Berita

Ciptakan Kondisi Nyaman, Polsek Sekongkang Gelar Giat Rawan Pagi di Sekolah

×

Ciptakan Kondisi Nyaman, Polsek Sekongkang Gelar Giat Rawan Pagi di Sekolah

Share this article

Sumbawa Barat, NTB – Dalam upaya mendukung pelaksanaan Program PRESISI Kapolri, khususnya Program No. 5 tentang pemantapan kinerja pemeliharaan harkamtibmas dan Program No. 11 tentang peningkatan kualitas pelayanan publik, jajaran Polsek Sekongkang melaksanakan kegiatan rawan pagi pada Jumat (16/5) sekitar pukul 06.40 WITA.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di dua lokasi sekolah, yakni SDN 1 Sekongkang dan SMAN 1 Sekongkang. Anggota kepolisian tampak sigap mengatur arus lalu lintas di depan sekolah serta membantu para pelajar menyeberang jalan dengan aman. Giat ini bertujuan untuk menciptakan rasa aman dan nyaman bagi siswa, guru, dan para orang tua yang mengantar anak-anak mereka ke sekolah.

Kapolres Sumbawa Barat, AKBP Zulkarnain, S.I.K., melalui Kasi Humas, AKP Zainal Abidin, S.H., menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen Polri dalam mendekatkan diri kepada masyarakat serta menjamin keselamatan pelajar di lingkungan sekolah.

“Giat rawan pagi ini menjadi rutinitas yang kami laksanakan sebagai bentuk nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat. Ini adalah bagian dari pelayanan publik yang kami tingkatkan, terutama untuk menjaga keselamatan dan keamanan anak-anak sekolah di pagi hari,” ujar AKP Zainal.

Ia menambahkan bahwa kegiatan ini juga merupakan bentuk sinergi antara Polri dan pihak sekolah dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan tertib.

Giat rawan pagi berlangsung selama satu jam dan berakhir pada pukul 07.40 WITA. Selama pelaksanaan, situasi terpantau aman, lancar, dan kondusif tanpa adanya gangguan keamanan.

Kegiatan serupa akan terus dilakukan secara berkala di wilayah hukum Polsek Sekongkang sebagai bagian dari komitmen Polres Sumbawa Barat dalam mendukung transformasi Polri yang prediktif, responsibilitas, dan transparansi berkeadilan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…