{"id":3393,"date":"2024-12-18T06:19:21","date_gmt":"2024-12-18T06:19:21","guid":{"rendered":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/?p=3393"},"modified":"2024-12-18T06:19:22","modified_gmt":"2024-12-18T06:19:22","slug":"pemantauan-pengolahan-lahan-pekarangan-dalam-mendukung-ketahanan-pangan-nasional","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/2024\/12\/18\/pemantauan-pengolahan-lahan-pekarangan-dalam-mendukung-ketahanan-pangan-nasional\/","title":{"rendered":"Pemantauan Pengolahan Lahan Pekarangan dalam Mendukung Ketahanan Pangan Nasional"},"content":{"rendered":"<p>Pada hari Selasa, 17 Desember 2024, sekitar pukul 10.10 WITA, Bripka Ibrahim selaku Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (BKTM) Desa Ta\u2019a, Kecamatan Kempo, Kabupaten Dompu, melakukan pemantauan terhadap pengolahan lahan pekarangan rumah milik Bapak Jumadin. Kegiatan ini bertujuan untuk mendukung Program Ketahanan Pangan Nasional Menuju Indonesia Emas.<\/p>\n<p>Dalam kesempatan tersebut, Bripka Ibrahim mengunjungi rumah Bapak Jumadin yang telah memanfaatkan pekarangan rumahnya untuk menanam berbagai jenis tanaman pangan, seperti cabai, terong, kacang panjang, dan beberapa jenis tanaman pangan lainnya. Menurut Bripka Ibrahim, pemanfaatan lahan pekarangan dengan menanam tanaman pangan ini sangat penting, tidak hanya dalam mendukung ketahanan pangan keluarga, tetapi juga untuk membantu meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar.<\/p>\n<p>\u201cMelalui pemantauan ini, kami memberikan motivasi dan semangat kepada pemilik lahan untuk terus berinovasi dalam memanfaatkan lahan pertanian yang ada. Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi contoh bagi warga lainnya untuk bersama-sama mendukung program ketahanan pangan yang dicanangkan pemerintah,\u201d ujar Bripka Ibrahim.<\/p>\n<p>Pemerintah melalui program ketahanan pangan memang mengharapkan partisipasi aktif masyarakat dalam mengelola lahan pekarangan mereka, agar bisa memproduksi bahan pangan secara mandiri dan berkelanjutan. Hal ini diharapkan dapat memperkuat ketahanan pangan nasional serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya di tingkat keluarga.<\/p>\n<p>Kapolsek Kempo, IPDA Jubaidin, juga menyampaikan harapannya terkait keberlanjutan program ketahanan pangan ini. Ia menegaskan bahwa sebagai aparat kepolisian dan pembina masyarakat, pihaknya sangat mendukung penuh upaya-upaya yang dapat meningkatkan kesejahteraan warga. \u201cSebagai aparat keamanan dan pembina masyarakat, kami sangat mendukung program ketahanan pangan ini. Harapan kami, agar masyarakat lebih giat lagi memanfaatkan lahan pekarangan mereka untuk menanam berbagai jenis tanaman pangan yang bermanfaat. Tidak hanya untuk mencukupi kebutuhan keluarga, tetapi juga untuk membantu meningkatkan perekonomian desa,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Kapolsek menambahkan bahwa dengan pengolahan lahan pekarangan yang maksimal, masyarakat dapat menciptakan ketahanan pangan yang berkelanjutan, yang pada akhirnya akan memberikan dampak positif bagi perekonomian keluarga dan masyarakat sekitar.<\/p>\n<p>\u201cMelalui langkah kecil seperti ini, kami yakin dapat memberikan dampak besar bagi perekonomian masyarakat. Kami berharap program ini terus berkembang dan mendapat dukungan dari semua pihak, agar dapat memberikan manfaat yang lebih luas,\u201d pungkasnya.<\/p>\n<p>Kegiatan pemantauan ini berjalan dengan lancar dan mendapat sambutan baik dari masyarakat setempat. Bripka Ibrahim pun mengungkapkan bahwa pihaknya akan terus mendukung dan memberikan semangat kepada para petani dan warga Desa Ta\u2019a untuk lebih giat lagi dalam memanfaatkan potensi lahan yang ada. \u201cSemoga ini dapat menjadi kontribusi positif bagi ketahanan pangan di tingkat desa dan kabupaten,\u201d pungkasnya.<\/p>\n<p>Dengan adanya pemantauan seperti ini, diharapkan semangat masyarakat dalam mengolah lahan pekarangan semakin meningkat, demi tercapainya ketahanan pangan yang berkelanjutan dan bermanfaat bagi kesejahteraan masyarakat di Desa Ta\u2019a.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pada hari Selasa, 17 Desember 2024, sekitar pukul&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-3393","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3393","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3393"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3393\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3394,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3393\/revisions\/3394"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3393"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3393"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3393"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}