Berita

Bakti Sosial Bhayangkari Daerah Jawa Barat, Wujud Cinta Kasih untuk Masyarakat Rentan

×

Bakti Sosial Bhayangkari Daerah Jawa Barat, Wujud Cinta Kasih untuk Masyarakat Rentan

Share this article

 

Bandung.Dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara ke-79 Tahun 2025, Bhayangkari Daerah Jawa Barat yang dihadiri oleh Ny. Diana Herutami Gastini atau sering disebut Ny. Diana Rudi Setiawan, istri dari Kapolda Jawa Barat Irjen Pol. Rudi Setiawan, S.I.K., S.H., M.H., menggelar kegiatan Bakti Sosial yang penuh makna. Kegiatan ini berlangsung dengan khidmat pada Jumat pagi (13/6/2025) di Aula Ditlantas Polda Jabar, menghadirkan suasana haru dan kepedulian yang mendalam terhadap sesama, terutama mereka yang berada dalam kondisi rentan.

Dengan penuh kelembutan dan semangat pengabdian, Ny. Diana Herutami Gastini menjelaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremonial, tetapi merupakan wujud nyata kepedulian Bhayangkari kepada masyarakat yang membutuhkan. “Sasaran utama dari kegiatan ini adalah mereka yang jarang tersentuh: anak-anak yatim piatu, penyandang disabilitas kurang mampu, para purnawirawan Polri, serta warakawuri. Kami ingin mereka tahu bahwa mereka tidak sendiri, mereka tetap bagian dari keluarga besar kami,” ungkapnya dengan mata yang berkaca-kaca.

Dalam suasana yang penuh kehangatan, Bhayangkari Daerah Jawa Barat memberikan bantuan sembako serta santunan kepada para penerima manfaat. Tidak sedikit dari mereka yang hadir tampak terharu, bahkan menitikkan air mata, karena merasa diperhatikan dan dihargai. Kehadiran Ny. Diana dan para anggota Bhayangkari lainnya memberikan pelukan emosional yang sangat berarti bagi para penerima bantuan.

“Kami percaya bahwa kekuatan institusi Polri tidak hanya terletak pada tugas pengamanan dan penegakan hukum, tetapi juga pada ketulusan hati dalam berbagi. Bhayangkari hadir untuk menjadi pelengkap dan pendukung, menjembatani cinta kasih antara Polri dan masyarakat,” tambah Ny. Diana, yang dikenal dekat dengan berbagai komunitas sosial di Jawa Barat.

Bakti Sosial ini menjadi bukti nyata bahwa dalam menyambut Hari Bhayangkara ke-79, semangat pengabdian Polri tidak hanya diwujudkan dalam tugas-tugas lapangan, tetapi juga melalui sentuhan kemanusiaan yang tulus. Kegiatan ini diharapkan menjadi inspirasi bagi seluruh elemen masyarakat untuk terus menebar kebaikan dan memperkuat rasa kebersamaan di tengah perbedaan.

Seorang anak yatim piatu bernama Syarifah mengucapkan “terima kasih Bapak dan ibu Kapolda Jabar, Polisi selalu dihati dan hadir disetiap kesulitan masyarakat, hatur nuhun pisan.” ungkapnya dengan tulus.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…