{"id":32455,"date":"2026-01-04T13:20:48","date_gmt":"2026-01-04T05:20:48","guid":{"rendered":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/?p=32455"},"modified":"2026-01-04T05:20:50","modified_gmt":"2026-01-04T05:20:50","slug":"bhabinkamtibmas-karang-bongkot-edukasi-metode-tot-ke-petani","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/2026\/01\/04\/bhabinkamtibmas-karang-bongkot-edukasi-metode-tot-ke-petani\/","title":{"rendered":"Bhabinkamtibmas Karang Bongkot Edukasi Metode TOT ke Petani"},"content":{"rendered":"<p data-path-to-node=\"3\"><strong>Lombok Barat,\u00a0NTB\u00a0\u2013<\/strong>\u00a0Upaya memperkuat\u00a0ketahanan pangan\u00a0nasional terus dilakukan hingga ke level\u00a0desa\u00a0melalui kolaborasi aktif antara aparat kepolisian dan masyarakat tani. Pada Minggu (4\/1\/2026), Kepolisian Sektor (Polsek)\u00a0Labuapi\u00a0melalui\u00a0Bhabinkamtibmas\u00a0Desa Karang Bongkot\u00a0melaksanakan pemantauan sekaligus edukasi langsung di area persawahan\u00a0warga\u00a0yang baru saja menyelesaikan masa\u00a0panen\u00a0padi.<\/p>\n<p data-path-to-node=\"4\">Langkah ini diambil sebagai bentuk dukungan nyata\u00a0Polri\u00a0terhadap keberlanjutan sektor\u00a0pertanian\u00a0di wilayah\u00a0Kabupaten Lombok Barat. Dalam kegiatan tersebut, fokus utama yang disampaikan adalah optimalisasi lahan pasca-panen padi dengan beralih ke\u00a0tanaman palawija, khususnya\u00a0jagung, menggunakan teknologi pertanian yang lebih efisien.<\/p>\n<h3 data-path-to-node=\"5\">Optimalisasi Lahan Pasca-Panen Padi<\/h3>\n<p data-path-to-node=\"6\">Memasuki fase setelah panen padi, lahan persawahan sering kali dibiarkan menganggur dalam waktu yang cukup lama sebelum masa tanam berikutnya tiba. Melihat potensi lahan yang masih sangat produktif, Bhabinkamtibmas Desa Karang Bongkot turun ke lapangan untuk mengajak para\u00a0petani\u00a0segera memanfaatkan lahan tersebut.\u00a0Pemanfaatan lahan\u00a0secara berkelanjutan menjadi kunci agar roda ekonomi petani tetap berputar tanpa harus menunggu musim hujan atau siklus padi kembali.<\/p>\n<p data-path-to-node=\"7\">Edukasi yang diberikan tidak hanya sebatas anjuran menanam, tetapi juga mencakup pemilihan komoditas yang tepat. Jagung dipilih sebagai tanaman alternatif karena memiliki nilai ekonomis yang stabil dan daya tahan yang baik terhadap kondisi tanah pasca-padi. Dengan pergerakan yang cepat dari masa panen ke masa tanam palawija, diharapkan produktivitas lahan di Desa Karang Bongkot dapat meningkat secara signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.<\/p>\n<h3 data-path-to-node=\"8\">Keunggulan Metode Tanpa Olah Tanah (TOT)<\/h3>\n<p data-path-to-node=\"9\">Hal yang menarik dalam sosialisasi kali ini adalah pengenalan kembali metode Tanpa Olah Tanah atau yang dikenal dengan istilah TOT. Metode ini menjadi solusi bagi para petani yang sering terkendala oleh tingginya biaya produksi, terutama untuk biaya membajak sawah dan penyediaan tenaga kerja. Dengan metode TOT, benih jagung dapat langsung ditanam di antara tunggul-tunggul sisa batang padi yang baru dipanen tanpa harus melalui proses pembalikan tanah menggunakan traktor atau cangkul.<\/p>\n<p data-path-to-node=\"10\">Penerapan metode ini juga didukung dengan pemanfaatan limbah pertanian berupa jerami padi. Jerami yang biasanya dibakar atau dibuang, diarahkan untuk dijadikan mulsa alami atau penutup tanah. Mulsa jerami ini berfungsi sangat vital dalam menjaga kelembapan tanah, menekan pertumbuhan gulma, dan secara perlahan akan membusuk menjadi\u00a0pupuk\u00a0organik yang menyuburkan tanah secara alami. Strategi ini dipandang sebagai cara bertani yang ramah lingkungan sekaligus sangat ekonomis.