{"id":42421,"date":"2026-05-02T03:49:58","date_gmt":"2026-05-02T03:49:58","guid":{"rendered":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/?p=42421"},"modified":"2026-05-02T03:50:00","modified_gmt":"2026-05-02T03:50:00","slug":"polsek-gerung-kawal-ketat-distribusi-puluhan-ton-jagung-petani-ke-gudang-bulog-demi-amankan-stok-pangan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/2026\/05\/02\/polsek-gerung-kawal-ketat-distribusi-puluhan-ton-jagung-petani-ke-gudang-bulog-demi-amankan-stok-pangan\/","title":{"rendered":"Polsek Gerung Kawal Ketat Distribusi Puluhan Ton Jagung Petani ke Gudang Bulog demi Amankan Stok Pangan"},"content":{"rendered":"<p data-path-to-node=\"1\"><b data-path-to-node=\"1\" data-index-in-node=\"0\">LOMBOK BARAT<\/b> \u2014 Upaya penguatan ketahanan pangan nasional terus diperkuat melalui pengawasan ketat dan pendampingan distribusi hasil pertanian di tingkat desa. Pada Sabtu pagi, 2 Mei 2026, jajaran Polsek Gerung, Polres Lombok Barat, melakukan pengawalan langsung terhadap pengiriman komoditas jagung dalam skala besar dari Desa Kebon Ayu menuju Gudang Bulog yang berlokasi di Desa Golong, Kecamatan Narmada.<\/p>\n<p data-path-to-node=\"2\">Langkah ini diambil guna memastikan rantai distribusi pangan dari petani lokal berjalan lancar tanpa hambatan, sekaligus menjamin kualitas dan kuantitas komoditas yang akan disimpan sebagai cadangan pangan daerah. Kehadiran personel kepolisian di tengah masyarakat tani diharapkan mampu memberikan rasa aman serta memotivasi para petani untuk terus meningkatkan produktivitas lahan mereka.<\/p>\n<h3 data-path-to-node=\"3\"><b data-path-to-node=\"3\" data-index-in-node=\"0\">Pendampingan Distribusi Jagung Menuju Gudang Bulog<\/b><\/h3>\n<p data-path-to-node=\"4\">Kegiatan yang dimulai sejak pukul 08.00 WITA tersebut melibatkan Bhabinkamtibmas Desa Kebon Ayu, Aiptu Lalu Mahjar. Dalam tugasnya, ia memantau langsung proses pemuatan hingga keberangkatan armada angkutan yang membawa hasil bumi milik warga setempat. Sebanyak dua unit truk dikerahkan untuk mengangkut puluhan ton jagung berkualitas tinggi tersebut menuju fasilitas penyimpanan milik pemerintah.<\/p>\n<p data-path-to-node=\"5\">Berdasarkan data di lapangan, armada pertama dengan nomor polisi DR 8767 DZ yang dikemudikan oleh Rifa\u2019i membawa sebanyak 150 karung jagung dengan bobot mencapai 10,500 ton. Sementara itu, truk kedua dengan nomor polisi DK 8086 PC yang dikemudikan oleh Arif mengangkut 172 karung dengan total berat 12,040 ton. Secara keseluruhan, total jagung yang didistribusikan ke Gudang Bulog Desa Golong mencapai 22,540 kilogram atau lebih dari 22 ton.<\/p>\n<p data-path-to-node=\"6\">Kapolres Lombok Barat, Polda NTB, AKBP Yasmara Harahap, S.I.K., M.Si., melalui Kapolsek Gerung, AKP Lale Dewi Lungit Tanauran, menegaskan bahwa kehadiran Polri dalam setiap tahapan distribusi pangan merupakan bentuk dukungan nyata terhadap program pemerintah dalam menjaga stabilitas stok pangan. Pihaknya berkomitmen untuk selalu hadir mengawal kepentingan para petani, terutama dalam memastikan hasil panen mereka terserap dengan baik oleh lembaga resmi seperti Bulog.<\/p>\n<p data-path-to-node=\"7,0\">&#8220;Kami memastikan bahwa setiap butir hasil keringat petani di wilayah Gerung, khususnya Desa Kebon Ayu, sampai ke tujuan dengan aman. Pendampingan oleh Bhabinkamtibmas ini bertujuan untuk meminimalisir kendala di perjalanan serta memberikan kepastian bahwa prosedur pengiriman telah sesuai dengan standar yang ditetapkan,&#8221; ujar AKP Lale Dewi Lungit Tanauran dalam keterangannya.