{"id":62946,"date":"2026-10-15T09:18:19","date_gmt":"2026-10-15T01:18:19","guid":{"rendered":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/?p=62946"},"modified":"2026-10-15T01:18:20","modified_gmt":"2026-10-15T01:18:20","slug":"empat-santri-terseret-arus-di-pantai-petani-lunyuk-satu-meninggal-dunia-dan-tiga-masih-dalam-pencarian-tim-gabungan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/2026\/10\/15\/empat-santri-terseret-arus-di-pantai-petani-lunyuk-satu-meninggal-dunia-dan-tiga-masih-dalam-pencarian-tim-gabungan\/","title":{"rendered":"Empat Santri Terseret Arus di Pantai Petani Lunyuk, Satu Meninggal Dunia dan Tiga Masih Dalam Pencarian Tim Gabungan"},"content":{"rendered":"<p data-path-to-node=\"1\">Sumbawa Besar, NTB\u00a0\u2013 Musibah tenggelam melanda rombongan santri Pondok Pesantren Al-Fatah Temboro yang tengah melaksanakan kegiatan silaturahmi dan dakwah di wilayah Kecamatan Lunyuk. Empat orang santri terseret ombak saat mandi di kawasan wisata Pantai Petani, Desa Emang Lestari, Kecamatan Lunyuk, Kabupaten Sumbawa, Rabu (14\/10\/2026) pagi.<\/p>\n<p>Kapolres Sumbawa AKBP Marieta Dwi Ardhini, S.H., S.I.K., melalui Kapolsek Lunyuk IPTU Lalu Eka Prahardian, S.A.P., M.M.Inov., dalam aksi sigap setelah menerima laporan masuk. Personel Polsek Lunyuk yang dipimpin langsung oleh Kapolsek tiba di lokasi kejadian untuk mengamankan area, melakukan olah TKP awal, serta memimpin penyisiran darurat bersama personel Koramil 1607-07 Lunyuk dan warga lokal.<\/p>\n<p>&#8220;Dalam insiden tersebut, satu orang santri ditemukan dan dievakuasi ke Puskesmas Lunyuk namun dinyatakan meninggal dunia, sedangkan tiga korban lainnya hingga saat ini masih dalam proses pencarian intensif oleh tim gabungan Polsek Lunyuk, TNI, dan warga setempat,&#8221; ujar Kapolsek Lunyuk di lokasi.<\/p>\n<p>Peristiwa bermula saat rombongan dakwah Ponpes Al-Fatah Temboro, Magetan, Jawa Timur, yang berjumlah 11 orang tiba di Pantai Petani bersama warga dan pendamping lokal dengan total rombongan sekitar 11 orang. Sebelum berenang, salah seorang anggota rombongan telah memberikan peringatan agar tidak mandi di area sebelah timur pantai, khususnya di sekitar gugusan bebatuan Batu Pampang yang dikenal berarus deras. Namun, sekitar pukul 07.00 WITA, empat orang santri terseret gelombang air laut saat berenang di area pantai tersebut.<\/p>\n<p data-path-to-node=\"6\">Warga dan personel kepolisian yang berada di lokasi segera bergerak melakukan pertolongan darurat. Salah satu korban atas nama AS (21), asal Kota Makassar, berhasil dievakuasi ke pesisir dan langsung dilarikan ke Puskesmas Lunyuk. Namun, setelah mendapatkan tindakan medis, korban dinyatakan meninggal dunia. Sementara itu, tiga orang korban lainnya yang masih dalam tahap pencarian yaitu MZ (17) asal Kota Palembang, MK (19) asal Kota Tangerang, serta MYA (20) asal Kabupaten Ponorogo.<\/p>\n<p data-path-to-node=\"8\">\n<p data-path-to-node=\"8,0\">&#8220;Kami menerima informasi musibah tenggelam ini pada Rabu pagi dan langsung mengerahkan personel ke lokasi untuk mendatangi TKP, berkoordinasi dengan Puskesmas Lunyuk, serta menggalang warga setempat untuk melakukan pencarian awal. Dugaan sementara para korban terseret arus kuat saat mandi di Pantai Petani,&#8221; pungkasnya.<\/p>\n<p data-path-to-node=\"10\">Hingga berita ini diturunkan, jajaran Polsek Lunyuk terus berkoordinasi erat dengan pimpinan rombongan, Badan SAR\/BPBD Kabupaten Sumbawa, serta instansi terkait guna menyisir area perairan Pantai Petani. Petugas mengimbau warga dan wisatawan untuk mematuhi arahan keselamatan serta mewaspadai gelombang laut di pesisir selatan Sumbawa. (Hps)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sumbawa Besar, NTB\u00a0\u2013 Musibah tenggelam melanda rombongan santri&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":62948,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-62946","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/62946","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=62946"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/62946\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":62947,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/62946\/revisions\/62947"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/62948"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=62946"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=62946"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=62946"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}