{"id":5833,"date":"2025-01-26T08:39:52","date_gmt":"2025-01-26T08:39:52","guid":{"rendered":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/?p=5833"},"modified":"2025-01-26T08:39:52","modified_gmt":"2025-01-26T08:39:52","slug":"harmoni-tradisi-dan-keamanan-polisi-kawal-prosesi-nyongkolan-di-dua-lokasi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/2025\/01\/26\/harmoni-tradisi-dan-keamanan-polisi-kawal-prosesi-nyongkolan-di-dua-lokasi\/","title":{"rendered":"Harmoni Tradisi dan Keamanan: Polisi Kawal Prosesi Nyongkolan di Dua Lokasi"},"content":{"rendered":"<p data-sourcepos=\"3:1-3:379\"><strong>Lembar, Lombok Barat \u2013<\/strong> <span class=\"citation-0 citation-end-0\">Tradisi Nyongkolan, sebuah ritual adat yang khas bagi masyarakat Lombok, kembali digelar di wilayah hukum Polsek Lembar pada hari<\/span> Sabtu, 25 Januari 2025. Prosesi yang merupakan bagian penting dari rangkaian pernikahan adat ini berlangsung dengan aman dan kondusif berkat pengamanan dan monitoring yang dilakukan oleh jajaran Polsek Lembar.<\/p>\n<p data-sourcepos=\"5:1-5:451\"><span class=\"citation-1 citation-end-1\">Nyongkolan, bagi masyarakat Lombok, bukan sekadar prosesi mengantar pengantin pria ke rumah mempelai wanita. Lebih dari itu, Nyongkolan mengandung nilai-nilai luhur seperti kebersamaan, gotong royong, dan penghormatan terhadap adat istiadat.<\/span> Iring-iringan pengantin pria beserta keluarga dan kerabat berjalan kaki atau menggunakan kendaraan hias, diiringi musik tradisional seperti kecimol, menciptakan suasana meriah dan penuh suka cita.<\/p>\n<p data-sourcepos=\"7:1-7:299\">Pengamanan dan monitoring yang dilakukan oleh Polsek Lembar bertujuan untuk memastikan kelancaran dan keamanan prosesi Nyongkolan. Kapolsek Lembar, Ipda Joko Rudiantoro, S.H., M.H., menjelaskan bahwa pihaknya telah menerjunkan personel untuk mengawal jalannya acara di dua titik lokasi yang berbeda.<\/p>\n<h3 data-sourcepos=\"9:1-9:57\">Dua Titik Lokasi Nyongkolan Mendapat Pengawalan Ketat<\/h3>\n<p data-sourcepos=\"11:1-11:279\">\u201cPada hari Sabtu, 25 Januari 2025, mulai pukul 16.30 WITA, kami melaksanakan pengamanan dan monitoring kegiatan tradisi adat Nyongkolan di wilayah hukum Polsek Lembar,\u201d ujar Ipda Joko Rudiantoro. \u201cTerdapat dua titik lokasi kegiatan Nyongkolan yang menjadi fokus pengamanan kami.\u201d<\/p>\n<p data-sourcepos=\"13:1-13:40\">Adapun dua titik lokasi tersebut adalah:<\/p>\n<ul data-sourcepos=\"15:1-17:0\">\n<li data-sourcepos=\"15:1-15:121\">Nyongkolan warga dari Dusun Batusamban, Desa Lembar Selatan, menuju Dusun Beroro, Desa Jakem Timur, Kecamatan Lembar.<\/li>\n<li data-sourcepos=\"16:1-17:0\">Nyongkolan warga dari Dusun Pengantap, Desa Persiapan Pengantap, Kecamatan Sekotong, menuju Dusun Jelateng Baru, Desa Eyat Mayang, Kecamatan Lembar.<\/li>\n<\/ul>\n<p data-sourcepos=\"18:1-18:301\">Prosesi Nyongkolan di wilayah hukum Polsek Lembar umumnya menggunakan jalur dusun, dimulai dari sekitar rumah mempelai pria dan berjalan arak-arakan menuju rumah mempelai wanita. Iringan musik kecimol menambah semarak suasana, menghibur para peserta dan masyarakat yang menyaksikan di sepanjang jalan.<\/p>\n<h3 data-sourcepos=\"20:1-20:52\">Kerja Sama dan Koordinasi untuk Kelancaran Acara<\/h3>\n<p data-sourcepos=\"22:1-22:349\">Ipda Joko Rudiantoro menambahkan bahwa pengamanan ini juga melibatkan Bhabinkamtibmas setempat, yang berperan penting dalam koordinasi dan komunikasi dengan masyarakat. \u201cKami berkoordinasi dengan Bhabinkamtibmas untuk memastikan informasi terkait kegiatan Nyongkolan sampai kepada kami dan kami dapat mempersiapkan pengamanan dengan baik,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p data-sourcepos=\"24:1-24:318\">Pengamanan yang dilakukan oleh Polsek Lembar tidak hanya berfokus pada potensi gangguan keamanan, tetapi juga pada pengaturan lalu lintas dan kelancaran jalannya prosesi. Hal ini penting mengingat iring-iringan Nyongkolan seringkali melibatkan banyak orang dan dapat mempengaruhi arus lalu lintas di jalan-jalan dusun.<\/p>\n<h3 data-sourcepos=\"26:1-26:40\">Tradisi Berjalan Lancar dan Kondusif<\/h3>\n<p data-sourcepos=\"28:1-28:226\">Secara keseluruhan, kegiatan tradisi adat Nyongkolan di dua titik lokasi tersebut berjalan dengan aman, lancar, dan kondusif. Prosesi berakhir pada pukul 18.20 WITA, meninggalkan kesan positif bagi masyarakat dan para peserta.<\/p>\n<p data-sourcepos=\"30:1-30:322\">\u201cAlhamdulillah, seluruh rangkaian kegiatan Nyongkolan berjalan dengan lancar dan kondusif. Ini berkat kerja sama yang baik antara pihak kepolisian, Bhabinkamtibmas, dan masyarakat,\u201d ungkap Ipda Joko Rudiantoro. \u201cKami berharap tradisi Nyongkolan ini dapat terus dilestarikan dan menjadi bagian dari kekayaan budaya Lombok.\u201d<\/p>\n<p data-sourcepos=\"32:1-32:376\">Pengamanan yang dilakukan oleh Polsek Lembar merupakan wujud komitmen kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, sekaligus mendukung pelestarian nilai-nilai budaya dan tradisi yang ada. Kehadiran polisi di tengah-tengah masyarakat dalam kegiatan adat seperti Nyongkolan juga mempererat tali silaturahmi dan membangun kepercayaan antara polisi dan masyarakat.<\/p>\n<p data-sourcepos=\"34:1-34:284\">Dengan pengamanan yang baik, diharapkan tradisi Nyongkolan dapat terus dilestarikan dan menjadi daya tarik wisata budaya di Lombok Barat. Tradisi ini tidak hanya menjadi bagian dari ritual pernikahan, tetapi juga menjadi ajang silaturahmi dan mempererat persaudaraan antar masyarakat.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Lembar, Lombok Barat \u2013 Tradisi Nyongkolan, sebuah ritual&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[622,48,482,523,621,428,524],"class_list":["post-5833","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-berita","tag-budaya","tag-keamanan","tag-lombok","tag-nyongkolan","tag-pernikahan","tag-polisi","tag-tradisi"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5833","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5833"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5833\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5834,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5833\/revisions\/5834"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5833"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5833"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5833"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}