<\/p>\n<h3 data-path-to-node=\"8\"><b data-path-to-node=\"8\" data-index-in-node=\"0\">Kualitas Komoditas dan Standar Kadar Air<\/b><\/h3>\n<p data-path-to-node=\"9\">Selain fokus pada aspek pengamanan, proses pengecekan kualitas juga menjadi perhatian utama sebelum jagung diberangkatkan. Sebelum dimuat ke dalam truk, petugas memastikan bahwa komoditas tersebut telah memenuhi syarat teknis agar tahan lama saat disimpan di gudang. Berdasarkan hasil pemeriksaan, jagung yang dikirim tersebut memiliki kadar air (KA) sebesar 11,8 persen, sebuah angka yang dinilai ideal untuk penyimpanan jangka panjang guna mencegah tumbuhnya jamur atau kerusakan kualitas.<\/p>\n<p data-path-to-node=\"10\">AKP Lale Dewi Lungit Tanauran menambahkan bahwa ketelitian dalam memantau bobot dan kualitas kadar air sangat krusial agar tidak ada pihak yang dirugikan, baik petani maupun pihak Bulog. Menurutnya, akurasi data pengiriman yang dicatat oleh personel di lapangan menjadi dasar transparansi yang kuat dalam kerja sama antara masyarakat dan instansi terkait.<\/p>\n<p data-path-to-node=\"11,0\">&#8220;Laporan dari anggota kami di lapangan menunjukkan bahwa total berat keseluruhan mencapai 22.540 kg dengan kadar air yang sangat baik yakni 11,8 KA. Ini membuktikan bahwa petani kita semakin paham akan pentingnya kualitas pascapanen agar nilai jual dan daya simpan produk mereka tetap tinggi di pasaran,&#8221; tambah Kapolsek Gerung.<\/p>\n<h3 data-path-to-node=\"12\"><b data-path-to-node=\"12\" data-index-in-node=\"0\">Mewujudkan Ketahanan Pangan Nasional dari Tingkat Desa<\/b><\/h3>\n<p data-path-to-node=\"13\">Pengiriman jagung ini bukan sekadar aktivitas ekonomi rutin, melainkan bagian dari visi besar untuk mewujudkan ketahanan pangan yang berkelanjutan di Kabupaten Lombok Barat. Dengan lancarnya penyerapan hasil panen oleh Bulog, diharapkan stabilitas harga di tingkat petani dapat terjaga, sehingga gairah bercocok tanam di masyarakat tetap tinggi.<\/p>\n<p data-path-to-node=\"14\">Hingga kegiatan berakhir, seluruh rangkaian proses pengiriman berjalan dengan aman, tertib, dan lancar. Personel Bhabinkamtibmas terus melakukan koordinasi dengan para sopir truk guna memastikan perjalanan menuju Kecamatan Narmada tidak menemui kendala teknis. Melalui sinergi antara Polri, petani, dan Bulog, diharapkan swasembada pangan di wilayah Nusa Tenggara Barat dapat terus dipertahankan dan menjadi contoh bagi wilayah lainnya dalam menjaga kedaulatan pangan nasional.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>LOMBOK BARAT \u2014 Upaya penguatan ketahanan pangan nasional&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":42423,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-42421","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/42421","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=42421"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/42421\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":42422,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/42421\/revisions\/42422"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/42423"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=42421"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=42421"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=42421"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}