{"id":42313,"date":"2026-05-01T05:05:52","date_gmt":"2026-05-01T05:05:52","guid":{"rendered":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/?p=42313"},"modified":"2026-05-01T05:05:53","modified_gmt":"2026-05-01T05:05:53","slug":"menjaga-nafas-bawah-laut-lombok-barat-bhayangkari-ntb-pimpin-penanaman-terumbu-karang-di-momen-hari-bumi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/2026\/05\/01\/menjaga-nafas-bawah-laut-lombok-barat-bhayangkari-ntb-pimpin-penanaman-terumbu-karang-di-momen-hari-bumi\/","title":{"rendered":"Menjaga Nafas Bawah Laut Lombok Barat: Bhayangkari NTB Pimpin Penanaman Terumbu Karang di Momen Hari Bumi"},"content":{"rendered":"<p><strong>Lombok Barat, NTB &#8211;<\/strong> Memperingati Hari Bumi ke-56, Ketua Bhayangkari Daerah Nusa Tenggara Barat (NTB), Ny. Uty Edy Murbowo, memimpin aksi penanaman terumbu karang di kawasan wisata Gili Sudak, Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat.<\/p>\n<p>Kegiatan yang berlangsung pada Kamis (30\/4\/2026) ini menjadi simbol kepedulian terhadap isu lingkungan global, dalam upaya menjaga keberlanjutan ekosistem bawah laut.<\/p>\n<p>Kawasan Sekotong yang dikenal dengan keindahan bawah lautnya dipilih sebagai lokasi strategis untuk melakukan restorasi karang.<\/p>\n<p>Dalam kegiatan ini, Ny. Uty Edy Murbowo beserta rombongan disambut langsung didampingi langsung oleh Ketua Bhayangkari Cabang Lombok Barat, Ny. Citra Yasmara.<\/p>\n<h3>Komitmen Pelestarian Lingkungan di Hari Bumi<\/h3>\n<p>Kegiatan dimulai sejak pagi hari ketika rombongan bertolak dari Pelabuhan Tawun menuju Gili Sudak.<\/p>\n<p>Momentum Hari Bumi ke-56 ini dimanfaatkan Bhayangkari Daerah NTB untuk mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya menjaga terumbu karang sebagai rumah bagi biota laut sekaligus pelindung garis pantai dari abrasi.<\/p>\n<p>Dalam sambutannya, Ny. Uty Edy Murbowo menyampaikan bahwa aksi ini bukan sekadar seremonial semata.<\/p>\n<p>Melainkan wujud tanggung jawab moral terhadap generasi mendatang. Ia menekankan bahwa kesehatan laut sangat bergantung pada kondisi terumbu karangnya.<\/p>\n<p>&#8220;Selain sebagai ajang silaturahmi, agenda utama kita adalah penanaman terumbu karang dalam rangka Hari Bumi ke-56. Semoga apa yang kita tanam hari ini dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi lingkungan. Serta stabilitas ekosistem laut, khususnya di wilayah Sekotong yang sangat indah ini,&#8221; ujar Ny. Uty Edy Murbowo.<\/p>\n<p>Langkah yang diambil oleh Bhayangkari sejalan dengan upaya Polri dalam menjaga sumber daya alam di wilayah hukum Polda NTB. Berharap kegiatan ini memicu kesadaran kolektif untuk tidak merusak ekosistem laut.<\/p>\n<p>&#8220;Kegiatan penanaman terumbu karang ini adalah langkah konkret dalam mendukung keberlanjutan lingkungan hidup. Merupakan investasi masa depan bagi sektor pariwisata dan kesejahteraan nelayan setempat,&#8221; ucap Ny. Uty Edy Murbowo.<\/p>\n<p>Senada dengan hal tersebut, Ketua Bhayangkari Cabang Lombok Barat, Ny. Citra Yasmara, menyatakan rasa bangganya atas terpilihnya Gili Sudak sebagai lokasi penanaman.<\/p>\n<p>Ia berharap keterlibatan Bhayangkari dapat memberikan dampak positif secara langsung terhadap kualitas terumbu karang di wilayah tersebut.<\/p>\n<h3>Prosesi Penanaman dan Pengamanan Kegiatan<\/h3>\n<p>Setelah pembukaan dan doa bersama, acara dilanjutkan dengan penyerahan terumbu karang secara simbolis.<\/p>\n<p>Puncak kegiatan ditandai dengan aksi menyelam (diving) yang dilakukan oleh Ketua Bhayangkari Daerah NTB didampingi Ketua Bhayangkari Cabang Lombok Barat untuk meletakkan media tanam karang di titik yang telah ditentukan.<\/p>\n<p>Dengan suksesnya kegiatan ini, diharapkan ekosistem laut Gili Sudak semakin lestari dan menjadi daya tarik wisata bahari yang berkelanjutan di masa depan.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Lombok Barat, NTB &#8211; Memperingati Hari Bumi ke-56,&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":42315,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-42313","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/42313","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=42313"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/42313\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":42314,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/42313\/revisions\/42314"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/42315"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=42313"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=42313"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=42313"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}