Berita

Tertangkap Basah Menjual Barang Curian, Seorang Pria di Alas Barat Diamankan Pihak Kepolisian

×

Tertangkap Basah Menjual Barang Curian, Seorang Pria di Alas Barat Diamankan Pihak Kepolisian

Share this article

Sumbawa Besar–NTB, Seorang pria berinisial H (35 tahun) asal Desa Gontar Baru, Kecamatan Alas Barat, Kabupaten Sumbawa, melaporkan telah kehilangan dua buah katir perahu miliknya pada hari Jum’at (30/05/2025) sekitar 11.00 Wita di sungai Desa Gontar.

Kapolres Sumbawa AKBP Bagus Nyoman Gede Junaedi, S.H., S.I.K., M.A.P., melalui Kapolsek Alas Barat AKP Lalu Sukardi menyampaikan kebenaran kejadian tersebut bahwa telah terjadi pencurian dua buah katir perahu milik Sdr. H.

“Terduga pelaku tertangkap basah oleh korban karena menjual barang hasil curiannya di rumahnya.” ujar Kapolsek.

Kejadian ini berawal saat Sdr. H (korban) melaporkan ke Mako Polsek Alas Barat pada hari Senin (02/06/2025) terkait kehilangan dua buah katir perahu miliknya. Menurut keterangan pelapor, saat itu temannya menginformasikan kepadanya bahwa ada seseorang yang menjual katir bekas berinisial P.

Setelah mendapatkan informasi tersebut, korban mencoba untuk mendatangi rumah terduga pelaku. Tiba di lokasi, korban mendapati bahwa katir yang dicuri berada di atas pohon bakau samping rumah terduga pelaku. Merasa curiga, korban menanyakan kepada terduga pelaku dimana ia mendapatkan katir tersebut, namun Sdr. P menjawab dengan berbelit-belit dan mengaku bahwa katir tersebut milik temannya.

Sekitar pukul 13.18 Wita personel Polsek Alas Barat mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa ada kejadian pencurian di wilayah Batu Guring. Petugas langsung bergerak cepat menuju lokasi dan mendapati warga yang sudah ramai mengamankan Sdr. P (terduga pelaku pencurian) beserta barang bukti.

Atas kejadian tersebut, korban mengalami kerugian hingga Rp. 1.500.000 (satu juta lima ratus ribu rupiah). Selanjutnya terduga pelaku sudah diamankan di Polsek Alas Barat untuk dilakukan proses lebih lanjut. (MA)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…