{"id":33358,"date":"2026-01-19T13:22:09","date_gmt":"2026-01-19T05:22:09","guid":{"rendered":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/?p=33358"},"modified":"2026-01-19T05:22:12","modified_gmt":"2026-01-19T05:22:12","slug":"polri-kawal-swasembada-pangan-di-desa-telagawaru-lombok-barat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/2026\/01\/19\/polri-kawal-swasembada-pangan-di-desa-telagawaru-lombok-barat\/","title":{"rendered":"Polri Kawal Swasembada Pangan di Desa Telagawaru Lombok Barat"},"content":{"rendered":"<p data-path-to-node=\"3\"><strong>LOMBOK BARAT\u00a0\u2013<\/strong>\u00a0Dalam upaya nyata mendukung program prioritas Pemerintah Republik Indonesia terkait\u00a0swasembada pangan, jajaran Kepolisian Resor\u00a0Lombok\u00a0Barat melalui sektor kewilayahan terus mengintensifkan pendampingan kepada masyarakat. Langkah ini diwujudkan melalui aksi nyata personel\u00a0Bhabinkamtibmas\u00a0yang turun langsung ke tengah\u00a0warga\u00a0untuk mengedukasi pemanfaatan potensi lokal.<\/p>\n<p data-path-to-node=\"4\">Pada Senin (19\/1\/2026), personel Bhabinkamtibmas\u00a0Desa\u00a0Telagawaru\u00a0melaksanakan kegiatan sambang warga dengan misi khusus, yakni memperkuat\u00a0ketahanan pangan\u00a0di tingkat desa. Kegiatan ini bukan sekadar silaturahmi rutin, melainkan sebuah gerakan edukatif untuk memotivasi masyarakat agar lebih produktif dalam mengelola lahan yang ada di sekitar tempat tinggal mereka.<\/p>\n<h3 data-path-to-node=\"5\">Komitmen Polri dalam Mengawal Ketahanan Pangan Nasional<\/h3>\n<p data-path-to-node=\"6\">Optimalisasi\u00a0lahan produktif\u00a0menjadi fokus utama dalam kunjungan lapangan kali ini. Petugas kepolisian tidak hanya memberikan arahan secara lisan, tetapi juga meninjau langsung area perkebunan dan pekarangan milik warga. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa program\u00a0ketahanan\u00a0pangan\u00a0yang dicanangkan pemerintah pusat dapat terimplementasi dengan baik hingga ke level rumah tangga.<\/p>\n<p data-path-to-node=\"7\">Kapolres\u00a0Lombok Barat,\u00a0Polda NTB, AKBP Yasmara Harahap, S.I.K., melalui Kapolsek\u00a0Labuapi, Iptu I Nyoman Rudi Santosa, menegaskan bahwa kehadiran\u00a0Polri\u00a0di tengah masyarakat adalah untuk memastikan program-program strategis nasional berjalan beriringan dengan\u00a0keamanan wilayah. Menurutnya, ketahanan pangan adalah fondasi penting bagi stabilitas\u00a0sosial\u00a0dan ekonomi masyarakat.<\/p>\n<p data-path-to-node=\"8\">\u201cKegiatan yang dilakukan oleh personel Bhabinkamtibmas di\u00a0Desa Telagawaru\u00a0merupakan representasi dari komitmen Polri dalam mengawal program prioritas Presiden RI. Kami ingin memastikan bahwa\u00a0kemandirian pangan\u00a0bisa dimulai dari unit terkecil, yaitu lingkungan keluarga di desa-desa,\u201d ujar Iptu I Nyoman Rudi Santosa saat memberikan keterangan resminya.<\/p>\n<h3 data-path-to-node=\"9\">Mengubah Pekarangan Menjadi Sumber Ekonomi Keluarga<\/h3>\n<p data-path-to-node=\"10\">Dalam interaksi yang berlangsung hangat di area perkebunan warga, petugas mendorong masyarakat untuk tidak membiarkan\u00a0lahan pekarangan\u00a0rumah atau kebun kosong menjadi area yang tidak produktif. Berbagai jenis komoditas pangan jangka pendek disarankan untuk ditanam karena memiliki nilai manfaat yang tinggi dan perawatan yang relatif mudah.<\/p>\n<p data-path-to-node=\"11\">Pihak kepolisian memberikan edukasi mengenai pemilihan tanaman yang tepat, seperti\u00a0cabai, tomat, terong, singkong, hingga berbagai jenis buah-buahan. Tanaman-tanaman ini dinilai sangat strategis untuk memenuhi kebutuhan dapur sehari-hari tanpa harus selalu bergantung pada ketersediaan di\u00a0pasar\u00a0yang harganya fluktuatif.<\/p>\n<p data-path-to-node=\"12\">Lebih lanjut, Iptu I Nyoman Rudi Santosa menjelaskan bahwa gerakan ini memiliki dampak ganda, yakni dari sisi ketersediaan pangan dan peningkatan kesejahteraan ekonomi. Dengan menanam sendiri kebutuhan pokok, masyarakat dapat menghemat pengeluaran rutin secara signifikan.<\/p>\n<p data-path-to-node=\"13\">\u201cKami terus mendorong warga agar memanfaatkan setiap jengkal lahan yang kosong. Jika setiap rumah tangga mampu memproduksi bahan pangan sendiri, maka ketahanan\u00a0pangan nasional\u00a0akan terbentuk dengan sendirinya dari bawah. Ini bukan hanya soal kebutuhan makan, tapi juga tentang memperkuat\u00a0ekonomi keluarga\u00a0di tengah tantangan global,\u201d tambah Kapolsek Labuapi.<\/p>\n<h3 data-path-to-node=\"14\">Dampak Positif dan Respon Masyarakat Desa Telagawaru<\/h3>\n<p data-path-to-node=\"15\">Selain aspek ekonomi, program ini juga bertujuan untuk memastikan masyarakat mendapatkan akses terhadap bahan pangan yang lebih segar dan bergizi. Melalui pendampingan yang konsisten dari pihak Bhabinkamtibmas, diharapkan muncul kesadaran kolektif di Desa Telagawaru untuk menjadikan aktivitas bertani di pekarangan sebagai gaya hidup baru yang bermanfaat.<\/p>\n<p data-path-to-node=\"16\">Pantauan di lokasi menunjukkan antusiasme warga yang cukup tinggi saat berdialog dengan petugas. Beberapa warga bahkan mulai merencanakan penataan kembali lahan mereka yang sebelumnya terbengkalai. Pendampingan ini memberikan rasa percaya diri bagi masyarakat bahwa pemerintah, melalui Polri, hadir memberikan dukungan nyata dalam aspek kehidupan yang paling mendasar.<\/p>\n<p data-path-to-node=\"17\">Kegiatan sambang warga ini berakhir dengan situasi yang terpantau aman dan kondusif. Masyarakat Desa Telagawaru menyatakan komitmennya untuk mengikuti arahan pihak kepolisian dalam mengoptimalkan lahan produktif demi kesejahteraan bersama. Ke depan, Polri berencana untuk terus memantau perkembangan\u00a0pemanfaatan lahan\u00a0ini sebagai bagian dari evaluasi keberhasilan\u00a0program ketahanan pangan\u00a0di wilayah hukum\u00a0Polres Lombok Barat.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>LOMBOK BARAT\u00a0\u2013\u00a0Dalam upaya nyata mendukung program prioritas Pemerintah&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":33360,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-33358","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/33358","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=33358"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/33358\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":33359,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/33358\/revisions\/33359"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/33360"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=33358"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=33358"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=33358"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}