Berita

Sempat Mengancam Korban, Pelaku Pencurian Sepeda Motor di Seketeng Berhasil Diamankan Pihak Kepolisian

×

Sempat Mengancam Korban, Pelaku Pencurian Sepeda Motor di Seketeng Berhasil Diamankan Pihak Kepolisian

Share this article

Sumbawa Besar–NTB, Satuan Reserse Kriminal Polres Sumbawa kembali menunjukan komitmennya dalam memberantas gangguan keamanan dan kejahatan yang ada di wilayah hukumnya. Seorang pria berinisial H (28 tahun) terduga pelaku curas (pencurian dengan kekerasan) berhasil diamankan Tim Opsnal Sat Reskrim Polres Sumbawa pada hari Senin (05/05/2025) sekitar pukul 15.30 Wita hingga selesai.

Penangkapan ini bermula dari informasi ibu korban yang melaporkan kejadian yang menimpa anak kandungnya pada pihak kepolisian. Menurut keterangan pelapor, pada hari Kamis (30/04/2025) sekitar pukul 15.00 Wita saat korban sedang berada di pinggir jalan Unter Ketimis Ppn Bukit Permai, korban berboncengan dengan temannya kemudian mereka tiba-tiba dicegat oleh orang yang tidak dikenal serta mengancam korban dengan mengatakan “Awas kalian melapor ke polisi, saya tembak kepala kalian” dan motor korban pun langsung dirampas oleh terduga pelaku.

Kapolres Sumbawa AKBP Bagus Nyoman Gede Junaedi, S.H., S.I.K., M.A.P., melalui Kasat Reskrim AKP Dilia Pria Firmawan, S.T.K., S.I.K., membenarkan hal tersebut, “Bahwa telah terjadi aksi curas (pencurian dengan kekerasan) yang dilakukan oleh seorang pria berinisial H (28 tahun) terhadap seorang pelajar berinisial G (16 tahun).” ucap Kasat.

Menyikapi informasi tersebut, Tim Opsnal Sat Reskrim Polres Sumbawa bergerak cepat mencari keberadaan korban. Setelah melakukan pencarian, petugas berhasil menemukan korban disebuah rumah di Kelurahan Seketeng, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa.

Setibanya dilokasi, petugas langsung melakukan penangkapan kepada terduga pelaku. Dalam interogasi singkat, terduga pelaku mengakui perbuatannya. Selanjutnya, tim bergerak ke arah Karang Cemes, Kelurahan Pekat, Kecamatan Sumbawa, untuk mengamankan barang bukti berupa 1 (satu) unit sepeda motor tersebut.

Atas kejadian tersebut, Tim Opsnal Sat Reskrim Polres Sumbawa berhasil mengamankan 1 (satu) orang terduga pelaku beserta barang bukti dan membawanya ke Mapolres Sumbawa untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut. (MA)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…