bentuk gangguan keamanan.

“Patroli Blue Light ini menyasar berbagai titik rawan kejahatan dan pelanggaran, seperti aksi premanisme, penjambretan, begal, pencurian (Curat, Curas, Curanmor), tawuran, balap liar, panah misterius, hingga pelanggaran ketertiban umum lainnya di wilayah hukum Polsek Rasanae Barat,” ungkap Ipda Baiq Fitria.

Sekitar pukul 22.00 WITA, mobil patroli bergerak dari Mapolsek Rasanae Barat, melintasi Jalan Sultan Kharuddin, Terminal Kelurahan Dara, Pasar Lama Kota Bima, hingga Jalan Gajah Mada dan menuju Kelurahan Penatoi.

Saat melintas di wilayah tersebut, petugas menemukan sekelompok remaja yang saling mengejar menggunakan parang dan pisau, diduga hendak terlibat tawuran antara pemuda Lewirato dan pemuda Rite Kota Bima.

Berkat respons cepat dari tim patroli, aksi tawuran berhasil dicegah. Petugas kemudian menemukan dan mengamankan barang bukti berupa satu bilah parang panjang, satu pisau belati, serta satu jaket warna hitam yang ditinggalkan oleh para pelaku yang langsung melarikan diri.

“Personel langsung mengamankan barang bukti ke Mapolsek Rasanae Barat untuk proses lebih lanjut. Sementara situasi di lokasi berhasil dikendalikan dan kembali kondusif,” jelas Kasi Humas.

Selain itu, petugas juga memberikan imbauan kamtibmas kepada para pemuda dan warga sekitar agar tidak mudah terprovokasi dan turut menjaga ketertiban lingkungan, demi terciptanya rasa aman dan nyaman bagi seluruh masyarakat.

“Polsek Rasanae Barat akan terus meningkatkan patroli malam hari sebagai langkah antisipatif terhadap potensi gangguan kamtibmas, terutama menjelang masa-masa penting seperti pemilihan kepala daerah,” pungkas Ipda Baiq Fitria.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…