{"id":32517,"date":"2026-01-05T11:40:19","date_gmt":"2026-01-05T03:40:19","guid":{"rendered":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/?p=32517"},"modified":"2026-01-05T03:40:20","modified_gmt":"2026-01-05T03:40:20","slug":"polairud-polres-lombok-barat-amankan-wisata-senggigi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/2026\/01\/05\/polairud-polres-lombok-barat-amankan-wisata-senggigi\/","title":{"rendered":"Polairud Polres Lombok Barat Amankan Wisata Senggigi"},"content":{"rendered":"<p data-path-to-node=\"3\"><strong>Lombok Barat,\u00a0NTB\u00a0\u2013<\/strong>\u00a0Memasuki akhir pekan pertama pasca perayaan pergantian tahun baru 2026, kawasan wisata pesisir di Kabupaten\u00a0Lombok\u00a0Barat masih menjadi magnet utama bagi masyarakat lokal maupun\u00a0wisatawan\u00a0mancanegara. Guna memastikan\u00a0keamanan\u00a0dan kenyamanan para pengunjung, Satuan\u00a0Polisi\u00a0Perairan dan Udara (Sat Polairud)\u00a0Polres Lombok Barat\u00a0menyiagakan personel secara intensif di sepanjang garis pantai Kecamatan Batu Layar pada Minggu, 4 Januari 2026.<\/p>\n<p data-path-to-node=\"4\">Langkah preventif ini diambil mengingat volume pengunjung yang tetap tinggi meskipun euforia malam tahun baru telah berlalu. Fokus\u00a0pengamanan\u00a0dipusatkan pada titik-titik keramaian utama seperti Pantai Duduk, Pantai Kerandangan, hingga ikon\u00a0wisata Lombok Barat, Pantai\u00a0Senggigi. Petugas kepolisian tampak bersiaga sejak pagi hari untuk memantau setiap aktivitas masyarakat di bibir pantai maupun mereka yang berenang di perairan.<\/p>\n<h3 data-path-to-node=\"5\"><b data-path-to-node=\"5\" data-index-in-node=\"0\">Patroli Intensif dan Imbauan Keselamatan Perairan<\/b><\/h3>\n<p data-path-to-node=\"6\">Dalam pelaksanaan tugas di lapangan, personel Sat\u00a0Polairud\u00a0menggunakan sarana kapal\u00a0patroli\u00a0Crew KP XXI-2003 untuk menyisir area perairan. Selain melakukan pengawasan secara visual, petugas juga aktif menjalin komunikasi dengan para pengunjung. Hal ini dilakukan demi meminimalisir risiko kecelakaan laut (laka laut) yang kerap mengintai saat terjadi lonjakan pengunjung di objek wisata air.<\/p>\n<p data-path-to-node=\"7\">Kasat Polairud\u00a0Polres\u00a0Lombok Barat, AKP L. Nursidi, menegaskan bahwa kehadiran anggota\u00a0Polri\u00a0di lapangan bukan hanya untuk sekadar berjaga, melainkan untuk memberikan rasa aman yang nyata melalui interaksi langsung. Pihaknya menitikberatkan pada pemberian\u00a0edukasi\u00a0mengenai batas aman berenang, terutama bagi keluarga yang membawa anak-anak kecil ke area pantai.<\/p>\n<p data-path-to-node=\"8,0\">\u201cKami mengerahkan anggota untuk melaksanakan himbauan secara langsung kepada seluruh pengunjung yang sedang melakukan aktivitas mandi di laut. Kami ingatkan agar tidak terlalu ke tengah demi keselamatan mereka sendiri, mengingat kondisi arus bawah laut terkadang sulit diprediksi,\u201d ujar AKP L. Nursidi saat memberikan keterangan resminya pada Minggu (04\/01).<\/p>\n<p data-path-to-node=\"9\">AKP L. Nursidi menambahkan bahwa kepatuhan masyarakat terhadap arahan petugas merupakan kunci utama dalam menjaga kondusivitas di tempat wisata. Berdasarkan pantauan di lapangan, situasi pengunjung memang terlihat sangat ramai, namun berkat pendekatan yang persuasif, masyarakat cenderung mengikuti arahan keselamatan yang diberikan oleh petugas kepolisian.<\/p>\n<h3 data-path-to-node=\"10\"><b data-path-to-node=\"10\" data-index-in-node=\"0\">Kondisi Cuaca dan Mitigasi Risiko Kecelakaan Laut<\/b><\/h3>\n<p data-path-to-node=\"11\">Selain faktor kelalaian manusia, faktor alam juga menjadi perhatian serius bagi Sat Polairud Polres Lombok Barat. Berdasarkan data teknis yang dihimpun selama kegiatan pengamanan, kondisi cuaca di perairan Senggigi dan sekitarnya dilaporkan cukup bersahabat. Status cuaca terpantau cerah dengan kecepatan angin berkisar antara 3 hingga 9 knot.<\/p>\n<p data-path-to-node=\"12\">Meskipun kondisi air laut sedang pasang, ketinggian gelombang terpantau tetap landai dan aman untuk aktivitas wisata. Kendati demikian, AKP L. Nursidi tetap mengimbau agar kewaspadaan tidak boleh kendor sedikit pun. Keadaan laut yang terlihat tenang di permukaan seringkali menipu, sehingga pengawasan mandiri dari orang tua terhadap anak-anak tetap menjadi hal yang utama di samping pengawasan dari petugas.<\/p>\n<p data-path-to-node=\"13\">\u201cSecara keseluruhan, situasi di lapangan hingga sore hari terpantau aman dan terkendali. Kami bersyukur tidak ada laporan mengenai kejadian atau kecelakaan laut yang menonjol. Namun, anggota tetap kami siagakan di titik-titik rawan hingga aktivitas masyarakat benar-benar mereda,\u201d lanjut AKP L. Nursidi.<\/p>\n<h3 data-path-to-node=\"14\"><b data-path-to-node=\"14\" data-index-in-node=\"0\">Dukungan Keamanan untuk Pemulihan Pariwisata<\/b><\/h3>\n<p data-path-to-node=\"15\">Kehadiran Sat Polairud dalam mengamankan destinasi wisata di awal tahun 2026 ini juga menjadi bagian dari upaya mendukung sektor\u00a0pariwisata\u00a0di\u00a0Kabupaten Lombok Barat. Keamanan yang terjamin diharapkan mampu menjaga citra positif Lombok sebagai destinasi wisata yang ramah dan aman bagi siapa saja. Kerjasama antara kepolisian, pengelola wisata, dan pengunjung menjadi fondasi kuat dalam menciptakan ekosistem wisata yang sehat.<\/p>\n<p data-path-to-node=\"16\">Pengamanan di Pantai Duduk, Kerandangan, dan Senggigi ini direncanakan akan terus dilakukan secara berkala, terutama pada hari libur nasional atau akhir pekan saat kunjungan wisatawan meningkat tajam. Dengan adanya\u00a0patroli rutin\u00a0dari Crew KP XXI-2003, diharapkan potensi gangguan keamanan maupun risiko keselamatan dapat ditekan sedini mungkin. Hingga berita ini diturunkan, aktivitas wisata di sepanjang pesisir Batu Layar berjalan normal dengan pengawasan ketat dari aparat berwenang.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Lombok Barat,\u00a0NTB\u00a0\u2013\u00a0Memasuki akhir pekan pertama pasca perayaan pergantian&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":32519,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-32517","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/32517","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=32517"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/32517\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":32518,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/32517\/revisions\/32518"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/32519"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=32517"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=32517"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=32517"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}