{"id":33981,"date":"2026-01-30T13:08:23","date_gmt":"2026-01-30T05:08:23","guid":{"rendered":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/?p=33981"},"modified":"2026-01-30T05:08:26","modified_gmt":"2026-01-30T05:08:26","slug":"polsek-sekotong-dorong-warga-manfaatkan-pekarangan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/2026\/01\/30\/polsek-sekotong-dorong-warga-manfaatkan-pekarangan\/","title":{"rendered":"Polsek Sekotong Dorong Warga Manfaatkan Pekarangan"},"content":{"rendered":"<p data-path-to-node=\"3\"><strong>Lombok Barat,\u00a0NTB\u00a0\u2013<\/strong>\u00a0Upaya mewujudkan kedaulatan\u00a0pangan\u00a0nasional kini semakin masif dilakukan hingga ke tingkat\u00a0desa. Di wilayah hukum\u00a0Polres Lombok Barat, personel\u00a0Bhabinkamtibmas\u00a0Desa\u00a0Sekotong\u00a0Barat secara intensif terjun langsung ke lapangan untuk memberikan pendampingan serta memotivasi\u00a0warga\u00a0binaan dalam mengelola potensi\u00a0pertanian. Langkah ini diambil sebagai bagian dari dukungan nyata institusi\u00a0Polri\u00a0terhadap program\u00a0ketahanan pangan\u00a0nasional yang dicanangkan pemerintah.<\/p>\n<p data-path-to-node=\"4\">Pada Jumat (30\/1), personel kepolisian melakukan peninjauan strategis ke sejumlah titik\u00a0lahan produktif\u00a0di\u00a0Desa Sekotong Barat. Kegiatan ini tidak hanya sekadar monitoring formal, tetapi juga menjadi sarana dialog interaktif antara aparat penegak hukum dengan para\u00a0petani\u00a0guna mengidentifikasi kendala yang dihadapi di lapangan serta memastikan proses produksi pangan berjalan tanpa hambatan.<\/p>\n<h3 data-path-to-node=\"5\">Monitoring Lahan Jagung dan Pendampingan Petani<\/h3>\n<p data-path-to-node=\"6\">Fokus utama dalam kegiatan kali ini adalah memantau perkembangan budidaya\u00a0jagung\u00a0yang menjadi salah satu komoditas unggulan di wilayah\u00a0Sekotong Barat. Berdasarkan pantauan di lokasi, hamparan\u00a0tanaman jagung\u00a0milik warga terlihat tumbuh subur, menandakan adanya pengelolaan yang cukup baik oleh masyarakat setempat. Kehadiran Bhabinkamtibmas di tengah area persawahan menjadi pemandangan yang mempertegas kedekatan antara Polri dan sektor pertanian.<\/p>\n<p data-path-to-node=\"7\">Kapolres\u00a0Lombok\u00a0Barat,\u00a0Polda NTB, AKBP Yasmara Harahap, S.I.K., melalui Kapolsek Sekotong,\u00a0Iptu I Ketut Suriarta, SH., M.I.Kom., menegaskan bahwa kehadiran personel di lapangan bertujuan untuk memberikan rasa aman sekaligus dukungan teknis kepada para petani.\u00a0Sinergi\u00a0ini diharapkan mampu menjaga stabilitas pasokan pangan, khususnya di tingkat kecamatan hingga kabupaten.<\/p>\n<p data-path-to-node=\"8\">\u201cKami hadir untuk memastikan bahwa program\u00a0ketahanan\u00a0pangan ini benar-benar berjalan di akar rumput. Personel Bhabinkamtibmas kami terjun langsung melakukan pemantauan lahan jagung dan berdialog dengan petani. Tujuannya adalah memastikan masa tanam berjalan lancar sehingga\u00a0hasil panen\u00a0nantinya dapat maksimal dan memberikan dampak ekonomi bagi warga,\u201d ujar Iptu I Ketut Suriarta dalam pernyataan resminya.<\/p>\n<h3 data-path-to-node=\"9\">Optimalisasi Pekarangan Rumah untuk Kemandirian Pangan<\/h3>\n<p data-path-to-node=\"10\">Selain fokus pada lahan pertanian luas,\u00a0Polsek Sekotong\u00a0juga mendorong gerakan\u00a0pemanfaatan pekarangan\u00a0rumah sebagai sumber\u00a0pangan mandiri. Sosialisasi ini menyasar rumah tangga agar mampu memanfaatkan setiap jengkal tanah kosong di sekitar hunian mereka. Masyarakat diajak untuk menanam komoditas\u00a0hortikultura\u00a0yang memiliki nilai guna harian tinggi, seperti\u00a0cabai, tomat, dan terong.