{"id":33173,"date":"2026-01-15T14:25:36","date_gmt":"2026-01-15T06:25:36","guid":{"rendered":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/?p=33173"},"modified":"2026-01-15T06:25:37","modified_gmt":"2026-01-15T06:25:37","slug":"polri-dampingi-warga-dusun-bantir-budidaya-palawija-di-pekarangan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/2026\/01\/15\/polri-dampingi-warga-dusun-bantir-budidaya-palawija-di-pekarangan\/","title":{"rendered":"Polri Dampingi Warga Dusun Bantir Budidaya Palawija di Pekarangan"},"content":{"rendered":"<p data-path-to-node=\"3\"><b data-path-to-node=\"3\" data-index-in-node=\"0\">Lombok Barat,\u00a0NTB<\/b>\u00a0\u2013 Komitmen jajaran Kepolisian Resor\u00a0Lombok\u00a0Barat dalam menyukseskan program\u00a0ketahanan pangan\u00a0nasional kian masif dilakukan hingga menyentuh sektor rumah tangga. Pada Kamis (15\/1\/2026), personel\u00a0Bhabinkamtibmas\u00a0Desa Banyu Urip\u00a0melaksanakan aksi nyata dengan menyambangi\u00a0warga\u00a0di Dusun Bantir,\u00a0Desa\u00a0Banyu Urip,\u00a0Kecamatan Gerung, guna memperkuat sektor\u00a0pertanian\u00a0dan peternakan lokal.<\/p>\n<p data-path-to-node=\"4\">Kegiatan sambang silaturahmi ini bukan sekadar kunjungan rutin, melainkan sebuah upaya strategis kepolisian untuk mentransformasi lahan tidur menjadi area produktif. Langkah ini menjadi bagian dari instruksi pusat dalam menjaga kedaulatan\u00a0pangan\u00a0yang dimulai dari unit terkecil, yaitu lingkungan keluarga di pelosok desa.<\/p>\n<h3 data-path-to-node=\"5\">Inovasi Pertanian di Tengah Keterbatasan Lahan<\/h3>\n<p data-path-to-node=\"6\">Dalam pantauan di lapangan, personel Bhabinkamtibmas terlihat membaur bersama warga yang sedang mengelola\u00a0lahan pekarangan\u00a0di sekitar hunian mereka. Fokus utama dalam pendampingan kali ini adalah edukasi budidaya\u00a0tanaman palawija. Salah satu komoditas yang menjadi sorotan adalah tanaman\u00a0cabai\u00a0yang tampak tumbuh subur di beberapa area pekarangan milik warga Dusun Bantir.<\/p>\n<p data-path-to-node=\"7\">Melihat potensi tersebut, petugas memberikan arahan teknis agar warga tidak hanya terpaku pada satu jenis tanaman saja. Masyarakat didorong untuk melakukan diversifikasi pertanian dengan menanam komoditas pendukung dapur lainnya seperti terong dan berbagai jenis sayur-sayuran. Pendekatan ini diharapkan mampu menekan pengeluaran rumah tangga sekaligus menjamin ketersediaan pangan yang sehat dan organik bagi warga setempat.<\/p>\n<p data-path-to-node=\"8\">Kapolsek\u00a0Gerung,\u00a0Polres Lombok Barat,\u00a0Polda NTB, AKP Lale Dewi Lungit Tanauran, menegaskan bahwa kehadiran\u00a0Polri\u00a0di tengah masyarakat\u00a0petani\u00a0dan peternak bertujuan untuk memberikan solusi konkret atas tantangan pangan di masa depan. Beliau menekankan bahwa semangat kemandirian harus dipupuk melalui pendampingan yang konsisten.<\/p>\n<p data-path-to-node=\"9\">\u201cKami terus memotivasi warga melalui Bhabinkamtibmas agar tidak membiarkan lahan pekarangan mereka kosong. Fokus kami adalah bagaimana mengubah lahan yang terbatas menjadi sumber pangan yang produktif. Ini adalah bagian dari tanggung jawab kami dalam mendukung\u00a0program pemerintah\u00a0untuk memperkuat\u00a0ketahanan\u00a0pangan nasional\u00a0dari tingkat akar rumput,\u201d ujar AKP Lale Dewi Lungit Tanauran, Kamis (15\/1\/2026).