{"id":33483,"date":"2026-01-21T10:34:32","date_gmt":"2026-01-21T02:34:32","guid":{"rendered":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/?p=33483"},"modified":"2026-01-21T02:34:33","modified_gmt":"2026-01-21T02:34:33","slug":"polres-loteng-datangkan-ustadz-m-nur-maulana-siap-hibur-jamaah-dengan-tausyiah-humoris","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/2026\/01\/21\/polres-loteng-datangkan-ustadz-m-nur-maulana-siap-hibur-jamaah-dengan-tausyiah-humoris\/","title":{"rendered":"Polres Loteng Datangkan Ustadz M. Nur Maulana, Siap Hibur Jamaah dengan Tausyiah Humoris."},"content":{"rendered":"<p>Lombok Tengah, (NTB) \u2013 Polres Lombok Tengah kembali menghadirkan kegiatan keagamaan yang istimewa bagi masyarakat. Kali ini, Polres Loteng mendatangkan pendakwah kondang nasional, Ustadz M. Nur Maulana, untuk menyampaikan tausyiah langsung di halaman Mapolres Lombok Tengah pada 13 Februari 2026.<\/p>\n<p>Kehadiran Ustadz M. Nur Maulana menjadi momen yang sangat dinantikan masyarakat. Pasalnya, selama ini sosok dai yang dikenal dengan gaya dakwah santai, humoris, dan penuh energi tersebut lebih sering disaksikan melalui layar televisi, YouTube, dan TikTok.<\/p>\n<p>\u201cSelama ini sang pendakwah kita yang lincah ini hanya kita lihat di televisi, YouTube, dan TikTok. Kini masyarakat Lombok Tengah bisa melihat secara langsung. Insyaallah tanggal 13 Februari kita undang beliau menyampaikan tausyiahnya di halaman Mapolres Lombok Tengah,\u201d ujar Kapolres Lombok Tengah AKBP Eko Yusmiarto saat acara ramah tamah bersama awak media, Sabtu (17\/1).<\/p>\n<p>Kapolres menuturkan, tingginya antusiasme dan kerinduan masyarakat terhadap gaya dakwah Ustadz M. Nur Maulana menjadi alasan utama pihaknya menghadirkan langsung sang ustadz ke Lombok Tengah.<\/p>\n<p>\u201cKita tahu masyarakat sangat rindu dengan sosok dai kita ini, makanya kita datangkan langsung untuk menyampaikan tausyiahnya nanti,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<p>Ustadz M. Nur Maulana dikenal luas dengan jargon khasnya, \u201cJamaah oh Jamaah, Alhamdu\u2026lillah!\u201d, yang selalu berhasil mencairkan suasana dan membuat jamaah larut dalam tausyiah. Gaya dakwahnya yang humoris, interaktif, dan menggunakan bahasa sederhana menjadikan pesan-pesan keislaman mudah dipahami oleh semua kalangan.<\/p>\n<p>\u201cJargon khas ini, \u2018jamaah oh jamaah\u2019, akan kita akan dengarkan bersama nanti secara langsung,\u201d cetus Kapolres sambil tersenyum.<\/p>\n<p>Lebih lanjut, AKBP Eko Yusmiarto menjelaskan, meskipun pembawaannya terlihat santai dan penuh canda, Ustadz M. Nur Maulana tetap mengusung konsep dakwah yang terstruktur. Materi disampaikan secara lengkap mulai dari mukadimah, pembahasan utama, dalil, hingga kisah inspiratif, sehingga mudah diingat dan membekas di hati jamaah.<\/p>\n<p>Gerakan tubuh yang lincah dan ekspresif, gaya bicara yang jenaka, serta interaksi aktif dengan jamaah menjadi ciri khas yang membuat tausyiah beliau tidak membosankan.<\/p>\n<p>\u201cYang jelas, semua yang kita lihat di layar media tentang beliau, nanti akan kita lihat langsung. Karena itu saya menghimbau kepada masyarakat untuk datang pada tanggal 13 Februari di halaman Mapolres Lombok Tengah,\u201d ajaknya.<\/p>\n<p>Kegiatan tausyiah ini juga menjadi bagian dari persiapan menyambut datangnya bulan suci Ramadhan. Dengan hadirnya Ustadz M. Nur Maulana, Polres Lombok Tengah berharap pengetahuan keagamaan masyarakat, khususnya terkait ibadah puasa dan amalan-amalan Ramadhan, semakin meningkat.<\/p>\n<p>\u201cHarapannya, dengan bekal ilmu yang didapat, ibadah masyarakat selama bulan Ramadhan nanti dapat dijalani dengan lebih khusyuk dan sempurna,\u201d tutup Kapolres.<\/p>\n<p>Melalui kegiatan ini, Polres Lombok Tengah tidak hanya mempererat hubungan dengan masyarakat, tetapi juga menegaskan komitmennya dalam mendukung pembinaan keimanan dan ketakwaan, sejalan dengan semangat Polri yang Presisi dan humanis.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Lombok Tengah, (NTB) \u2013 Polres Lombok Tengah kembali&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":33485,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-33483","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/33483","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=33483"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/33483\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":33484,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/33483\/revisions\/33484"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/33485"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=33483"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=33483"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=33483"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}