{"id":33873,"date":"2026-01-28T13:47:08","date_gmt":"2026-01-28T05:47:08","guid":{"rendered":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/?p=33873"},"modified":"2026-01-28T05:47:11","modified_gmt":"2026-01-28T05:47:11","slug":"polri-kawal-ketahanan-pangan-di-telagawaru-lombok-barat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/2026\/01\/28\/polri-kawal-ketahanan-pangan-di-telagawaru-lombok-barat\/","title":{"rendered":"Polri Kawal Ketahanan Pangan di Telagawaru Lombok Barat"},"content":{"rendered":"<p data-path-to-node=\"3\"><strong>Lombok Barat,\u00a0NTB\u00a0\u2013<\/strong>\u00a0Konsistensi dalam mengawal program prioritas Pemerintah Republik Indonesia terkait\u00a0ketahanan pangan\u00a0nasional terus ditunjukkan oleh jajaran Kepolisian Resor\u00a0Lombok\u00a0Barat. Melalui aksi nyata di tingkat\u00a0desa, personel\u00a0Bhabinkamtibmas\u00a0Desa\u00a0Telagawaru\u00a0kembali melaksanakan kegiatan sambang produktif pada Rabu (28\/1\/2026). Langkah ini menjadi bagian dari upaya masif\u00a0Polri\u00a0dalam memastikan kedaulatan\u00a0pangan\u00a0dapat dimulai dari lingkup terkecil, yakni rumah tangga.<\/p>\n<p data-path-to-node=\"4\">Kegiatan yang berlangsung di bawah terik matahari tersebut bukan sekadar kunjungan rutin biasa. Petugas di lapangan tampak berbaur dengan masyarakat, memberikan pendampingan teknis sekaligus motivasi bagi\u00a0warga\u00a0untuk menyulap\u00a0lahan tidur\u00a0menjadi area produktif yang bernilai ekonomis dan bergizi.<\/p>\n<h3 data-path-to-node=\"5\">Sinergi Polri dan Masyarakat dalam Swasembada Pangan<\/h3>\n<p data-path-to-node=\"6\">Kapolres\u00a0Lombok Barat,\u00a0Polda NTB, AKBP Yasmara Harahap, S.I.K., melalui Kapolsek\u00a0Labuapi, Iptu I Nyoman Rudi Santosa, menegaskan bahwa kehadiran personel kepolisian di tengah lahan\u00a0pertanian\u00a0merupakan bentuk dukungan penuh terhadap visi Presiden Republik Indonesia. Menurutnya, Polri memiliki tanggung jawab moral untuk menjadi motor penggerak bagi masyarakat dalam mewujudkan\u00a0kemandirian pangan\u00a0secara mandiri dan berkelanjutan.<\/p>\n<p data-path-to-node=\"7,0\">\u201cKami terus mendorong anggota, khususnya Bhabinkamtibmas, untuk aktif mendampingi warga dalam mengoptimalkan setiap jengkal lahan yang ada. Fokus kami adalah bagaimana masyarakat bisa mandiri secara pangan, minimal untuk memenuhi kebutuhan dapur mereka sendiri sehari-hari,\u201d ujar Iptu I Nyoman Rudi Santosa dalam pernyataan resminya.<\/p>\n<p data-path-to-node=\"8\">Beliau menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata kehadiran negara di tengah masyarakat. Dengan adanya pendampingan berkelanjutan, diharapkan warga tidak hanya menanam secara sporadis, tetapi memiliki pemahaman yang baik mengenai tata kelola pertanian meskipun dalam skala kecil atau menggunakan metode sederhana.<\/p>\n<h3 data-path-to-node=\"9\">Inovasi Kebun Bergizi dan Pemanfaatan Greenhouse<\/h3>\n<p data-path-to-node=\"10\">Berdasarkan fakta visual di lapangan, transformasi lahan di\u00a0Desa Telagawaru\u00a0terlihat semakin masif. Salah satu fokus utama dalam kegiatan sambang kali ini adalah edukasi mengenai sistem penanaman di\u00a0polibag\u00a0dan pemanfaatan struktur pelindung atau\u00a0<i data-path-to-node=\"10\" data-index-in-node=\"247\">greenhouse<\/i>. Metode ini dinilai sangat efektif bagi warga yang memiliki keterbatasan lahan namun ingin tetap produktif.<\/p>\n<p data-path-to-node=\"11\">Penggunaan polibag memungkinkan warga menata tanaman\u00a0hortikultura\u00a0seperti\u00a0cabai, tomat, dan sayuran hijau di sekitar pemukiman secara rapi. Selain itu, penggunaan\u00a0<i data-path-to-node=\"11\" data-index-in-node=\"163\">greenhouse<\/i>\u00a0sederhana di beberapa titik membantu memastikan bibit tanaman terlindungi dari\u00a0cuaca ekstrem\u00a0dan serangan hama, sehingga pertumbuhan tanaman menjadi lebih optimal dan memiliki tingkat keberhasilan\u00a0panen\u00a0yang lebih tinggi.<\/p>\n<p data-path-to-node=\"12\">Petugas Bhabinkamtibmas secara telaten memberikan arahan mengenai cara penyemaian bibit yang benar hingga teknik pemupukan organik yang ramah lingkungan. Hal ini bertujuan agar\u00a0hasil panen\u00a0yang didapatkan nantinya benar-benar berkualitas dan aman untuk dikonsumsi oleh keluarga maupun untuk dipasarkan jika produksinya berlebih.<\/p>\n<h3 data-path-to-node=\"13\">Diversifikasi Tanaman Sebagai Solusi Ekonomi Keluarga<\/h3>\n<p data-path-to-node=\"14\">Selain menyasar\u00a0pekarangan rumah, pemantauan juga dilakukan pada lahan kebun yang lebih luas di wilayah Desa Telagawaru. Warga mulai didorong untuk melakukan\u00a0diversifikasi tanaman\u00a0dengan membudidayakan komoditas pangan yang lebih beragam, seperti singkong, terong, hingga berbagai jenis buah-buahan. Diversifikasi ini penting dilakukan agar cadangan\u00a0pangan mandiri\u00a0masyarakat tidak terpaku pada satu jenis komoditas saja.<\/p>\n<p data-path-to-node=\"15\">Manfaat dari program ini dirasakan langsung oleh ekonomi rumah tangga. Dengan memanen cabai atau sayuran dari kebun sendiri, warga dapat menekan biaya belanja harian secara signifikan. Di tengah fluktuasi harga kebutuhan pokok di\u00a0pasar, kemandirian pangan di tingkat desa menjadi solusi paling konkret untuk menjaga stabilitas ekonomi mikro di masyarakat.<\/p>\n<p data-path-to-node=\"16\">Polsek Labuapi\u00a0berkomitmen untuk terus mengawal semangat\u00a0swasembada pangan\u00a0ini secara konsisten. Ke depannya, diharapkan Desa Telagawaru dapat menjadi percontohan bagi desa-desa lain di wilayah Lombok Barat dalam hal pemanfaatan\u00a0lahan produktif. Melalui\u00a0sinergi\u00a0yang kuat antara aparat kepolisian dan warga, cita-cita nasional untuk mewujudkan Indonesia yang mandiri secara pangan bukan lagi sekadar wacana, melainkan sebuah realitas yang dimulai dari halaman rumah.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Lombok Barat,\u00a0NTB\u00a0\u2013\u00a0Konsistensi dalam mengawal program prioritas Pemerintah Republik&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":33875,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-33873","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/33873","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=33873"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/33873\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":33874,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/33873\/revisions\/33874"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/33875"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=33873"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=33873"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=33873"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}