{"id":33486,"date":"2026-01-21T10:36:52","date_gmt":"2026-01-21T02:36:52","guid":{"rendered":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/?p=33486"},"modified":"2026-01-21T02:36:54","modified_gmt":"2026-01-21T02:36:54","slug":"polres-loteng-bersama-ribuan-pemotor-vespa-akan-meriahkan-puncak-bau-nyale-2026-di-mandalika","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/2026\/01\/21\/polres-loteng-bersama-ribuan-pemotor-vespa-akan-meriahkan-puncak-bau-nyale-2026-di-mandalika\/","title":{"rendered":"Polres Loteng Bersama Ribuan Pemotor Vespa Akan Meriahkan Puncak Bau Nyale 2026 di Mandalika"},"content":{"rendered":"<p>\u200eLombok Tengah,(NTB) \u2013 Polres Lombok Tengah bersama ribuan pemotor Vespa dari berbagai daerah akan memeriahkan puncak perayaan Bau Nyale 2026 yang akan digelar di Pantai Seger, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) The Mandalika, Desa Kute, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), pada 7\u20138 Februari 2026 mendatang.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eKegiatan spektakuler ini diperkirakan akan melibatkan sekitar 3.000 pemotor Vespa yang tergabung dalam Komunitas Vespa. Ribuan peserta tersebut akan memulai perjalanan dari Eks Bandara Selaparang, Kota Mataram, dan finis di kawasan KEK Mandalika.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eRombongan pemotor Vespa rencananya akan dilepas langsung oleh Kapolda NTB, Irjen Pol. Edy Murbowo, S.I.K., M.Si., serta disambut kembali oleh Kapolda di garis finis Mandalika.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eKapolres Lombok Tengah, AKBP Eko Yusmiarto, S.I.K., selaku penggagas kegiatan mengatakan bahwa event ini digelar dalam rangka mendukung suksesnya Bau Nyale 2026 sekaligus mendorong kemajuan sektor pariwisata di Lombok Tengah.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e\u201cKegiatan ini diikuti sekitar 3000 pemotor Vespa. Start dari Selaparang Kota Mataram dan finis di KEK Mandalika. Peserta akan dilepas langsung oleh Bapak Kapolda dan juga disambut langsung oleh beliau di garis finis,\u201d ujar AKBP Eko, Rabu (21\/1\/2026).<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eIa menambahkan, kegiatan ini tidak hanya bertujuan memeriahkan tradisi Bau Nyale yang merupakan warisan budaya masyarakat Suku Sasak Lombok, namun juga menjadi sarana promosi pariwisata Lombok Tengah sebagai destinasi unggulan nasional dan internasional.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eSelain itu, event ini juga mengusung misi kemanusiaan melalui kegiatan amal dan bakti sosial. Setiap peserta yang ingin mendapatkan kupon harus mendonasikan 100 ribu dan seluruhnya akan disalurkan untuk membantu masyarakat terdampak bencana alam, baik di Lombok Tengah maupun di wilayah Aceh dan Sumatra.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e\u201cUang donasi yang kita kumpulkan untuk membantu saudara-saudara kita yang terkena musibah bencana alam, baik di Lombok Tengah maupun di Aceh dan Sumatra,\u201d jelas AKBP Eko.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eSetibanya di garis finis, para peserta akan disuguhkan berbagai rangkaian kegiatan hiburan, doorprize, pengundian hadiah utama berupa dua unit sepeda motor Vespa, serta kegiatan lelang Vespa. Seluruh peserta juga akan turun langsung ke Pantai Seger untuk mengikuti tradisi menangkap nyale bersama masyarakat.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e\u201cHadiah utama dua unit Vespa, ada juga lelang Vespa, dan seluruh peserta akan ikut turun ke Pantai Seger untuk Bau Nyale,\u201d ungkapnya.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eDengan kolaborasi antara Polri, komunitas Vespa, dan masyarakat, diharapkan perayaan Bau Nyale 2026 tidak hanya menjadi ajang pelestarian budaya, tetapi juga mampu memberikan dampak positif bagi promosi pariwisata dan solidaritas sosial di Nusa Tenggara Barat.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>\u200eLombok Tengah,(NTB) \u2013 Polres Lombok Tengah bersama ribuan&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":33488,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-33486","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/33486","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=33486"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/33486\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":33487,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/33486\/revisions\/33487"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/33488"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=33486"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=33486"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=33486"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}