{"id":33924,"date":"2026-01-29T13:33:29","date_gmt":"2026-01-29T05:33:29","guid":{"rendered":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/?p=33924"},"modified":"2026-01-29T05:33:30","modified_gmt":"2026-01-29T05:33:30","slug":"polsek-labuapi-dorong-warga-manfaatkan-pekarangan-jadi-lumbung-pangan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/2026\/01\/29\/polsek-labuapi-dorong-warga-manfaatkan-pekarangan-jadi-lumbung-pangan\/","title":{"rendered":"Polsek Labuapi Dorong Warga Manfaatkan Pekarangan Jadi Lumbung Pangan"},"content":{"rendered":"<p data-path-to-node=\"3\"><strong>Lombok Barat,\u00a0NTB\u00a0\u2013<\/strong>\u00a0Dalam upaya mendukung penuh agenda prioritas Pemerintah Republik Indonesia terkait\u00a0swasembada\u00a0pangan, jajaran Kepolisian Sektor (Polsek)\u00a0Labuapi,\u00a0Polres Lombok Barat, memperkuat langkah nyata di tingkat akar rumput. Melalui peran aktif\u00a0Bhabinkamtibmas,\u00a0Polri\u00a0kini hadir bukan sekadar sebagai penjaga\u00a0keamanan, melainkan sebagai motor penggerak transformasi\u00a0lahan pekarangan\u00a0menjadi sumber pangan bergizi bagi masyarakat pedesaan.<\/p>\n<p data-path-to-node=\"4\">Langkah ini terlihat jelas pada Kamis (29\/1\/2026), di mana personel Bhabinkamtibmas\u00a0Desa Labuapi\u00a0terjun langsung melakukan pendampingan kepada\u00a0warga\u00a0dan\u00a0kelompok tani. Fokus utamanya adalah mengoptimalisasi lahan-lahan kosong dan\u00a0pekarangan rumah\u00a0yang selama ini tidak produktif agar dapat memberikan nilai ekonomis serta memenuhi kebutuhan gizi keluarga secara mandiri.<\/p>\n<h3 data-path-to-node=\"5\">Peran Strategis Bhabinkamtibmas dalam Ketahanan Pangan<\/h3>\n<p data-path-to-node=\"6\">Kehadiran personel kepolisian di tengah ladang dan pekarangan rumah warga bukan tanpa alasan. Hal ini merupakan implementasi dari komitmen berkelanjutan dalam menyukseskan Program\u00a0Ketahanan Pangan\u00a0Nasional. Berdasarkan pemantauan di lapangan,\u00a0sinergi\u00a0antara\u00a0Polri dan masyarakat\u00a0di\u00a0Desa\u00a0Labuapi tercermin dari antusiasme warga dalam mengolah tanah mereka kembali.<\/p>\n<p data-path-to-node=\"7\">Kapolres\u00a0Lombok\u00a0Barat,\u00a0Polda NTB, AKBP Yasmara Harahap, S.I.K., melalui Kapolsek Labuapi, Iptu I Nyoman Rudi Santosa, menegaskan bahwa keterlibatan Polri dalam sektor pangan merupakan instruksi langsung untuk memastikan ketersediaan komoditas dasar tetap terjaga di tingkat rumah tangga.<\/p>\n<p data-path-to-node=\"8\">\u201cKami terus mendorong seluruh lapisan masyarakat, khususnya di wilayah hukum\u00a0Polsek Labuapi, untuk tidak membiarkan lahan mereka menganggur. Bhabinkamtibmas kami terjunkan sebagai pendamping sekaligus motivator agar warga mau mengelola kebun mandiri di sekitar pemukiman mereka sendiri,\u201d ujar Iptu I Nyoman Rudi Santosa dalam keterangannya.<\/p>\n<h3 data-path-to-node=\"9\">Optimalisasi Pekarangan Sebagai Lumbung Pangan Mandiri<\/h3>\n<p data-path-to-node=\"10\">Dalam kegiatan tersebut, petugas tidak hanya sekadar meninjau, tetapi juga memberikan edukasi mengenai teknik penanaman komoditas\u00a0hortikultura\u00a0yang memiliki nilai guna tinggi. Tanaman seperti\u00a0cabai, tomat, dan berbagai jenis sayuran hijau menjadi prioritas utama karena memiliki masa tanam yang relatif singkat dan sangat dibutuhkan dalam konsumsi harian masyarakat.