Berita

Kapolres Sumbawa Siapkan Pembangunan Gudang Jagung Hadapi Panen Melimpah

×

Kapolres Sumbawa Siapkan Pembangunan Gudang Jagung Hadapi Panen Melimpah

Share this article

Sumbawa Besar–NTB , Sebagai wujud komitmen dalam mendukung program ketahanan pangan nasional, Kapolres Sumbawa AKBP Bagus Nyoman Gede Junaedi, S.H., S.I.K., M.A.P., melakukan pengecekan lahan milik Polsek Empang pada Selasa (13/5/2025) sekitar pukul 14.15 WITA. Pengecekan yang berlokasi di Desa Labuhan Aji, Kecamatan Tarano ini bertujuan untuk mempersiapkan pembangunan gudang jagung di wilayah tersebut.

Dalam kegiatan ini Kapolres Sumbawa bersama Kapolsek Empang AKP Nakmin melakukan pengecekan Mako Polsek Empang sebelum beranjak menuju lahan Polsek Empang di Desa Labuhan Aji. Kegiatan pengecekan lahan ini berlangsung aman dan lancar hingga pukul 14.50 WITA.

Pengecekan lahan ini merupakan tindak lanjut dari program pemerintah pusat untuk membangun gudang jagung di berbagai wilayah, termasuk di Desa Labuhan Aji, Kecamatan Tarano. Provinsi NTB menargetkan pembangunan tiga gudang jagung di Kabupaten Sumbawa, yaitu di Kecamatan Tarano, Maronge, dan Moyo Utara.

“Pembangunan gudang jagung ini diharapkan dapat membantu petani setempat memaksimalkan hasil panen. Polres Sumbawa akan terus melakukan monitoring dan melibatkan Bhabinkamtibmas untuk mengantisipasi potensi penolakan dari oknum tertentu terhadap proyek ini, sehingga proses pembangunan dapat berjalan lancar dan memberikan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat.” ucap Kapolres.

Dengan potensi lahan yang luas dan produktivitas jagung yang terus meningkat, pembangunan gudang ini menjadi bagian penting dalam memperkuat rantai pasok dan nilai tambah hasil panen jagung di wilayah NTB. (MA)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…