{"id":33708,"date":"2026-01-25T13:28:05","date_gmt":"2026-01-25T05:28:05","guid":{"rendered":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/?p=33708"},"modified":"2026-01-25T05:28:07","modified_gmt":"2026-01-25T05:28:07","slug":"polri-dorong-ketahanan-pangan-di-lombok-barat-melalui-pekarangan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/2026\/01\/25\/polri-dorong-ketahanan-pangan-di-lombok-barat-melalui-pekarangan\/","title":{"rendered":"Polri Dorong Ketahanan Pangan di Lombok Barat Melalui Pekarangan"},"content":{"rendered":"<p data-path-to-node=\"1\"><strong>Lombok Barat,\u00a0NTB\u00a0\u2013<\/strong>\u00a0Upaya memperkuat kedaulatan\u00a0pangan\u00a0nasional kini mulai digerakkan dari lingkup terkecil, yakni melalui\u00a0pemanfaatan lahan\u00a0pekarangan rumah\u00a0tangga. Di\u00a0Kabupaten Lombok Barat, personel kepolisian melalui peran\u00a0Bhabinkamtibmas\u00a0terus proaktif melakukan pendampingan kepada masyarakat untuk menyukseskan program strategis tersebut.<\/p>\n<p data-path-to-node=\"2\">Pada Minggu (25\/1), personel Bhabinkamtibmas\u00a0Desa\u00a0Batulayar\u00a0melaksanakan kegiatan sambang dan silaturahmi di Dusun Tanah Embet Barat. Kegiatan ini bukan sekadar kunjungan rutin, melainkan misi edukasi untuk memotivasi\u00a0warga\u00a0agar lebih produktif dalam mengelola aset lahan yang mereka miliki, sekecil apa pun ukurannya.<\/p>\n<h3 data-path-to-node=\"3\">Sinergi Polri dan Masyarakat dalam Ketahanan Pangan<\/h3>\n<p data-path-to-node=\"4\">Kehadiran\u00a0Polri\u00a0di tengah masyarakat menjadi motor penggerak penting dalam mengubah pola pikir warga mengenai\u00a0ketahanan pangan. Dalam kegiatan tersebut, petugas tidak hanya memberikan imbauan\u00a0kamtibmas, tetapi juga terlibat langsung memberikan edukasi mengenai teknik\u00a0pertanian\u00a0praktis. Fokus utamanya adalah bagaimana mengubah lahan kosong atau pekarangan rumah menjadi area hijau yang menghasilkan komoditas pangan bernilai gizi tinggi.<\/p>\n<p data-path-to-node=\"5\">Kapolres\u00a0Lombok\u00a0Barat,\u00a0Polda NTB, AKBP Yasmara Harahap, S.I.K., melalui keterangan resminya menegaskan bahwa peran Bhabinkamtibmas saat ini sangat krusial dalam mendukung\u00a0program pemerintah\u00a0pusat. Menurutnya,\u00a0ketahanan\u00a0pangan adalah fondasi utama bagi stabilitas nasional yang harus dimulai dari tingkat desa.<\/p>\n<p data-path-to-node=\"6,0\">\u201cKami menginstruksikan seluruh jajaran, khususnya Bhabinkamtibmas, untuk terus mendampingi warga dalam mengoptimalkan potensi pertanian di wilayahnya. Ketahanan pangan bukan hanya tugas pemerintah pusat, tapi tanggung jawab kita bersama untuk memastikan setiap rumah tangga memiliki\u00a0kedaulatan pangan\u00a0secara mandiri,\u201d ujar AKBP Yasmara Harahap, S.I.K.<\/p>\n<h3 data-path-to-node=\"7\">Edukasi Penanaman Media Polibag di Dusun Tanah Embet Barat<\/h3>\n<p data-path-to-node=\"8\">Berdasarkan pantauan di lapangan, edukasi yang diberikan oleh personel kepolisian mencakup teknik penanaman sayuran menggunakan media\u00a0polibag. Metode ini dipilih karena dianggap paling efisien bagi warga yang memiliki keterbatasan lahan tanah. Dengan polibag, pekarangan rumah yang sempit sekalipun dapat disulap menjadi kebun sayur yang produktif.<\/p>\n<p data-path-to-node=\"9\">Beberapa komoditas yang menjadi prioritas dalam edukasi ini meliputi\u00a0cabai, terong, dan tomat. Ketiga jenis tanaman ini dipilih karena merupakan kebutuhan pokok harian yang sering mengalami fluktuasi harga di\u00a0pasar. Dengan menanam sendiri, warga diharapkan dapat menghemat pengeluaran rumah tangga sekaligus menjamin kualitas pangan yang lebih sehat.