{"id":33095,"date":"2026-01-14T12:17:07","date_gmt":"2026-01-14T04:17:07","guid":{"rendered":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/?p=33095"},"modified":"2026-01-14T04:17:09","modified_gmt":"2026-01-14T04:17:09","slug":"polantas-menyapa-sopir-truk-di-rest-area-lembar-lombok-barat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/2026\/01\/14\/polantas-menyapa-sopir-truk-di-rest-area-lembar-lombok-barat\/","title":{"rendered":"Polantas Menyapa Sopir Truk di Rest Area Lembar Lombok Barat"},"content":{"rendered":"<p data-path-to-node=\"3\"><strong>Lombok Barat,\u00a0NTB\u00a0\u2013<\/strong>\u00a0Dalam upaya menciptakan\u00a0Keamanan, Keselamatan, Ketertiban, dan Kelancaran\u00a0Lalu Lintas\u00a0(Kamseltibcar Lantas) yang kondusif, Satuan Lalu Lintas (Sat Lantas)\u00a0Polres Lombok Barat\u00a0terus mengintensifkan pendekatan humanis kepada masyarakat. Pada Rabu, 14 Januari 2026, jajaran Unit Kamsel Sat Lantas\u00a0Polres\u00a0Lombok\u00a0Barat menggelar kegiatan\u00a0patroli dialogis\u00a0melalui program unggulan \u201cPolantas Menyapa\u201d yang menyasar para pengemudi angkutan berat.<\/p>\n<p data-path-to-node=\"4\">Kegiatan yang dimulai pada pukul 10.30 WITA ini dipusatkan di Rest Area Truk Jembatan Gantung, Kecamatan\u00a0Lembar,\u00a0Kabupaten Lombok Barat. Lokasi ini dipilih secara strategis mengingat kawasan Lembar merupakan titik vital pergerakan logistik di Pulau Lombok, di mana intensitas kendaraan besar seperti truk pengangkut barang sangat tinggi.<\/p>\n<h3 data-path-to-node=\"5\">Pendekatan Humanis Melalui Program Polantas Menyapa<\/h3>\n<p data-path-to-node=\"6\">Program\u00a0Polantas Menyapa\u00a0kali ini dipimpin langsung oleh Kanit Kamsel Sat Lantas Polres Lombok Barat, IPDA Supriadi Saputra, di bawah kendali Kasat Lantas Polres Lombok Barat. Petugas menyambangi kelompok masyarakat tidak terorganisir, khususnya para\u00a0sopir truk\u00a0yang sedang beristirahat maupun yang tengah mempersiapkan perjalanan menuju\u00a0pelabuhan\u00a0atau wilayah lainnya.<\/p>\n<p data-path-to-node=\"7\">Kasat Lantas Polres Lombok Barat,\u00a0Iptu Anton Prasetya Wijaya, S.Tr.K., S.I.K., M.H., menjelaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar\u00a0patroli\u00a0rutin, melainkan sebuah bentuk\u00a0edukasi\u00a0berkelanjutan untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas yang melibatkan kendaraan besar. Menurutnya, interaksi langsung di lapangan jauh lebih efektif dalam menyampaikan pesan-pesan keselamatan kepada para pengguna jalan.<\/p>\n<p data-path-to-node=\"8\">\u201cKami hadir di tengah-tengah para sopir truk di Rest Area Jembatan Gantung untuk melaksanakan patroli sekaligus memberikan edukasi Kamseltibcar Lantas. Kami ingin memastikan bahwa setiap pengemudi memiliki pemahaman yang mendalam mengenai pentingnya keselamatan, bukan hanya bagi diri mereka sendiri, tetapi juga bagi pengguna jalan lainnya,\u201d ujar Iptu Anton Prasetya Wijaya dalam keterangan resminya.<\/p>\n<h3 data-path-to-node=\"9\">Fokus Utama: Penanganan Over Dimension dan Over Load (ODOL)<\/h3>\n<p data-path-to-node=\"10\">Salah satu poin krusial yang menjadi sorotan dalam edukasi kali ini adalah persoalan kendaraan\u00a0<i data-path-to-node=\"10\" data-index-in-node=\"95\">Over Dimension Over Loading<\/i>\u00a0(ODOL). Fenomena truk yang membawa muatan berlebih atau melakukan modifikasi dimensi kendaraan masih menjadi tantangan besar dalam manajemen lalu lintas, karena berdampak langsung pada kerusakan infrastruktur jalan dan risiko fatalitas kecelakaan.