{"id":33498,"date":"2026-01-21T11:42:52","date_gmt":"2026-01-21T03:42:52","guid":{"rendered":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/?p=33498"},"modified":"2026-01-21T03:42:54","modified_gmt":"2026-01-21T03:42:54","slug":"cara-polres-lombok-barat-tekan-kecelakaan-di-kalangan-remaja","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/2026\/01\/21\/cara-polres-lombok-barat-tekan-kecelakaan-di-kalangan-remaja\/","title":{"rendered":"Cara Polres Lombok Barat Tekan Kecelakaan di Kalangan Remaja"},"content":{"rendered":"<p data-path-to-node=\"3\"><strong>Lombok Barat,\u00a0NTB\u00a0\u2013<\/strong>\u00a0Keamanan\u00a0dan\u00a0keselamatan berlalu lintas\u00a0terus menjadi prioritas utama Kepolisian Resor\u00a0Lombok\u00a0Barat. Sebagai langkah preventif untuk menekan angka kecelakaan di kalangan remaja, Satuan\u00a0Lalu Lintas\u00a0(Sat Lantas)\u00a0Polres Lombok Barat\u00a0melaksanakan kegiatan inovatif bertajuk\u00a0Patroli Dialogis\u00a0\u201cPolantas Menyapa\u201d. Kegiatan ini menyasar kelompok pelajar yang tengah berkumpul di kawasan Lingkungan Dasan Geres Selatan, Kelurahan Dasan Geres, pada Selasa (20\/1).<\/p>\n<p data-path-to-node=\"4\">Langkah proaktif ini dilakukan guna menjalin kedekatan emosional antara aparat kepolisian dengan masyarakat, khususnya generasi muda. Kehadiran personil\u00a0polisi\u00a0di tengah-tengah aktivitas\u00a0warga\u00a0diharapkan tidak hanya menjadi simbol penegakan hukum, tetapi juga sebagai mitra\u00a0edukasi\u00a0yang humanis dalam menciptakan budaya tertib berlalu lintas di wilayah hukum\u00a0Polda NTB.<\/p>\n<h3 data-path-to-node=\"5\">Edukasi Humanis di Jantung Kota Gerung<\/h3>\n<p data-path-to-node=\"6\">Kegiatan yang dimulai pada pukul 11.30 WITA ini menerjunkan personil dari Unit\u00a0Turjawali\u00a0Sat Lantas\u00a0Polres\u00a0Lombok Barat. Para petugas yang terdiri dari Aiptu Yusuf, Aipda Suprayanto, Aipda Erizal Suhandi, dan Bripka Krisna menyisir titik-titik kumpul pelajar SMK di sekitar Dasan Geres. Tanpa kesan kaku, para petugas menghampiri para siswa dengan sapaan ramah, menciptakan suasana dialogis yang hangat dan terbuka.<\/p>\n<p data-path-to-node=\"7\">Kapolres\u00a0Lombok Barat,\u00a0Polda\u00a0NTB, AKBP Yasmara Harahap, S.I.K., menjelaskan bahwa program \u201cPolantas Menyapa\u201d merupakan wujud nyata kehadiran\u00a0Polri\u00a0sebagai pengayom masyarakat. Menurutnya, pendekatan persuasif jauh lebih efektif dalam menanamkan nilai-nilai\u00a0keselamatan jalan\u00a0raya kepada kelompok usia produktif dibandingkan dengan sekadar penindakan di lapangan.<\/p>\n<p data-path-to-node=\"8\">\u201cKami ingin memastikan bahwa setiap pengguna jalan, terutama adik-adik kita yang masih duduk di bangku sekolah, memahami pentingnya keselamatan. Melalui\u00a0patroli\u00a0dialogis ini, personil kami hadir untuk menyapa dengan ramah, memberikan edukasi, serta membantu kelancaran arus kendaraan. Tujuannya jelas, agar publik merasakan tiga hal penting, yaitu rasa aman, kenyamanan berkendara, dan terjaganya keselamatan di jalan,\u201d ujar AKBP Yasmara Harahap dalam keterangan resminya.<\/p>\n<h3 data-path-to-node=\"9\">Fokus pada Keselamatan Pelajar SMK<\/h3>\n<p data-path-to-node=\"10\">Pelajar SMK menjadi sasaran utama dalam kegiatan kali ini mengingat mobilitas mereka yang cukup tinggi menggunakan kendaraan bermotor untuk menuju sekolah. Petugas di lapangan memberikan pemahaman mendalam mengenai penggunaan helm standar SNI, larangan penggunaan knalpot yang tidak sesuai spesifikasi teknis (brong), hingga pentingnya memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM) bagi yang telah cukup umur.