{"id":4752,"date":"2025-01-08T03:00:47","date_gmt":"2025-01-08T03:00:47","guid":{"rendered":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/?p=4752"},"modified":"2025-01-08T03:00:48","modified_gmt":"2025-01-08T03:00:48","slug":"polres-loteng-dalami-kasus-dugaan-pelecehan-seksual-oleh-pimpinan-ponpes-di-pringgarata","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/2025\/01\/08\/polres-loteng-dalami-kasus-dugaan-pelecehan-seksual-oleh-pimpinan-ponpes-di-pringgarata\/","title":{"rendered":"Polres Loteng Dalami Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Oleh Pimpinan Ponpes di Pringgarata."},"content":{"rendered":"<p>Lombok Tengah, (NTB) &#8211; Satuan Reserse Kriminal Polres Lombok Tengah saat ini sedang mendalami kasus dugaan pelecehan seksual santriwati oleh salah seroang pimpinan Pondok Pesantren inisial TQH di Kecamatan Pringgarata.<\/p>\n<p>\u201cSaat ini kita baru menerima laporan dari para korban,\u201d kata Kasat Reskrim IPTU Luk Luk il Maqnum, STrK., SIK., MH saat dikonfirmasi, Senin (6\/1).<\/p>\n<p>Ia mengatakan saat ini baru ada tiga korban yang sudah melaporkan kejadian tersebut. Ketiga korban merupakan santriwati yang sekolah di pondok pesantren tersebut.<\/p>\n<p>\u201cSaat ini baru ada tiga korban yang melapor, mereka didampingi langsung oleh orang tuanya,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p>Ia menerangkan kejadian dugaan pelecehan seksual tersebut terjadi dua tahun yang lalu sekitar tahun 2023. Kejadian tersebut sempat dilakukan perdamaian enam bulan yang lalu dan diselesaikan secara kekeluargaan.<\/p>\n<p>\u201cNamun tadi malam pihak keluarga mendatangi pondok pesantren dan meminta agar membatalkan perdamaian yang telah disepakati dan menuntut agar permasalahan diselesaikan dengan proses hukum,\u201dterangnya.<\/p>\n<p>Kemudian, lanjut Kasat Reskrim pihaknya langsung menuju ke TKP untuk mengamankan pimpinan Pondok Pesantren guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.<\/p>\n<p>\u201cSaat ini kasus tersebut sedang kita tangani, nanti kita informasikan apabila ada perkembangan lebih lanjut,\u201d tutupnya.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Lombok Tengah, (NTB) &#8211; Satuan Reserse Kriminal Polres&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-4752","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4752","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4752"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4752\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4753,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4752\/revisions\/4753"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4752"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4752"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4752"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}