{"id":5663,"date":"2025-01-23T04:33:57","date_gmt":"2025-01-23T04:33:57","guid":{"rendered":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/?p=5663"},"modified":"2025-01-23T04:33:58","modified_gmt":"2025-01-23T04:33:58","slug":"tim-k-9-polda-jateng-berhasil-temukan-jenazah-bayi-5-bulan-yang-tertimbun-tanah-longsor","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/2025\/01\/23\/tim-k-9-polda-jateng-berhasil-temukan-jenazah-bayi-5-bulan-yang-tertimbun-tanah-longsor\/","title":{"rendered":"Tim K-9 Polda Jateng Berhasil Temukan Jenazah Bayi 5 Bulan yang Tertimbun Tanah Longsor"},"content":{"rendered":"<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Jakarta. Tim K-9 Polda Jawa Tengah menemukan jenazah bayi berusia 5 bulan yang tertimbun akibat tanah longsor di Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah.<\/p>\n<p>Bayi itu Bernama Abiyan. Tubuh Abiyan ditemukan dalam keadaan tertutup selendang, di bawah springbed yang tersangkut pohon bambu, dekat aliran air.<\/p>\n<p>Paman Abiyan yang ikut dalam penggalian tersebut tidak mampu menahan tangis saat menyaksikan regu penolong menemukan Abiyan.<\/p>\n<p>&#8220;Paman korban menangis histeris saat Abiyan ditemukan. Jenazah langsung dibawa ke posko induk,&#8221; ujar Agus Yusuf, anggota SAR Bumi Santri Pekalongan, Kamis (23\/1\/25).<\/p>\n<p>Sementara ibu Abiyan, juga tewas dalam bencana tersebut. Sedangkan sang ayah, belum diketahui keberadaannya.<\/p>\n<p>Hingga Kamis (23\/1), proses pencarian korban longsor dan banjir bandang ini masih terus dilakukan oleh Tim SAR gabungan. Mereka berharap dapat menemukan korban lain yang mungkin masih tertimbun.<\/p>\n<p>Korban meninggal dunia longsor di Petungkriyono, Pekalongan, Jateng, terus bertambah. Hingga Rabu (22\/1), jumlah korban longsor Pekalongan yang sudah ditemukan meninggal dunia berjumlah 21 orang, termasuk balita berusia 5 bulan. Sementara 5 orang masih dinyatakan dalam pencarian.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>&nbsp; Jakarta. Tim K-9 Polda Jawa Tengah menemukan&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-5663","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5663","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5663"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5663\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5664,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5663\/revisions\/5664"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5663"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5663"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5663"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}