{"id":8076,"date":"2025-02-25T04:08:23","date_gmt":"2025-02-25T04:08:23","guid":{"rendered":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/?p=8076"},"modified":"2025-02-25T04:08:24","modified_gmt":"2025-02-25T04:08:24","slug":"kisah-polisi-tahfidz-al-quran-konsisten-jalankan-tugas-dan-mengajar","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/2025\/02\/25\/kisah-polisi-tahfidz-al-quran-konsisten-jalankan-tugas-dan-mengajar\/","title":{"rendered":"Kisah Polisi Tahfidz Al-Qur\u2019an, Konsisten Jalankan Tugas dan Mengajar"},"content":{"rendered":"<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Jakarta. Seorang santri asal Kabupaten Pandeglang, Banten, berhasil lolos menjadi anggota Polri. Dia adalah Muhammad Zainal Fajar yang merupakan tahfidz Qur\u2019an.<\/p>\n<p>Dia mengaku tak pernah menyangka bahwa kemampuannya menghafal Al-Qur&#8217;an membawanya jadi polisi. Zainal diterima sebagai anggota Polri melalui jalur rekrutmen proaktif yang memberikan kesempatan bagi mereka yang memiliki keahlian khusus, salah satunya hafalan Al-Qur&#8217;an minimal 10 juz.<\/p>\n<p>Dengan kegigihan dan niat tulusnya, Zainal pun dinyatakan lulus tanpa dipungut biaya sepeser pun. Dia kini aktif bertugas di Kesatuan Brimob Polda Metro Jaya dengan pangkat Bripda.<\/p>\n<p>&#8220;Saya tak menyangka hafalan Al-Qur&#8217;an bisa menjadi jalan saya menjadi polisi. Alhamdulillah, saya lulus tanpa biaya atau pungli dari siapa pun,&#8221; ujar Bripda Zainal dalam keterangannya, Selasa<br \/>\n(25\/2\/25).<\/p>\n<p>Diakuinya, kecintaannya pada Al-Qur&#8217;an tetap terjaga meski tugas di Batalyon Pelopor Sat Brimob Polda Metro Jaya tengah diembannya. Zainal justru aktif mengajar di Taman Pendidikan Al-Qur&#8217;an (TPA) Mako Brimob sebagai bentuk pengabdian dan ibadah.<\/p>\n<p>&#8220;Mengajar di TPA sudah jadi rutinitas saya. Ini bagian dari berbagi ilmu, mencari keberkahan, dan juga amal jariyah,&#8221; jelasnya.<\/p>\n<p>Bripda Zainal menjadi bukti bahwa anggota kepolisian tidak hanya bertugas menjaga keamanan, tetapi juga berkontribusi dalam membangun generasi yang berakhlak dan berilmu.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>&nbsp; Jakarta. Seorang santri asal Kabupaten Pandeglang, Banten,&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-8076","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8076","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=8076"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8076\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":8077,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8076\/revisions\/8077"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=8076"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=8076"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=8076"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}