Berita

Bhabinkamtibmas Desa Senggigi Edukasi Warga soal Pertanian Rumah Tangga

×

Bhabinkamtibmas Desa Senggigi Edukasi Warga soal Pertanian Rumah Tangga

Share this article
Polsek Batulayar Dorong Program Ketahanan Pangan lewat Edukasi di Senggigi

Lombok Barat, NTB – Di tengah isu ketahanan pangan yang menjadi perhatian nasional, inisiatif nyata datang dari aparat kepolisian di wilayah Lombok Barat. Bhabinkamtibmas Desa Senggigi, Aiptu Ida Bagus Badra, melakukan kunjungan langsung ke masyarakat untuk mengedukasi dan mendorong mereka agar lebih proaktif dalam menjaga ketahanan pangan di tingkat rumah tangga.

Kegiatan sambang yang berlangsung pada Senin, 1 September 2025, ini menjadi wujud nyata dari sinergi antara kepolisian dan masyarakat. Bertempat di Dusun Senggigi, Aiptu Ida Bagus Badra menyambangi salah satu warga bernama Ibu Roniah. Dalam kunjungan tersebut, ia tidak hanya menjalin silaturahmi, tetapi juga memberikan edukasi penting mengenai pemanfaatan lahan kosong.

Mendorong Produktivitas Petani dan Peternak Lokal

Program ketahanan pangan yang digagas oleh pemerintah Republik Indonesia terus diupayakan implementasinya hingga ke pelosok desa. Melalui Aiptu Ida Bagus Badra, pesan ini disampaikan dengan cara yang sangat personal dan menyentuh. Ia menjelaskan bahwa selain beternak, warga dapat memanfaatkan lahan yang tidak terpakai di sekitar rumah untuk menanam berbagai jenis sayuran.

“Kami memberikan penjelasan kepada warga, khususnya Ibu Roniah, bahwa selain beternak, lahan kosong juga bisa dimanfaatkan untuk menanam cabai, terong, dan tomat,” ujar Aiptu Ida Bagus Badra. Ia menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari inisiatif yang lebih luas untuk memperkuat ketahanan pangan, baik melalui sektor pertanian maupun peternakan.

Sinergi Polri dan Masyarakat untuk Ketahanan Pangan

Kapolsek Batulayar, Kompol I Putu Kardhianto, S.H., M.H., menegaskan bahwa kegiatan yang dilakukan oleh Bhabinkamtibmas ini adalah bagian dari komitmen Polri untuk mendukung penuh program pemerintah. Menurutnya, Bhabinkamtibmas memiliki peran strategis sebagai garda terdepan yang langsung bersentuhan dengan masyarakat.

“Kegiatan seperti ini sangat penting. Bhabinkamtibmas tidak hanya bertugas menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga menjadi motor penggerak dalam berbagai program pembangunan, termasuk ketahanan pangan,” jelas Kompol Putu Kardhianto. Ia berharap, edukasi yang diberikan oleh Bhabinkamtibmas dapat memotivasi lebih banyak warga untuk ikut serta dalam gerakan ini.

Aksi nyata ini sejalan dengan arahan pimpinan Polri untuk menjadikan personel kepolisian sebagai agen perubahan di tengah masyarakat. Dengan pendekatan yang persuasif dan humanis, diharapkan masyarakat dapat lebih terbuka dan termotivasi untuk mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari.

Hasil Positif dan Dampak Jangka Panjang

Hingga kegiatan berakhir, suasana sambang berlangsung akrab dan penuh kehangatan. Ibu Roniah, yang didatangi oleh Bhabinkamtibmas, menyambut baik edukasi yang diberikan. Terjalinnya hubungan silaturahmi yang baik ini menjadi modal utama untuk menyukseskan program pemerintah terkait ketahanan pangan.

Hasil yang dicapai dari kegiatan ini tidak hanya sebatas edukasi, tetapi juga memperkuat ikatan antara aparat keamanan dan masyarakat. Diharapkan, langkah kecil yang dimulai dari Dusun Senggigi ini dapat menginspirasi dusun-dusun lain untuk melakukan hal serupa. Dengan begitu, cita-cita Indonesia untuk mencapai kedaulatan pangan bisa lebih cepat terwujud melalui partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat.

Program ketahanan pangan tidak akan berhasil tanpa kolaborasi yang solid. Apa yang dilakukan oleh Aiptu Ida Bagus Badra menunjukkan bahwa peran Bhabinkamtibmas lebih dari sekadar penjaga kamtibmas, melainkan juga sebagai mitra yang berdedikasi untuk kemajuan dan kesejahteraan masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…