{"id":6748,"date":"2025-02-11T01:13:34","date_gmt":"2025-02-11T01:13:34","guid":{"rendered":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/?p=6748"},"modified":"2025-02-11T01:13:36","modified_gmt":"2025-02-11T01:13:36","slug":"polres-loteng-amankan-pasutri-penjual-narkoba-di-praya-timur","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/2025\/02\/11\/polres-loteng-amankan-pasutri-penjual-narkoba-di-praya-timur\/","title":{"rendered":"Polres Loteng Amankan Pasutri Penjual Narkoba di Praya Timur"},"content":{"rendered":"<p>Lombok Tengah, (NTB)-Satuan Reserse Narkoba Polres Lombok Tengah, Polda Nusa Tenggara Barat, mengamankan sepasang suami istri (pasutri) berinisial AD dan E karena diduga menjual dan penyalahgunaan narkoba jenis sabu di Desa Beleka, Kecamatan Praya Timur.<\/p>\n<p>&#8220;Keduanya diamankan di di rumahnya di Kecamatan Praya Timur pada Jumat malam sekira pukul 11.00 Wita,&#8221; kata Kasat Narkoba Polres Lombok Tengah IPTU Fedy Miharja dalam keterangannya, di Praya, Minggu.<\/p>\n<p>Mereka ditangkap setelah petugas memperoleh informasi dari masyarakat sekitar dan langsung melakukan penyelidikan.<\/p>\n<p>Saat melakukan penyelidikan itulah, kata Fedy, petugas mendapati terduga AD dan E yang diduga melakukan transaksi menjual narkoba jenis sabu di wilayah setempat. Saat dilakukan penggeledahan ditemukan sabu seberat 1,59 gram di rumahnya.<\/p>\n<p>&#8220;Selain itu, barang bukti berupa dua unit HP android, uang Rp. 500.000, timbangan digital dan serangkaian alat hisap juga turut diamankan dan disita petugas ,&#8221; kata Fedy.<\/p>\n<p>Saat ini kedua terduga pelaku menjalani pemeriksaan intensif di ruang penyidik Satresnarkoba guna untuk melakukan pengembangan.<\/p>\n<p>Menurutnya, penangkapan ini merupakan bentuk kepedulian warga masyarakat Kabupaten Lombok Tengah yang memberikan informasi kepada pihak kepolisian di wilayahnya.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Lombok Tengah, (NTB)-Satuan Reserse Narkoba Polres Lombok Tengah,&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-6748","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6748","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=6748"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6748\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":6749,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6748\/revisions\/6749"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=6748"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=6748"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=6748"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}