<\/p>\n<h3 data-path-to-node=\"10\">Teknik Polibag Sebagai Solusi Pertanian Modern Desa<\/h3>\n<p data-path-to-node=\"11\">Salah satu poin penting dalam edukasi yang disampaikan oleh personel kepolisian adalah mengenai teknik pemanfaatan media tanam\u00a0polibag. Teknik ini disarankan bagi warga yang memiliki area tanah terbatas atau lantai pekarangan yang sudah diperkeras. Dengan menggunakan polibag, keterbatasan lahan bukan lagi menjadi penghalang bagi masyarakat untuk bercocok tanam.<\/p>\n<p data-path-to-node=\"12\">Selain sektor pertanian, Polri juga memberikan motivasi kepada warga yang bergerak di sektor peternakan agar tetap konsisten meningkatkan produktivitas mereka.\u00a0Sinergi\u00a0antara pertanian palawija dan peternakan dinilai akan menciptakan ekosistem ketahanan pangan yang tangguh di Desa Banyu Urip.<\/p>\n<p data-path-to-node=\"13\">AKP Lale Dewi Lungit Tanauran menambahkan bahwa keberhasilan program ini sangat bergantung pada kesinambungan semangat masyarakat. Ia berharap warga Desa Banyu Urip dapat menjadi pelopor bagi desa-desa lain di Kecamatan Gerung dalam menciptakan lingkungan yang mandiri dan produktif.<\/p>\n<p data-path-to-node=\"14\">\u201cMelalui motivasi yang kami berikan secara rutin, kami ingin masyarakat memiliki kesadaran bahwa pangan adalah kekuatan. Jika setiap rumah tangga mampu memproduksi cabai, terong, dan sayuran sendiri, maka secara ekonomi mereka akan lebih tangguh. Kami dari pihak kepolisian akan selalu hadir untuk memberikan pendampingan dan memastikan program ini berjalan maksimal demi kesejahteraan masyarakat,\u201d pungkasnya.<\/p>\n<h3 data-path-to-node=\"15\">Dampak Positif dan Keberlanjutan Program<\/h3>\n<p data-path-to-node=\"16\">Masyarakat Dusun Bantir menyambut hangat inisiatif dari\u00a0Polsek Gerung\u00a0ini. Warga merasa lebih termotivasi karena mendapatkan arahan langsung mengenai teknik tanam yang efektif dan efisien. Situasi selama kegiatan berlangsung berjalan dengan aman dan kondusif, mencerminkan kedekatan antara\u00a0Polri dan masyarakat\u00a0desa yang semakin erat.<\/p>\n<p data-path-to-node=\"17\">Hingga saat ini, pihak Kepolisian Sektor Gerung berkomitmen untuk terus memantau perkembangan lahan-lahan pekarangan warga. Monitoring ini bertujuan untuk memastikan setiap kendala yang dihadapi\u00a0petani lokal\u00a0dapat dicarikan solusi bersama, sehingga program\u00a0ketahanan pangan nasional\u00a0dapat dirasakan manfaatnya secara nyata oleh seluruh lapisan masyarakat di\u00a0Kabupaten Lombok Barat.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Lombok Barat,\u00a0NTB\u00a0\u2013 Komitmen jajaran Kepolisian Resor\u00a0Lombok\u00a0Barat dalam menyukseskan&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":33175,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-33173","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/33173","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=33173"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/33173\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":33174,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/33173\/revisions\/33174"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/33175"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=33173"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=33173"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=33173"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}