{"id":42459,"date":"2026-05-02T04:21:31","date_gmt":"2026-05-02T04:21:31","guid":{"rendered":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/?p=42459"},"modified":"2026-05-02T04:21:32","modified_gmt":"2026-05-02T04:21:32","slug":"polres-lombok-barat-perketat-keamanan-pelabuhan-gili-mas-lewat-patroli-dialogis-dan-inovasi-kemos-110","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/2026\/05\/02\/polres-lombok-barat-perketat-keamanan-pelabuhan-gili-mas-lewat-patroli-dialogis-dan-inovasi-kemos-110\/","title":{"rendered":"Polres Lombok Barat Perketat Keamanan Pelabuhan Gili Mas Lewat Patroli Dialogis dan Inovasi KEMOS 110"},"content":{"rendered":"<p data-path-to-node=\"1\"><b data-path-to-node=\"1\" data-index-in-node=\"0\">LOMBOK BARAT<\/b> \u2014 Dalam upaya memperkuat sistem keamanan dan mempercepat respons terhadap pengaduan masyarakat, Kepolisian Resor (Polres) Lombok Barat terus mengoptimalkan patroli dialogis di titik-titik vital transportasi. Salah satu fokus utama kali ini menyasar kawasan Pelabuhan Gili Mas, Lembar, yang merupakan gerbang logistik dan pariwisata penting di Nusa Tenggara Barat.<\/p>\n<p data-path-to-node=\"2\">Pada Sabtu, 2 Mei 2026, personel Unit Patroli Sat Samapta Polres Lombok Barat melaksanakan kegiatan preventif yang dikemas secara humanis. Langkah ini diambil untuk memastikan situasi Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) tetap kondusif, sekaligus mengenalkan inovasi layanan digital yang menjadi andalan baru Polres Lombok Barat, yakni <b data-path-to-node=\"2\" data-index-in-node=\"346\">KEMOS (Kecepatan Melayani SOS) 110<\/b>.<\/p>\n<h3 data-path-to-node=\"3\"><b data-path-to-node=\"3\" data-index-in-node=\"0\">Menjaga Stabilitas Kamtibmas di Kawasan Logistik<\/b><\/h3>\n<p data-path-to-node=\"4\">Kegiatan yang dimulai sejak pukul 10.00 WITA tersebut melibatkan personel Unit Patroli yang menyisir area pelabuhan dan sekitarnya. Fokus utamanya adalah memantau aktivitas distribusi logistik dan pergerakan penumpang kapal. Berdasarkan pemantauan di lapangan, arus kendaraan truk logistik nampak mengalami antrean di sepanjang jalan menuju pelabuhan. Namun, berkat koordinasi yang baik antara petugas patroli, petugas parkir, dan pihak sekuriti pelabuhan, situasi tersebut tetap terkendali dan arus lalu lintas berjalan lancar.<\/p>\n<p data-path-to-node=\"5\">Kapolres Lombok Barat, Polda NTB, AKBP Yasmara Harahap, S.I.K., M.Si., melalui Kasat Samapta, Iptu Eko Nugroho, S.H., menegaskan bahwa kehadiran polisi di tengah masyarakat adalah kunci dari tindakan pencegahan kejahatan. Menurutnya, interaksi langsung dengan masyarakat dapat mempersempit ruang gerak pelaku tindak pidana.<\/p>\n<p data-path-to-node=\"6,0\">&#8220;Kami menginstruksikan personel untuk tidak hanya sekadar berkeliling, tetapi benar-benar menjalin komunikasi dialogis dengan para penumpang kapal maupun para sopir truk. Kami ingin memastikan mereka merasa aman selama berada di wilayah hukum Polres Lombok Barat. Jika masyarakat merasa dijaga, maka stabilitas keamanan akan terbangun dengan sendirinya,&#8221; ujar Iptu Eko Nugroho dalam keterangan resminya.<\/p>\n<h3 data-path-to-node=\"7\"><b data-path-to-node=\"7\" data-index-in-node=\"0\">Inovasi KEMOS 110: Solusi Darurat bagi Masyarakat<\/b><\/h3>\n<p data-path-to-node=\"8\">Poin krusial dalam patroli kali ini adalah sosialisasi inovasi unggulan Sat Samapta Polres Lombok Barat yang dinamakan <b data-path-to-node=\"8\" data-index-in-node=\"119\">KEMOS<\/b> atau Kecepatan Melayani SOS. Inovasi ini terintegrasi dengan layanan <i data-path-to-node=\"8\" data-index-in-node=\"194\">Call Center<\/i> 110 yang dirancang untuk memberikan respons cepat terhadap laporan yang bersifat mendesak atau <i data-path-to-node=\"8\" data-index-in-node=\"301\">urgent<\/i>.<\/p>\n<p data-path-to-node=\"9\">Masyarakat, khususnya para pengguna jasa pelabuhan, diberikan pemahaman mengenai betapa pentingnya memanfaatkan layanan ini saat menghadapi situasi darurat seperti tindak kriminal, kecelakaan, maupun gangguan keamanan lainnya. Iptu Eko Nugroho menjelaskan bahwa KEMOS merupakan jawaban atas kebutuhan masyarakat terhadap kecepatan layanan kepolisian di era digital.<\/p>\n<p data-path-to-node=\"10,0\">&#8220;Inovasi KEMOS ini kami sinkronkan dengan nomor darurat 110. Kami ingin masyarakat tahu bahwa bantuan polisi hanya sejauh genggaman telepon. Terutama bagi para sopir truk logistik yang sering melakukan perjalanan jauh dan berisiko mengalami musibah di jalan, layanan ini hadir untuk memberikan kepastian bahwa bantuan akan segera datang secara cepat dan tepat,&#8221; jelas Kasat Samapta.<\/p>\n<h3 data-path-to-node=\"11\"><b data-path-to-node=\"11\" data-index-in-node=\"0\">Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/b><\/h3>\n<p data-path-to-node=\"12\">Selain mengenalkan KEMOS, petugas di lapangan juga memberikan pesan-pesan Kamtibmas secara persuasif. Para sopir truk diingatkan untuk tetap waspada terhadap potensi tindak kejahatan jalanan, sementara para penumpang diimbau untuk menjaga barang bawaan mereka dengan teliti. Partisipasi aktif masyarakat dalam melaporkan hal-hal mencurigakan sangat diharapkan demi menjaga kenyamanan bersama di area pelabuhan.<\/p>\n<p data-path-to-node=\"13\">Pihak kepolisian menekankan bahwa keamanan bukan hanya tanggung jawab aparat, melainkan hasil kolaborasi antara petugas dan seluruh elemen masyarakat. Melalui patroli dialogis ini, Polres Lombok Barat berharap dapat membangun ikatan kepercayaan yang lebih kuat dengan masyarakat sehingga potensi gangguan keamanan dapat dideteksi dan dicegah sejak dini.<\/p>\n<p data-path-to-node=\"14\">Hingga kegiatan berakhir, situasi di Pelabuhan Gili Mas terpantau aman, tertib, dan lancar. Upaya proaktif dari Sat Samapta Polres Lombok Barat ini menunjukkan komitmen Polri dalam memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan yang prima, seiring dengan semangat transformasi menuju Polri yang semakin presisi di masa depan.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>LOMBOK BARAT \u2014 Dalam upaya memperkuat sistem keamanan&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":42461,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-42459","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/42459","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=42459"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/42459\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":42460,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/42459\/revisions\/42460"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/42461"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=42459"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=42459"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=42459"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}