Berita

Perkuat Ketahanan Pangan, Anggota Polres Sumbawa Barat Bhabinkamtibmas Desa Sermong Berikan Bibit Bebek Petelur

×

Perkuat Ketahanan Pangan, Anggota Polres Sumbawa Barat Bhabinkamtibmas Desa Sermong Berikan Bibit Bebek Petelur

Share this article

Sumbawa Barat, NTB – Perkuat ketahanan pangan nasional, Bhabinkamtibmas Desa Sermong, Brigadir Kamaludin, anggota Polsek Taliwang, telah memberikan bantuan bibit bebek petelur kepada warganya yang terkena dampak banjir di Dusun Longa Desa Sermong Kecamatan Taliwang Kabupaten Sumbawa Barat.

Kapolres Sumbawa Barat, AKBP Zulkarnain, S.I.K., melalui Kasi Humas, AKP Zainal Abidin, S.H., mengatakan, pemberian bantuan bibit bebek petelur kepada peternak bebek yang bebeknya mengalamai stres disebabkan kandangnya terendam banjir dan mengakibatkan bebeknya berhenti bertelur sehingga dijual.

“Dalam kesempatan tersebut, anggota Bhabinkamtibmas memberikan bantuan bibit bebek petelur sebanyak 36 ekor beserta pakan dan obat-obatan. Agar peternak bebek petelur merawat bebeknya dengan bagus agar dapat memproduksi telur dengan maksimal,” jelasnya pada Selasa (25/03/2025).

Kasi Humas menambahkan, Brigadir Kamaludin selaku Bhabinkamtibmas Desa Sermong memang intens melakukan pembinaan peternak bebek maupun ayam dengan memberikan bibit serta memberikan edukasi cara beternak bebek agar dapat hasil yang maksimal. Apabila ada kendala hubungi Bhabinkamtibmas tersebut agar dicarikan solusi.

“Melalui program pemberdayaan ini, Polres Sumbawa Barat tidak hanya menjalankan tugas dalam menjaga keamanan, tetapi juga turut berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pendekatan sosial dan ekonomi,” terang AKP Zainal.

AKP Zainal menegaskan, pemberian bibit bebek petelur ini menjadi langkah nyata Bhabinkamtibmas Desa Sermong dalam menggerakkan masyarakat untuk lebih produktif dan mandiri, membangun desa yang lebih kuat secara ekonomi, sekaligus mendukung ketahanan pangan nasional.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4. Intip Strategi Energi Terbarukan Tiongkok, Delegasi PKN I Angkatan 69 Dorong 6 Langkah untuk RI BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan 69, mengkaji strategi penguatan energi terbarukan di Tiongkok. Studi pada 26–30 Oktober 2026 ini menghasilkan enam rekomendasi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia, mulai dari penguatan jaringan listrik hingga kepastian investasi. Dipimpin Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq, delegasi berdiskusi dengan China National Academy of Governance (CNAG) dan National Energy Administration (NEA), serta mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Yanqing di kawasan Longqingxia, Beijing. Kepala LAN Muhammad Taufiq menegaskan pentingnya kepemimpinan adaptif dan kolaborasi lintas sektor, dalam menghadapi tantangan transisi energi. “Pengalaman Tiongkok dalam tata kelola publik, pemanfaatan energi baru terbarukan, teknologi PLTS, serta integrasi jaringan energi menjadi pembelajaran berharga bagi delegasi kami,” ujar Taufiq, Selasa (27/10/2026). Sementara Ketua Angkatan PKN I/69 I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya mengatakan, pengembangan energi bersih membutuhkan perencanaan terpadu, kesiapan jaringan, dan teknologi penyimpanan energi. “Kunjungan ke PLTS Longqingxia memberikan pembelajaran tentang tata kelola pembangkit energi bersih. Kami juga mendalami pengembangan sistem kelistrikan Tiongkok yang mengandalkan energi surya dan angin, didukung penguatan jaringan serta penyimpanan energi,” jelasnya. Menurutnya, pembelajaran tersebut relevan dengan RUPTL PLN 2025–2034 yang menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan energi sebesar 69,5 gigawatt (GW). Dari jumlah tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk energi baru terbarukan (EBT), termasuk 17,1 GW tenaga surya. Sekretaris Angkatan PKN I/69, Mohammad Averrouce, menekankan pentingnya kepastian investasi, pengembangan industri nasional, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. “Kesiapan jaringan transmisi dan kepastian pembiayaan menjadi kunci. Penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga perlu berjalan bersama alih teknologi dan pengembangan tenaga kerja agar transisi energi membuka lebih banyak lapangan kerja hijau,” ungkapnya. Dari studi ke Tiongkok tersebut, delegasi merumuskan enam rekomendasi utama, yakni menyelaraskan pembangunan pembangkit dan jaringan listrik, mempercepat pengembangan sistem penyimpanan energi baterai (BESS), memperkuat kepastian investasi, menyederhanakan koordinasi perizinan dan pemanfaatan lahan, mengembangkan industri nasional, serta memperluas digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan artifisial. Seluruh rekomendasi akan dituangkan dalam policy brief dan Matriks Adaptasi Kebijakan, sebagai masukan bagi kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Hasil studi itu juga diharapkan mempercepat pengembangan energi terbarukan, memperkuat keandalan pasokan listrik, meningkatkan daya saing industri, serta memperluas lapangan kerja hijau di Indonesia.
Berita

  BEIJING — Delegasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN)…