Berita

Polda NTB Gencarkan Patroli Wisata di Lombok Utara, Jaga Keamanan dan Nyaman Wisatawan

×

Polda NTB Gencarkan Patroli Wisata di Lombok Utara, Jaga Keamanan dan Nyaman Wisatawan

Share this article

 

Mataram, NTB – Guna menciptakan rasa aman dan menjaga kondusivitas di kawasan objek vital, khususnya destinasi wisata, Direktorat Pengamanan Objek Vital (Ditpamobvit) Polda NTB menggelar patroli keamanan di sejumlah titik strategis di Kabupaten Lombok Utara, Minggu (18/05/2025).

Patroli difokuskan di kawasan Pelabuhan Bangsal, Pelabuhan Teluk Bareh, dan Gili Trawangan — tiga titik penting yang menjadi pintu gerbang serta tujuan utama wisatawan domestik maupun mancanegara di Lombok.

Kabid Humas Polda NTB, Kombes Pol Mohammad Kholid, S.I.K., mengatakan, patroli ini merupakan bagian dari langkah preventif untuk mendorong terciptanya suasana yang aman dan nyaman di kawasan wisata.

“Kami ingin memastikan bahwa para wisatawan yang datang merasa aman, nyaman, dan terlindungi. Patroli ini juga sekaligus untuk menjalin komunikasi dengan petugas di lapangan serta pihak pengelola wisata,” ujar Kholid.

Di kawasan pelabuhan, petugas melakukan dialog dan koordinasi dengan petugas keamanan setempat, mengingat pelabuhan menjadi titik lalu lintas utama para wisatawan yang menuju ke pulau-pulau kecil seperti Gili Trawangan, Gili Air, dan Gili Meno.

Sementara itu, di Gili Trawangan, personel Ditpamobvit Polda NTB berkolaborasi dengan petugas pengamanan lokal untuk memantau sejumlah penginapan, bungalow, dan cottage. Dalam kesempatan itu, mereka menyampaikan pesan-pesan kamtibmas kepada pengelola jasa akomodasi.

“Kami mengimbau agar pengelola penginapan ikut berperan aktif menjaga keamanan lingkungan sekitar, demi kenyamanan para tamu. Apalagi kawasan ini merupakan destinasi internasional yang harus dijaga reputasinya,” tambahnya.

Langkah ini sekaligus memperkuat komitmen Polda NTB dalam menjaga pariwisata sebagai sektor unggulan yang menopang ekonomi daerah. Dengan adanya patroli rutin seperti ini, diharapkan Lombok Utara tetap menjadi destinasi wisata yang aman, ramah, dan menyenangkan bagi semua wisatawan.

Demikian dirilis Bid Humas Polda NTB untuk dipublikasikan melalui media. Terkait narasi dan/atau angle berita disesuaikan dengan kebijakan redaksi masing-masing media.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…