Berita

Sat Samapta Polres Sumbawa Amankan Acara Temu Kenal LATS di Istana Bala Kuning

×

Sat Samapta Polres Sumbawa Amankan Acara Temu Kenal LATS di Istana Bala Kuning

Share this article

Sumbawa Besar, NTB — Satuan Samapta (Sat Samapta) Polres Sumbawa, Polda NTB, menggelar Patroli Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD) pada Kamis, 31 Juli 2025, pukul 08.40 WITA. Patroli ini difokuskan di Istana Bala Kuning, Seketeng, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa, dalam rangka pengamanan acara temu kenal.

Kegiatan Patroli KRYD ini dilaksanakan oleh lima personel Sat Samapta, yaitu Bripka Ryan Syarif Fahlevi S.H, Bripda I Putu Agus Sastra Diatmika, Bripda Tegar Hamri Julotan, Bripda M. Iqbal, dan Bripda Ghufron Pratama, menggunakan kendaraan patroli dinas roda dua.

Kapolres Sumbawa AKBP Marieta Dwi Ardhini, S.H.,S.I.K, melalui Kasat Samapta Iptu M. Tahir Lantu, mengungkapkan “Keamanan dan kelancaran setiap kegiatan masyarakat adalah prioritas kami. Dengan kehadiran personel di lapangan, kami berharap dapat memberikan rasa aman dan mencegah potensi gangguan kamtibmas. Kami akan terus berkomitmen untuk menjaga situasi wilayah Sumbawa tetap kondusif.”

Sasaran utama patroli ini adalah masyarakat yang hadir dalam acara tersebut. Anggota unit Patroli Sat Samapta Polres Sumbawa melaksanakan pengamanan Acara Temu Kenal LATS Sumbawa dengan Kapolres Sumbawa bersama Dandim 1607 Sumbawa Tahun 2025 yang berlangsung di Istana Bala Kuning. Selain itu, patroli juga bertujuan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan selama kegiatan berlangsung.

Hasil yang dicapai dari giat Patroli KRYD ini adalah seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan aman dan kondusif. (MA)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…