Berita

Wakapolres Sumbawa Barat Tekankan Disiplin Anggota Saat Pimpin Apel Pagi

×

Wakapolres Sumbawa Barat Tekankan Disiplin Anggota Saat Pimpin Apel Pagi

Share this article

Sumbawa Barat – Wakapolres Sumbawa Barat, Kompol I Nyoman Adi Kurniawan,S.H Pimpin pelaksanaan apel pagi di ikuti Pju Polres dan seluruh peraonel polres yang dilaksanakan di lapangan wicaksana Laghawa Mapolres Sumbawa Barat. sabtu,(20/09/2025).

Dalam arahannya, Wakapolres menekankan pentingnya menjaga disiplin sebagai anggota Polri. Ia mengingatkan bahwa setiap personel memiliki tanggung jawab besar sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.

“Disiplin adalah kunci utama dalam pelaksanaan tugas kita. Masyarakat menaruh harapan besar kepada Polri, sehingga setiap personel harus mampu memberikan contoh yang baik, bekerja profesional, serta humanis dalam setiap kegiatan,” ujar Kompol Kurniawan di hadapan Seluruh Personel.

Lebih lanjut, Wakapolres meminta seluruh anggota untuk selalu menjaga kekompakan, meningkatkan kehadiran di tengah masyarakat, serta melaksanakan tugas dengan penuh rasa tanggung jawab.

“Jaga sikap dan perilaku, baik dalam kedinasan maupun kehidupan sehari-hari. Polri hadir untuk memberikan rasa aman dan nyaman, sehingga kepercayaan masyarakat kepada institusi kita tetap terjaga,” tambahnya.

Apel pagi berjalan dengan tertib dan khidmat, ditutup dengan pengecekan kesiapan personel untuk melaksanakan tugas pelayanan masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…