<\/p>\n<p data-path-to-node=\"11\">Pendampingan ini dirasa sangat krusial, mengingat fluktuasi harga pangan seringkali membebani ekonomi rumah tangga. Dengan adanya kebun mandiri, beban belanja dapur warga dapat ditekan secara signifikan. Selain sayuran, masyarakat juga diajak untuk menanam buah-buahan guna memastikan kecukupan gizi keluarga, terutama dalam upaya\u00a0pencegahan\u00a0stunting\u00a0melalui asupan pangan yang sehat dan organik.<\/p>\n<p data-path-to-node=\"12\">Iptu I Nyoman Rudi Santosa menambahkan bahwa pihaknya ingin mengubah pola pikir masyarakat dari konsumen murni menjadi produsen skala kecil. \u201cTarget kami adalah kemandirian. Jika setiap rumah tangga memiliki minimal tiga hingga lima jenis tanaman pangan di pekarangannya, maka\u00a0ketahanan\u00a0pangan tingkat desa akan terbentuk dengan sendirinya tanpa harus bergantung sepenuhnya pada pasokan dari luar daerah,\u201d tambahnya.<\/p>\n<h3 data-path-to-node=\"13\">Monitoring Progres Lahan Produktif dan Pertanian Desa<\/h3>\n<p data-path-to-node=\"14\">Selain menyasar pekarangan rumah, personel kepolisian juga memantau progres lahan\u00a0pertanian\u00a0yang lebih luas. Dokumentasi di lapangan menunjukkan petugas melakukan peninjauan terhadap pertumbuhan tanaman\u00a0jagung\u00a0dan komoditas pangan lainnya yang dikelola oleh warga. Langkah ini dilakukan guna memastikan bibit yang ditanam dapat tumbuh optimal tanpa kendala hama maupun masalah teknis lainnya.<\/p>\n<p data-path-to-node=\"15\">Lahan-lahan yang sebelumnya terabaikan kini mulai menampakkan hasil. Transformasi ini diharapkan menjadi contoh bagi desa-desa lain di wilayah Lombok Barat. Polri meyakini bahwa dengan pengawasan dan motivasi yang konsisten, keberlanjutan program ini akan terjaga dalam jangka panjang.<\/p>\n<p data-path-to-node=\"16\">Pihak kepolisian berkomitmen untuk terus melakukan monitoring secara berkala terhadap progres pemanfaatan\u00a0lahan produktif\u00a0ini. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa inisiatif yang dimulai hari ini tidak berhenti di tengah jalan, melainkan menjadi budaya baru di tengah masyarakat Labuapi dalam mewujudkan\u00a0swasembada pangan\u00a0yang merata dan berkelanjutan.<\/p>\n<p data-path-to-node=\"17\">Melalui langkah kolaboratif ini,\u00a0Polres\u00a0Lombok Barat optimis bahwa visi pemerintah untuk memperkuat\u00a0ketahanan pangan nasional\u00a0dapat tercapai mulai dari unit terkecil, yaitu keluarga di pedesaan. Sinergi antara edukasi pangan, pendampingan teknis, dan semangat gotong royong menjadi kunci utama dalam menghadapi tantangan krisis pangan di masa depan.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Lombok Barat,\u00a0NTB\u00a0\u2013\u00a0Dalam upaya mendukung penuh agenda prioritas Pemerintah&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":33926,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-33924","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/33924","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=33924"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/33924\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":33925,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/33924\/revisions\/33925"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/33926"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=33924"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=33924"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=33924"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}