{"id":61377,"date":"2026-10-03T12:40:10","date_gmt":"2026-10-03T04:40:10","guid":{"rendered":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/?p=61377"},"modified":"2026-10-03T04:40:11","modified_gmt":"2026-10-03T04:40:11","slug":"polsek-pekat-amankan-tradisi-nyongkolan-cegah-kemacetan-dan-jaga-kamtibmas","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/2026\/10\/03\/polsek-pekat-amankan-tradisi-nyongkolan-cegah-kemacetan-dan-jaga-kamtibmas\/","title":{"rendered":"Polsek Pekat Amankan Tradisi Nyongkolan, Cegah Kemacetan dan Jaga Kamtibmas"},"content":{"rendered":"<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Dompu, NTB \u2013 Personel Polsek Pekat melaksanakan pengamanan kegiatan adat masyarakat Suku Sasak berupa tradisi Nyongkolan di Dusun Media, Desa Sorinomo, Kecamatan Pekat, Kabupaten Dompu, Jumat (2\/10\/2026) sekitar pukul 16.00 WITA.<\/p>\n<p>Kegiatan adat tersebut diikuti sekitar 200 orang yang terdiri dari keluarga pengantin dan masyarakat lainnya. Rangkaian Nyongkolan dilaksanakan dengan berjalan kaki menuju rumah pengantin perempuan, dengan iringan kesenian tradisional Suku Sasak Gendang Beleq.<\/p>\n<p>Adapun rute yang dilalui peserta dimulai dari jalan raya depan Kantor Desa Sorinomo dan berakhir di rumah pengantin perempuan yang berada di Dusun Media, Desa Sorinomo.<\/p>\n<p>Untuk memastikan kegiatan berjalan aman dan lancar, personel Polsek Pekat melakukan pengamanan sekaligus pengaturan arus lalu lintas di sepanjang rute yang dilalui peserta. Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah terjadinya penumpukan kendaraan maupun kemacetan serta memberikan pelayanan kepada masyarakat pengguna jalan.<\/p>\n<p>Kapolsek Pekat IPTU Jubaidin mengatakan, pengamanan dilakukan sebagai bentuk pelayanan Kepolisian kepada masyarakat, khususnya dalam mengantisipasi gangguan Kamtibmas dan kelancaran arus lalu lintas selama kegiatan Nyongkolan berlangsung.<\/p>\n<p>\u201cPersonel kami melakukan pengamanan dan pengaturan arus lalu lintas di sepanjang rute Nyongkolan. Hal ini dilakukan agar kegiatan adat masyarakat dapat berjalan dengan aman dan lancar, sekaligus memastikan pengguna jalan tetap dapat beraktivitas tanpa terganggu oleh adanya kegiatan tersebut,\u201d ujar IPTU Jubaidin.<\/p>\n<p>Ia menambahkan, pihaknya juga melakukan komunikasi dan koordinasi dengan tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda serta pemerintah desa guna bersama-sama menjaga situasi tetap kondusif.<\/p>\n<p>\u201cKami mengimbau kepada seluruh peserta kegiatan agar tetap tertib selama perjalanan, mengikuti arahan petugas dan tidak menggunakan badan jalan secara berlebihan sehingga tidak menghambat pengguna jalan lainnya,\u201d tambahnya.<\/p>\n<p>Kegiatan pengamanan berakhir sekitar pukul 17.40 WITA. Selama kegiatan berlangsung, situasi berjalan aman, tertib dan arus lalu lintas dapat dikendalikan sehingga tidak terjadi kemacetan yang mengganggu aktivitas masyarakat.<\/p>\n<p>Kapolres Dompu AKBP Sodikin Fahrojin Nur, S.I.K. melalui Kasi Humas Polres Dompu IPTU I Nyoman Suardika, Kapolres Dompu mengapresiasi pelaksanaan pengamanan yang dilakukan personel Polsek Pekat sebagai bentuk kehadiran Polri dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.<\/p>\n<p>\u201cSetiap kegiatan masyarakat yang menggunakan atau melintasi badan jalan perlu mendapatkan pengamanan dan pengaturan agar seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan tertib serta tidak mengganggu pengguna jalan lainnya,\u201d jelas IPTU I Nyoman Suardika.<\/p>\n<p>Ia juga mengajak masyarakat yang melaksanakan kegiatan adat maupun kegiatan lainnya untuk berkoordinasi dengan pihak Kepolisian sehingga pengamanan dan pengaturan lalu lintas dapat dipersiapkan dengan baik.<\/p>\n<p>\u201cKami mengimbau seluruh masyarakat untuk tetap tertib, saling menghormati dan mengikuti arahan petugas di lapangan. Dengan kerja sama antara Kepolisian, pemerintah desa dan masyarakat, kegiatan adat dapat berlangsung aman, lancar dan tetap menjaga Kamtibmas,\u201d pungkasnya.<\/p>\n<p>Demikian Rilisan Resmi Humas Polres Dompu<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>&nbsp; Dompu, NTB \u2013 Personel Polsek Pekat melaksanakan&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":61379,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-61377","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/61377","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=61377"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/61377\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":61378,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/61377\/revisions\/61378"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/61379"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=61377"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=61377"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=61377"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}