{"id":30331,"date":"2025-11-29T14:02:07","date_gmt":"2025-11-29T06:02:07","guid":{"rendered":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/?p=30331"},"modified":"2025-11-29T06:02:08","modified_gmt":"2025-11-29T06:02:08","slug":"polri-dorong-bantuan-logistik-ke-aceh-sumut-dan-sumbar-dari-pondok-cabe","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/2025\/11\/29\/polri-dorong-bantuan-logistik-ke-aceh-sumut-dan-sumbar-dari-pondok-cabe\/","title":{"rendered":"Polri Dorong Bantuan Logistik ke Aceh, Sumut, dan Sumbar dari Pondok Cabe"},"content":{"rendered":"<p>Tangerang Selatan &#8211; Polri mengerahkan kekuatan logistik dan udara untuk mempercepat penyaluran bantuan ke wilayah terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Upaya pendorongan bantuan ini dipusatkan di Mako Polisi Udara Pondok Cabe sebagai titik awal distribusi udara menuju wilayah-wilayah yang masih sulit dijangkau.<\/p>\n<p>Waastamaops Kapolri, Irjen Pol Laksana, S.I.K., dalam doorstop kepada media menyampaikan bahwa Polri bergerak cepat untuk memastikan masyarakat terdampak segera mendapatkan bantuan.<\/p>\n<p>\u201cPagi hari ini kita bersama-sama berada di Pondok Cabe, Poludara, untuk melaksanakan pendorongan bantuan kepada masyarakat yang ada di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat,\u201d ujar Irjen Laksana.<\/p>\n<p>Ia menekankan bahwa percepatan pengiriman dilakukan agar masyarakat dapat bertahan dalam kondisi darurat. \u201cPendorongan logistik ini kita upayakan secepatnya agar dapat membantu masyarakat, sehingga mereka dapat bertahan dalam keadaan yang darurat,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p>Irjen Laksana menjelaskan bahwa fasilitas udara telah disiapkan secara maksimal. \u201cFasilitas udara sudah siap, rekan-rekan bisa lihat sendiri. Dari Mabes Polri kita mendorong bantuan dari Pondok Cabe, sedangkan dari masing-masing polda akan didorong menggunakan kapal terdekat atau helikopter yang ada di polda sekitar,\u201d bebernya.<\/p>\n<p>Ia juga menyampaikan bahwa Kapolri telah menginstruksikan jajaran untuk segera menangani berbagai kebutuhan di daerah terdampak.<br \/>\n\u201cBapak Kapolri memerintahkan agar segera membantu menyelesaikan masalah-masalah di daerah terdampak, baik kekurangan bahan makanan, peralatan seperti genset, alat komunikasi, alat-alat SAR seperti perahu karet, pelampung, maupun peralatan medis,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p>Pengiriman bantuan dilakukan hari ini dengan mempertimbangkan kondisi cuaca yang tidak menentu.<br \/>\n\u201cPagi ini kita akan segera mengirimkan seluruh bantuan tersebut, mengingat cuaca beberapa hari terakhir tidak mendukung. Karena itu, barang-barang harus segera diberangkatkan supaya masyarakat di Aceh, Sumbar, dan Sumut dapat segera merasakan bantuan dari Polri,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<p>Selain kebutuhan masyarakat, bantuan tersebut juga ditujukan untuk memperkuat operasional aparat kepolisian di lapangan. \u201cAparat kepolisian di sana juga membutuhkan peralatan tambahan, dan semoga bantuan ini membantu operasional mereka,\u201d tambah Irjen Laksana.<\/p>\n<p>Terkait mekanisme distribusi, ia menyampaikan bahwa pengiriman dilakukan dalam beberapa tahap.<br \/>\n\u201cYa, pengiriman dilakukan bertahap: tahap pertama, kedua, dan ketiga. Tahap pertama adalah bantuan dari polda-polda tetangga yang tidak terdampak. Tahap berikutnya dari Mabes Polri,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p>Sejumlah kendala juga turut memengaruhi distribusi, mulai dari cuaca hingga akses menuju lokasi terdampak.<br \/>\n\u201cKendala pasti ada: cuaca, jalan putus, serta lokasi pendaratan helikopter yang terbatas. Namun polda dan polres di daerah terdampak sudah menyiapkan titik-titik landing untuk mempercepat pendistribusian,\u201d paparnya.<\/p>\n<p>Ia menambahkan bahwa Polri membuka ruang bagi masyarakat yang ingin ikut menyalurkan bantuan ke Posko Penerimaan Bantuan Kemanusian Ditsamapta Koorsabhara.<br \/>\n\u201cPolri terbuka bagi masyarakat yang ingin mengirim bantuan,\u201d tutupnya.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Tangerang Selatan &#8211; Polri mengerahkan kekuatan logistik dan&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":30333,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-30331","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/30331","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=30331"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/30331\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":30332,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/30331\/revisions\/30332"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/30333"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=30331"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=30331"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=30331"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}