Berita

Kapolres Bima Kota Laksanakan Program Bedah Rumah Sambut Hari Bhayangkara ke-79

×

Kapolres Bima Kota Laksanakan Program Bedah Rumah Sambut Hari Bhayangkara ke-79

Share this article

Kota Bima, NTB (25 Juni 2025) – Dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara ke-79 Tahun 2025, Kapolres Bima Kota AKBP Didik Putra Kuncoro, S.I.K., M.Si., bersama Ketua Bhayangkari Cabang Bima Kota secara resmi membuka kegiatan Program Bedah Rumah, pada Selasa (24/6/2025) pukul 16.00 WITA.

Kegiatan sosial ini dilaksanakan di kediaman AIPDA Fatkhurrahman, personel Bamin Sidokkes Polres Bima Kota, yang berlokasi di RT.012/RW.004 Kelurahan Oimbo, Kecamatan Rasanae Timur, Kota Bima.

Program Bedah Rumah ini merupakan bentuk nyata kepedulian dan solidaritas internal Polri, khususnya Polres Bima Kota, terhadap sesama anggota yang membutuhkan hunian yang lebih layak dan nyaman.

Turut hadir dalam kegiatan ini Pejabat Utama Polres Bima Kota, Pengurus Bhayangkari Cabang Bima Kota, unsur pemerintah setempat, tokoh masyarakat, serta warga sekitar yang antusias menyambut program kemanusiaan ini.

Dalam sambutannya, Kapolres Bima Kota AKBP Didik Putra Kuncoro menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar membangun rumah secara fisik, namun juga menjadi momentum untuk memperkuat nilai-nilai kekeluargaan, semangat gotong royong, serta kepedulian di antara keluarga besar Polri.

“Kami berharap rumah ini menjadi tempat tinggal yang nyaman, penuh keberkahan, dan mampu memberikan semangat baru bagi AIPDA Fatkhurrahman dan keluarga. Terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh panitia, anggota, serta semua pihak yang telah berkontribusi dan mendukung suksesnya program ini,” ujar Kapolres.

Ia juga berharap kegiatan ini menjadi inspirasi bagi seluruh anggota Polres Bima Kota untuk terus menumbuhkan empati dan kebersamaan dalam lingkungan kerja dan masyarakat.

Kegiatan ini menjadi salah satu rangkaian dari peringatan Hari Bhayangkara ke-79 yang sarat dengan nilai kemanusiaan dan pengabdian, tidak hanya kepada masyarakat, tetapi juga kepada anggota Polri itu sendiri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…