{"id":35172,"date":"2026-02-18T09:55:37","date_gmt":"2026-02-18T01:55:37","guid":{"rendered":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/?p=35172"},"modified":"2026-02-18T01:55:41","modified_gmt":"2026-02-18T01:55:41","slug":"wakapolda-ntb-resmikan-sppg-kopang-polres-loteng-dukung-program-mbg","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/2026\/02\/18\/wakapolda-ntb-resmikan-sppg-kopang-polres-loteng-dukung-program-mbg\/","title":{"rendered":"Wakapolda NTB Resmikan SPPG Kopang Polres Loteng, Dukung Program MBG. \u200e"},"content":{"rendered":"<p>\u200e\u200eLombok Tengah \u2013 Wakapolda NTB Brigjen Pol. Hari Nugroho, S.I.K resmikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kopang, Polres Lombok Tengah di Desa Kopang Rembiga, Kecamatan Kopang, Kabupaten Lombok Tengah, Jumat (13\/2).<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200ePeresmian ini menjadi langkah nyata Polres Lombok Tengah dalam mendukung program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) guna meningkatkan kualitas kesehatan dan gizi masyarakat, khususnya anak-anak sekolah, ibu menyusui dan lansia.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eKapolres Lombok Tengah AKBP Eko Yusmiarto, S.I.K., dalam sambutannya menyampaikan bahwa SPPG tersebut dikelola oleh Yayasan Kemala Bhayangkari dan akan menyalurkan program makan bergizi kepada ribuan penerima manfaat.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e\u201cMelalui SPPG ini, penerima manfaat terdiri dari anak sekolah tingkat SD hingga SMA, balita, ibu hamil, dan ibu menyusui. Total penerima manfaat mencapai 2.921 orang, meliputi 2.727 pelajar dari 21 sekolah serta 194 balita, ibu hamil, dan ibu menyusui,\u201d jelas Kapolres.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eIa menegaskan, pembangunan SPPG merupakan bentuk komitmen Polri dalam mendukung program pemerintah, khususnya program makan bergizi gratis yang menjadi salah satu prioritas nasional.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e\u201cDengan hadirnya SPPG ini, kami berharap tidak hanya meningkatkan gizi masyarakat, tetapi juga membuka peluang kerja serta menggerakkan perekonomian lokal, termasuk bagi petani dan pelaku UMKM,\u201d tambahnya.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eSementara itu, Wakapolda NTB Brigjen Pol. Hari Nugroho menyampaikan bahwa peresmian SPPG Polri merupakan wujud komitmen Polri dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pemenuhan gizi.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e\u201cPemenuhan gizi yang baik adalah pondasi utama dalam menciptakan generasi yang sehat, kuat, produktif, dan kompetitif. Program ini juga sejalan dengan upaya percepatan penurunan stunting dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,\u201d ujarnya.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eIa menambahkan, pembangunan SPPG Polri merupakan bagian dari dukungan terhadap program pemerintah yang dicanangkan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dalam Asta Cita, khususnya program makan bergizi gratis.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eWakapolda juga menyampaikan bahwa pada tahun 2026, Polda NTB menargetkan pembangunan 11 SPPG Polri di wilayah NTB. Saat ini, empat SPPG telah beroperasi, sementara beberapa lainnya masih dalam tahap pembangunan maupun proses survei oleh Badan Gizi Nasional.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e\u201cDengan beroperasinya SPPG ini, kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersinergi mendukung program pemerintah, serta memastikan pengelolaannya dilakukan secara profesional dan berkelanjutan,\u201d katanya.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eKehadiran SPPG Polri di Lombok Tengah diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata dalam peningkatan gizi masyarakat serta menciptakan generasi yang lebih sehat dan berkualitas.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>\u200e\u200eLombok Tengah \u2013 Wakapolda NTB Brigjen Pol. Hari&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":35174,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-35172","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/35172","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=35172"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/35172\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":35173,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/35172\/revisions\/35173"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/35174"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=35172"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=35172"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=35172"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}