<\/p>\n<p data-path-to-node=\"10\">Kapolsek Batulayar, AKP I Putu Krisna Varananda, S.T.K., S.I.K., menambahkan bahwa inisiatif di Dusun Tanah Embet Barat ini juga mendorong adanya integrasi antara sektor pertanian dan peternakan. Hal ini bertujuan agar siklus ekonomi dan pemenuhan gizi warga menjadi lebih sempurna dan berkelanjutan.<\/p>\n<p data-path-to-node=\"11,0\">\u201cKami ingin warga tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga produsen bagi kebutuhan mereka sendiri. Selain sayuran, kami juga memotivasi warga untuk melirik\u00a0sektor peternakan\u00a0kecil di lahan yang tersedia. Jika ini berjalan konsisten, ketahanan ekonomi rumah tangga akan semakin kuat menghadapi berbagai tantangan ekonomi ke depan,\u201d jelas AKP I Putu Krisna Varananda, S.T.K., S.I.K.<\/p>\n<h3 data-path-to-node=\"12\">Mewujudkan Kedaulatan Pangan Lokal yang Berkelanjutan<\/h3>\n<p data-path-to-node=\"13\">Langkah kolektif yang dilakukan warga\u00a0Desa Batulayar\u00a0ini selaras dengan\u00a0program ketahanan pangan\u00a0yang digagas oleh Pemerintah Republik Indonesia. Pemanfaatan\u00a0lahan pekarangan\u00a0dinilai menjadi solusi efektif dalam menjaga stabilitas ketersediaan pangan di tingkat lokal, terutama di tengah ketidakpastian iklim global yang berdampak pada produktivitas pertanian skala besar.<\/p>\n<p data-path-to-node=\"14\">Selain memberikan edukasi teknik tanam, pihak kepolisian juga berkomitmen untuk melakukan monitoring berkala terhadap perkembangan lahan-lahan produktif milik warga. Monitoring ini penting guna memastikan keberlanjutan program dan memberikan solusi jika warga menghadapi kendala teknis di lapangan, seperti serangan hama atau masalah pengairan.<\/p>\n<p data-path-to-node=\"15\">Semangat yang ditunjukkan oleh warga Dusun Tanah Embet Barat diharapkan dapat menjadi pemantik bagi desa-desa lain di wilayah Lombok Barat. Kehadiran Bhabinkamtibmas sebagai pendamping setia warga menjadi bukti nyata bahwa Polri tidak hanya menjaga\u00a0keamanan, tetapi juga peduli terhadap kesejahteraan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.<\/p>\n<p data-path-to-node=\"16\">Dengan\u00a0sinergi\u00a0yang terus terjaga antara aparat keamanan dan masyarakat, cita-cita mewujudkan kedaulatan pangan dari pekarangan rumah bukan lagi sekadar wacana, melainkan kenyataan yang memberikan dampak nyata bagi ketahanan nasional secara menyeluruh.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Lombok Barat,\u00a0NTB\u00a0\u2013\u00a0Upaya memperkuat kedaulatan\u00a0pangan\u00a0nasional kini mulai digerakkan dari&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":33710,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-33708","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/33708","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=33708"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/33708\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":33709,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/33708\/revisions\/33709"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/33710"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=33708"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=33708"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=33708"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}