{"id":34148,"date":"2026-02-02T11:16:11","date_gmt":"2026-02-02T03:16:11","guid":{"rendered":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/?p=34148"},"modified":"2026-02-02T03:16:12","modified_gmt":"2026-02-02T03:16:12","slug":"prof-zainal-asikin-polri-di-bawah-presiden-jaga-stabilitas-negara","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/2026\/02\/02\/prof-zainal-asikin-polri-di-bawah-presiden-jaga-stabilitas-negara\/","title":{"rendered":"Prof Zainal Asikin: Polri di Bawah Presiden Jaga Stabilitas Negara"},"content":{"rendered":"<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Mataram\u2014 Dukungan terhadap keberadaan Kepolisian Negara Republik Indonesia tetap di bawah Presiden, kembali datang dari kalangan akademisi. Dosen Fakultas Hukum, Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Mataram, Prof. Dr. H. Zainal Asikin, S.H., S.U., menilai posisi tersebut relevan dengan sistem ketatanegaraan Indonesia.<\/p>\n<p>Sapaan Prof. Asikin menilai pola komando Polri di bawah Presiden, memberi kejelasan arah kebijakan keamanan nasional. Skema ini dinilai mampu menjaga stabilitas negara, sekaligus memperkuat fungsi penegakan hukum secara terpusat.<\/p>\n<p>\u201cSecara konstitusional, Polri di bawah Presiden sudah tepat, karena Presiden memegang kekuasaan pemerintahan, dan bertanggung jawab langsung atas keamanan nasional,\u201d ujar Prof. Asikin.<\/p>\n<p>Ia menambahkan, perubahan posisi Polri berpotensi menimbulkan dampak luas, mulai dari aspek hukum hingga stabilitas sosial. Menurutnya, konsistensi kelembagaan perlu dijaga, agar Polri tetap fokus melayani masyarakat dan menjaga ketertiban umum.<\/p>\n<p>\u201cPenataan institusi Polri harus berpijak pada kepentingan bangsa dan negara, bukan kepentingan sesaat,\u201d tuturnya.<\/p>\n<p>Pandangan tersebut disampaikan Prof. Zainal Asikin dalam rekaman video yang diambil Jumat (30\/1\/2026). Pernyataan itu menambah deretan dukungan akademisi terhadap keberlanjutan posisi Polri di bawah Presiden.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>&nbsp; Mataram\u2014 Dukungan terhadap keberadaan Kepolisian Negara Republik&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":34150,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-34148","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/34148","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=34148"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/34148\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":34149,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/34148\/revisions\/34149"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/34150"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=34148"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=34148"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=34148"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}