<\/p>\n<p data-path-to-node=\"11\">Iptu Anton Prasetya Wijaya menegaskan bahwa para sopir truk harus memiliki kesadaran mandiri untuk menolak membawa muatan yang melebihi kapasitas teknis kendaraan. Beban yang berlebih dapat memicu kegagalan sistem pengereman serta mengurangi stabilitas kendaraan saat bermanuver di jalan raya yang berkelok atau menanjak.<\/p>\n<p data-path-to-node=\"12\">\u201cDalam kegiatan hari ini, kami secara khusus memberikan penekanan agar para sopir truk menghindari praktik Over Dimension maupun Over Load. Kami mengimbau agar mereka selalu mematuhi aturan berlalu lintas di jalan raya. Hal ini sangat penting demi terciptanya Kamseltibcar Lantas yang optimal di wilayah hukum Polres Lombok Barat,\u201d tambah Iptu Anton.<\/p>\n<h3 data-path-to-node=\"13\">Memperkuat Kedekatan Polri dengan Masyarakat<\/h3>\n<p data-path-to-node=\"14\">Selain memberikan arahan teknis mengenai\u00a0keselamatan berkendara, program Polantas Menyapa ini juga bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi antara institusi kepolisian dengan masyarakat. Suasana dialog berlangsung hangat dan interaktif, di mana para sopir truk diberikan kesempatan untuk menyampaikan aspirasi maupun kendala yang mereka hadapi saat berada di jalan raya.<\/p>\n<p data-path-to-node=\"15\">Sebagai bentuk apresiasi dan sarana kontak untuk memperkuat kedekatan, personel Sat Lantas Polres Lombok Barat juga membagikan bingkisan kepada para sopir yang hadir. Pemberian bingkisan ini merupakan simbol kehadiran\u00a0Polri\u00a0sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat yang senantiasa hadir untuk memberikan rasa aman.<\/p>\n<p data-path-to-node=\"16\">\u201cKegiatan ini juga merupakan wujud nyata dari kehadiran Polri, khususnya Polantas Bhayangkara, di tengah-tengah masyarakat. Kami ingin masyarakat merasa nyaman dan melihat\u00a0polisi\u00a0sebagai mitra dalam menjaga ketertiban di jalan. Sebagai penutup giat, kami memberikan bingkisan sebagai sarana kontak agar pesan-pesan yang kami sampaikan lebih berkesan,\u201d pungkas Iptu Anton.<\/p>\n<p data-path-to-node=\"17\">Hingga berakhirnya kegiatan, situasi di Rest Area Truk Jembatan Gantung terpantau aman dan kondusif. Para pengemudi menyambut positif edukasi yang diberikan dan berkomitmen untuk lebih disiplin dalam mematuhi aturan lalu lintas demi keselamatan bersama. Sat Lantas Polres Lombok Barat berencana untuk terus melakukan kegiatan serupa secara periodik di berbagai lokasi strategis lainnya di wilayah Kabupaten Lombok Barat.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Lombok Barat,\u00a0NTB\u00a0\u2013\u00a0Dalam upaya menciptakan\u00a0Keamanan, Keselamatan, Ketertiban, dan Kelancaran\u00a0Lalu&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":33097,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-33095","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/33095","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=33095"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/33095\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":33096,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/33095\/revisions\/33096"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/33097"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=33095"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=33095"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=33095"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}