<\/p>\n<p data-path-to-node=\"11\">Langkah ini dinilai strategis karena dapat membantu menekan pengeluaran rumah tangga sekaligus menjaga ketersediaan gizi keluarga secara berkelanjutan. Dengan memanfaatkan pekarangan, masyarakat tidak lagi sepenuhnya bergantung pada fluktuasi harga\u00a0pasar\u00a0untuk komoditas sayuran dasar.<\/p>\n<p data-path-to-node=\"12\">Iptu I Ketut Suriarta menjelaskan bahwa edukasi ini mencakup penggunaan media tanam yang sederhana namun efektif bagi warga yang memiliki keterbatasan lahan. Penggunaan\u00a0polibag\u00a0atau sistem tanam vertikal menjadi solusi yang terus dikampanyekan oleh personel Bhabinkamtibmas selama berkeliling desa.<\/p>\n<p data-path-to-node=\"13\">\u201cKami terus memotivasi warga agar tidak membiarkan lahan di sekitar rumah menganggur. Dengan menanam cabai atau tomat di polibag, minimal kebutuhan dapur harian sudah bisa terpenuhi sendiri. Ini adalah langkah kecil yang jika dilakukan secara massal akan sangat memperkuat ketahanan pangan di tingkat rumah tangga,\u201d tambah Iptu I Ketut Suriarta.<\/p>\n<h3 data-path-to-node=\"14\">Komitmen Polri dalam Mendukung Swasembada Pangan<\/h3>\n<p data-path-to-node=\"15\">Kegiatan pendampingan yang dilakukan oleh Bhabinkamtibmas Desa Sekotong Barat ini merupakan representasi dari komitmen Polri dalam mendukung visi besar pemerintah menuju\u00a0swasembada pangan. Dengan adanya pengawalan dari kepolisian, diharapkan para petani memiliki semangat lebih dalam menggarap lahan mereka, mengingat stabilitas\u00a0keamanan\u00a0dan dukungan moral menjadi faktor penting dalam produktivitas pertanian.<\/p>\n<p data-path-to-node=\"16\">Ke depannya,\u00a0Polsek\u00a0Sekotong berencana untuk terus memperluas jangkauan pendampingan ini, tidak hanya pada tanaman pangan dan hortikultura, tetapi juga pada sektor-sektor pendukung lainnya yang berkaitan dengan kesejahteraan masyarakat desa. Melalui kolaborasi yang harmonis antara aparat kepolisian, penyuluh pertanian, dan warga, target penguatan\u00a0ekonomi desa\u00a0berbasis pangan di wilayah Lombok Barat optimis dapat tercapai.<\/p>\n<p data-path-to-node=\"17\">Sinergi yang terbangun di Desa Sekotong Barat ini membuktikan bahwa peran kepolisian saat ini telah melampaui fungsi penegakan hukum konvensional, yakni hadir sebagai mitra strategis masyarakat dalam pembangunan ekonomi dan pemenuhan kebutuhan dasar nasional.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Lombok Barat,\u00a0NTB\u00a0\u2013\u00a0Upaya mewujudkan kedaulatan\u00a0pangan\u00a0nasional kini semakin masif dilakukan&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":33983,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-33981","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/33981","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=33981"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/33981\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":33982,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/33981\/revisions\/33982"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/33983"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=33981"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=33981"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=33981"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}