Berita

Bhabinkamtibmas Desa Cempi Jaya ajak warga jaga kondusifitas dan dukung ketahanan pangan

×

Bhabinkamtibmas Desa Cempi Jaya ajak warga jaga kondusifitas dan dukung ketahanan pangan

Share this article

Dalam upaya menjaga situasi kamtibmas dan memperkuat hubungan dengan masyarakat, Bhabinkamtibmas Desa Cempi Jaya, Bripka Ismail, melaksanakan kegiatan sambang dan silaturahmi kepada warga binaan di Dusun Sigi So Mada Rangga, Desa Cempi Jaya, Kecamatan Hu’u, Kabupaten Dompu, pada Kamis (26/6/2025) sekitar pukul 11.15 WITA.

Dalam pertemuan yang berlangsung secara santai di pinggir jalan So Mada Rangga, Bripka Ismail menyampaikan sejumlah imbauan penting kepada masyarakat yang tengah berkumpul.

Bripka Ismail mengajak warga untuk tetap menjaga persatuan dan tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang berkembang di tengah masyarakat. Ia menekankan pentingnya menciptakan suasana aman dan damai sebagai fondasi utama pembangunan desa.

> “Saya mengimbau agar kita semua tidak terpancing oleh informasi yang tidak jelas sumbernya dan berpotensi menimbulkan konflik sosial. Mari jaga kondusifitas desa kita,” ungkapnya.

Tak hanya soal keamanan, ia juga mendorong masyarakat untuk memanfaatkan lahan kosong di sekitar permukiman maupun area persawahan guna mendukung program ketahanan pangan pemerintah.

> “Pemanfaatan lahan tidur akan sangat membantu dalam memperkuat ketahanan pangan desa, apalagi ini sejalan dengan visi Indonesia Maju dan mewujudkan Desa Sawe yang mandiri serta sejahtera,” tambahnya.

Kegiatan tersebut mendapat sambutan positif dari warga yang menyampaikan apresiasi atas kehadiran dan perhatian Bhabinkamtibmas di tengah mereka. Warga mengaku senang bisa berdialog langsung dengan polisi dan merasa lebih dekat serta terbantu dengan informasi yang disampaikan.

Kegiatan berlangsung dalam suasana aman dan penuh keakraban hingga selesai. Kehadiran rutin Bhabinkamtibmas di tengah warga menjadi wujud nyata keterlibatan Polri dalam menjaga keamanan sekaligus mendorong kemajuan desa dari berbagai sektor.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…