<\/p>\n<p data-path-to-node=\"11\">Kasat Lantas Polres Lombok Barat,\u00a0Iptu Anton Prasetya Wijaya, S.Tr.K., S.I.K., M.H., menekankan bahwa keselamatan pelajar adalah investasi masa depan. Ia menyebutkan bahwa seringkali\u00a0pelanggaran lalu lintas\u00a0terjadi karena kurangnya pemahaman tentang risiko fatalitas kecelakaan di jalan raya.<\/p>\n<p data-path-to-node=\"12\">\u201cKegiatan ini bukan sekadar rutinitas patroli biasa. Kami menekankan kepada personil untuk benar-benar menyentuh sisi kesadaran para siswa. Tadi di Dasan Geres, personil kami memberikan edukasi bahwa mematuhi rambu-rambu bukan karena takut ditilang, melainkan karena kebutuhan untuk selamat sampai di rumah. Kami ingin menumbuhkan rasa malu untuk melanggar,\u201d ungkap Iptu Anton Prasetya Wijaya saat mendampingi kegiatan tersebut.<\/p>\n<h3 data-path-to-node=\"13\">Menciptakan Keamanan dan Kenyamanan Publik<\/h3>\n<p data-path-to-node=\"14\">Selain memberikan edukasi, kehadiran unit Turjawali di lokasi tersebut juga berfungsi untuk memastikan kelancaran\u00a0arus lalu lintas\u00a0pada jam-jam sibuk siang hari. Dengan adanya petugas di lapangan, potensi kemacetan maupun tindakan\u00a0balap liar\u00a0yang kerap dikeluhkan warga dapat diminimalisir secara signifikan.<\/p>\n<p data-path-to-node=\"15\">Interaksi antara Aiptu Yusuf dan rekan-rekan dengan para siswa SMK terlihat disambut positif. Beberapa siswa tampak bertanya langsung mengenai tata cara pengurusan administrasi kendaraan dan tips berkendara yang aman di cuaca yang tidak menentu. Respons positif dari masyarakat dan kalangan pelajar ini menjadi indikator bahwa kehadiran Polantas di tengah pemukiman memberikan dampak psikologis yang menenangkan bagi warga sekitar.<\/p>\n<p data-path-to-node=\"16\">Hingga berakhirnya kegiatan, situasi di Lingkungan Dasan Geres Selatan terpantau aman, lancar, dan kondusif. Sat Lantas Polres Lombok Barat berkomitmen untuk terus melaksanakan kegiatan serupa secara berkesinambungan di berbagai titik strategis lainnya. Dengan konsistensi program \u201cPolantas Menyapa\u201d, diharapkan angka kecelakaan lalu lintas di\u00a0Kabupaten Lombok Barat\u00a0dapat ditekan semaksimal mungkin, sekaligus mewujudkan\u00a0kamseltibcarlantas\u00a0yang berkelanjutan bagi seluruh lapisan masyarakat.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Lombok Barat,\u00a0NTB\u00a0\u2013\u00a0Keamanan\u00a0dan\u00a0keselamatan berlalu lintas\u00a0terus menjadi prioritas utama Kepolisian&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":33500,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-33498","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/33498","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=33498"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/33498\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":33499,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/33498\/revisions\/33499"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/33500"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=33498"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=33498"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=33498"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}