<\/p>\n<h3 data-path-to-node=\"11\">Dukungan Penuh Polsek Labuapi terhadap Ketahanan Pangan<\/h3>\n<p data-path-to-node=\"12\">Kapolsek Labuapi,\u00a0Polres Lombok Barat,\u00a0Polda NTB, Iptu I Nyoman Rudi Santosa, menegaskan bahwa kehadiran personel kepolisian di tengah persawahan bukan hanya untuk menjaga\u00a0keamanan dan ketertiban masyarakat\u00a0(kamtibmas), tetapi juga sebagai katalisator pembangunan ekonomi warga. Menurutnya,\u00a0ketahanan\u00a0pangan\u00a0adalah bagian dari ketahanan nasional yang harus dijaga bersama-sama.<\/p>\n<p data-path-to-node=\"13\">Iptu I Nyoman Rudi Santosa menjelaskan bahwa efisiensi adalah kunci bagi petani untuk meraih keuntungan lebih besar di tengah kenaikan harga sarana produksi pertanian. \u201cKami melalui Bhabinkamtibmas terus mendorong warga untuk menerapkan inovasi yang memudahkan mereka. Dengan metode Tanpa Olah Tanah ini, petani bisa menghemat waktu, biaya, dan tenaga secara signifikan,\u201d ujar Iptu I Nyoman Rudi Santosa saat memberikan keterangan resminya.<\/p>\n<p data-path-to-node=\"14\">Beliau juga menambahkan bahwa penggunaan sisa jerami sebagai mulsa merupakan langkah cerdas untuk menjaga ekosistem tanah. \u201cKami mengarahkan warga agar sisa jerami tidak dibakar, melainkan dimanfaatkan sebagai mulsa alami. Hal ini sangat efektif untuk mendukung target ketahanan pangan kita, khususnya di wilayah\u00a0Lombok\u00a0Barat, agar ketersediaan pangan tetap terjaga sepanjang tahun tanpa menguras kantong para petani terlalu dalam,\u201d imbuh Kapolsek.<\/p>\n<h3 data-path-to-node=\"15\">Harapan bagi Sektor Pertanian di Lombok Barat<\/h3>\n<p data-path-to-node=\"16\">Dengan adanya pendampingan intensif dari pihak kepolisian, diharapkan para petani di Desa Karang Bongkot dan sekitarnya semakin termotivasi untuk mengadopsi cara-cara bertani modern yang lebih praktis. Keberhasilan penerapan metode TOT pada tanaman jagung ini nantinya diproyeksikan menjadi percontohan bagi desa-desa lain di wilayah\u00a0Kecamatan Labuapi.<\/p>\n<p data-path-to-node=\"17\">Sinergi\u00a0antara Polri, pemerintah desa, dan\u00a0kelompok tani\u00a0ini diharapkan mampu menciptakan stabilitas pangan yang kokoh. Ketika biaya produksi dapat ditekan dan\u00a0hasil panen\u00a0tetap optimal, maka kesejahteraan petani akan meningkat secara otomatis. Langkah preventif dan edukatif seperti ini menjadi bukti bahwa peran Polri saat ini semakin luas dalam mendukung program-program strategis pemerintah demi kemakmuran masyarakat luas.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Lombok Barat,\u00a0NTB\u00a0\u2013\u00a0Upaya memperkuat\u00a0ketahanan pangan\u00a0nasional terus dilakukan hingga ke&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":32454,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-32455","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/32455","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=32455"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/32455\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":32456,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/32455\/revisions\/32456"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/32454"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=32455"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=32455"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=32455"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}