Berita

Mencegah Tindakan Kriminal Malam Hari, Polsek Woha Tingkatkan Patroli KRYD

×

Mencegah Tindakan Kriminal Malam Hari, Polsek Woha Tingkatkan Patroli KRYD

Share this article

 

 

Mengantisipasi berbagai bentuk gangguan kamtibmas serta meminimalisir tindak kejahatan  terutama pada  malam hari Personel Polsek Woha Polres Bima Polda NTB melaksanakan patroli kegiatan rutin yang ditingkatkan (KRYD) Senin (5/5/2025)

Patroli yang dimulai sekira pukul 22.00.Wita ini melibatkan tiga personel dan dikendalikan oleh Kapolseknya AKP Sudirman SH.

Kegiatan Patroli malam ini dengan sasaran Obyek Vital, Tempat Keramian, pertokoan  dan pusat perbelanjaan di wilayah hukum Polsek Woha.

Patroli kegiatan rutin yang ditingkatkan (KRYD) bertujuan untuk menjaga stuasi keamanan dan ketertiban masyarakat serta mencegah dan meminimalisir terjadinya tindak kejahatan.

 

Kapolres Bima AKBP Eko Sutomo S.I.K.,M.I.K., melalui Kasi Humas AKP Adib Widayaka mengatakan bahwa pihaknya rutin melaksanakan Patroli KRYD bertujuan mengantisipasi terjadinya tindak kejahatan seperti Pencurian,dengan pemberatan, Pencurian dengan kekerasan, dan pencurian kendaraan bermotor.

”Kegiatan Patroli selalu kita tingkatkan karena tempat tempat keramaian ,pertokoan  pusat perbelanjaan, dan permukiman warga sangat rawan terjadinya aksi tindak kejahatan” Ujarnya.

Selain melaksanakan kegiatan patroli tersebut Personil Polsek Woha memberikan himbauan  dan menyampaikan pesan – pesan kamtibmas kepada warga agar ikut berperan serta  secara aktif dalam memelihara kamtibmas dengan meningkatkan pengawasan dan kewaspadaan  di wilayahnya masing masing.

Patroli yang rutin dilakukan oleh Personil Polsek Woha tentunya kami berharap  stuasi kamtibmas tetap aman dan kondusif , serta Potensi terjadinya tindak kejahatan dapat kami cegah serta diminimalisir ” Tutupnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…