{"id":29262,"date":"2025-11-12T19:41:48","date_gmt":"2025-11-12T11:41:48","guid":{"rendered":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/?p=29262"},"modified":"2025-11-12T11:41:49","modified_gmt":"2025-11-12T11:41:49","slug":"wakapolri-puslitbang-harus-urip-jadi-api-perubahan-polri-dan-motor-reformasi-berbasis-riset","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/2025\/11\/12\/wakapolri-puslitbang-harus-urip-jadi-api-perubahan-polri-dan-motor-reformasi-berbasis-riset\/","title":{"rendered":"Wakapolri: Puslitbang Harus Urip, Jadi Api Perubahan Polri dan Motor Reformasi Berbasis Riset"},"content":{"rendered":"<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Bogor, 12 November 2025 \u2014 Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M. menegaskan bahwa Pusat Penelitian dan Pengembangan (Puslitbang) Polri harus benar-benar urip \u2014 hidup, dinamis, dan menjadi api perubahan Polri.<\/p>\n<p>Ia menjelaskan, mengapa pasca dibentuknya Komisi Percepatan Reformasi Polri oleh Presiden Jenderal (Purn.) Prabowo Subianto, lembaga pertama yang dikunjungi adalah Puslitbang Polri.<\/p>\n<p>Alasannya jelas: karena perbaikan Polri harus dimulai dari riset, dari lembaga yang mampu menguji setiap gagasan dan kebijakan secara ilmiah.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>\u201cMengapa yang pertama dikunjungi adalah Puslitbang? Karena kita ingin perbaikan Polri tidak hanya berdasarkan persepsi atau tekanan publik, tetapi melalui riset yang valid dan teruji secara keilmuan,\u201d tegas Wakapolri.<\/p>\n<p>\u201cRiset adalah fondasi perubahan. Tanpa data dan ilmu pengetahuan, reformasi hanya akan menjadi slogan. Puslitbang harus menjadi laboratorium kebijakan dan kompas arah perubahan Polri.\u201d<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Pernyataan itu disampaikan Wakapolri dalam kunjungan kerja ke Puslitbang Polri di Bojonggede, Kabupaten Bogor, Rabu (12\/11).<\/p>\n<p>Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya Polri mempercepat transformasi organisasi pasca pembentukan Komisi Reformasi Polri, dengan menekankan pentingnya reformasi yang berbasis bukti, sains, dan penelitian lapangan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Dalam arahannya, Komjen Dedi Prasetyo menekankan bahwa reformasi sejati tidak lahir dari meja rapat, tetapi dari data dan fakta lapangan.<\/p>\n<p>\u201cPuslitbang harus urip, hidup, dan turun. Harus hadir di tengah masyarakat, di ruang pelayanan, di tempat anggota bertugas. Riset tidak boleh berhenti di laboratorium \u2014 ia harus menyentuh realitas, mendengar keluhan publik, dan melihat tantangan langsung di lapangan,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Setelah memberikan arahan di Puslitbang, Wakapolri langsung melakukan uji petik pelayanan publik di Polsek Tajurhalang, Kabupaten Bogor.<\/p>\n<p>Langkah ini menjadi bukti bahwa arah reformasi Polri kini bergerak dari konsep menuju praktik, dari kebijakan menuju perubahan konkret di tingkat pelayanan dasar.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>\u201cKita jadi tahu bagaimana alur pelayanan publik di tingkat dasar berjalan. Bagaimana laporan diterima, bagaimana pengaduan masyarakat ditindaklanjuti, dan mengapa sering muncul keluhan. Ternyata masalah bukan hanya di personel, tapi juga di alur pelayanan, penganggaran, dan pembagian tugas. Ini yang harus kita benahi,\u201d jelas Wakapolri.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Wakapolri menegaskan bahwa ke depan, Puslitbang harus menjadi lembaga yang mengawal reformasi Polri secara berkelanjutan.<\/p>\n<p>Setiap kebijakan harus melalui tahapan riset, pengujian, dan evaluasi agar hasilnya dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah dan membawa dampak nyata bagi masyarakat.<\/p>\n<p>\u201cPerbaikan Polri harus terukur. Harus ada baseline-nya, datanya, indikatornya. Dan semua itu dimulai dari Puslitbang,\u201d ujar Wakapolri.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Lebih lanjut, Komjen Dedi menggambarkan Puslitbang sebagai \u201capi perubahan Polri\u201d \u2014 sumber energi yang menyalakan semangat transformasi di seluruh jajaran.<\/p>\n<p>\u201cKalau Puslitbang hidup, Polri bergerak. Kalau Puslitbang menyala, reformasi berjalan. Api perubahan itu harus dijaga, agar semangat membenahi institusi tidak padam,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Dalam kesempatan itu, Wakapolri juga meninjau Laboratorium Elektronika, Alpalhankam, Persenjataan, dan Transportasi yang menjadi sarana pengujian perlengkapan operasional Polri.<\/p>\n<p>Ia menilai, fasilitas Puslitbang telah sangat maju dan dapat dioptimalkan untuk mendukung pengujian alat, teknologi, serta kajian ilmiah terhadap pelayanan kepolisian berbasis digital dan empati sosial.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Sementara itu, Kapuslitbang Polri Brigjen Pol. FX. Surya Kumara, S.H., M.H. menyampaikan komitmennya untuk segera menindaklanjuti perintah dan arahan Wakapolri.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>\u201cKami akan segera melaksanakan perintah dan arahan Wakapolri. Apa yang beliau sampaikan menjadi bara semangat kami untuk terus menyala dan berkontribusi nyata dalam mengawal perubahan Polri melalui riset yang berbasis ilmu pengetahuan,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kunjungan kerja ini menjadi simbol bahwa reformasi Polri kini bergerak dengan pendekatan ilmiah dan empiris.<\/p>\n<p>Puslitbang tidak lagi hanya berfungsi sebagai laboratorium alat, tetapi sebagai pusat riset kebijakan publik kepolisian, yang menyalakan api perubahan di seluruh lini organisasi.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Dengan Puslitbang yang urip \u2014 yang hidup, turun, dan mendengar \u2014 Polri berkomitmen mempercepat reformasi menuju institusi yang presisi, humanis, dan dipercaya masyarakat.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>\u201cPuslitbang adalah api perubahan Polri. Dari sinilah bara reformasi itu dijaga agar terus menyala,\u201d tutup\u00a0Wakapolri.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>&nbsp; &nbsp; Bogor, 12 November 2025 \u2014 Wakil&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":29264,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-29262","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/29262","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=29262"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/29262\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":29263,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/29262\/revisions\/29263"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/29264"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=29262"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=29262"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/hukrim.kuak.web.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=29262"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}